Popularity merupakan cerita yang mengangkat kisah siswa SMA Negeri Pelita Bangsa yang berusaha keras untuk mendapatkan popularitas. Berbagai hal mereka lakukan agar keberadaan mereka dapat terlihat. Mulai dari selalu menjadi bintang kelas bahkan bin...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruangan yang temaram masih setia mengamati seorang gadis yang kini tengah berkutat dengan beberapa buku di hadapannya. Sesekali terdengar suara helaan napas kesal, frustasi, dan rengekan. Bahkan gadis itu tidak segan untuk menjambak rambutnya sendiri. Dibukanya lagi beberapa lembar buku dengan cepat untuk mencari rumus jawaban dari soal-soal yang diberikan guru fisika siang tadi. Sementara itu, di tempat lain Zavas masih asik nongkrong dengan teman-temannya. Dia melupakan perkataan Livi untuk mengirimkan rumus yang gadis itu minta. Meskipun sebetulnya Livi tidak terlalu mengandalkannya, tetapi setidaknya Livi membutuhkan usaha Zavas agar dia tidak terkesan bekerja sendiri. Dia membenci itu.
Livi yang sedari tadi menahan emosi karena sampai pukul dua belas malam, belum ada tanda-tanda usaha dari Zavas. Atau memang cowok itu sengaja sekolompok dengannya agar bisa memanfaatkannya? Cih, sudah dia duga.
SREK
Livi merobek sebuah kertas dengan penuh emosi, lalu membuangnya ke sembarangan tempat. Mata Livi merah menyala, lalu bangkit dari duduknya dan keluar ke balkon untuk mencari udara segar. Livi menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Diamatinya perumahan warga yang aesthetic dengan kilauan lampu di sana. Setelahnya, Livi menengok ke samping dan mendapati lampu kamar Leo masih menyala. Tandanya cowok itu pun masih terjaga. Apa yang Leo lakukan saat ini? Apakah cowok itu juga tengah mengerjakan tugas? Tanpa diduga, tiba-tiba Leo keluar dan mengejutkan Livi.
Ting!
Rupanya Leo yang mengirimkan pesan. Tentu saja mereka tidak bisa berteriak di tengah malam begini.
Lele Lo kenapa belom tidur? Insomnia?
Anda Gw msh ngerjain PR Lo sendiri?
Lele Gw masih nyelesain visi misi
Ah, Livi mengerti sekarang. Dia yakin cowok itu benar-benar akan mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Melihat usahanya, Livi senang. Dia merasa termotivasi untuk giat belajar dan tidak boleh kalah rajin dari tetangganya itu. Benar, rasa kantuk dan malas yang sebelumnya memeluk tubuhnya, kini pudar begitu saja. Secepat itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.