#story13
Aruna Daniella Suherman tidak menyangka jika dirinya di jodohkan oleh kedua orang tuanya. Di umurnya yang sudah menginjak angka 27, Aruna di paksa menikah dengan Calvin Dalbero Nugraha demi menjalin kerja sama dengan keluarga Nugraha. Perus...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak ada cara lain yang bisa Aruna lakukan untuk membuat Calvin menyentuhnya. Aruna kehabisan cara untuk mewujudkan keinginan orang tuanya. Bagi Aruna, tidak bisa mewujudkan keinginan orang di sekitarnya adalah sebuah kegagalan. Hidupnya akan gagal jika sekali saja Aruna tidak bisa memenuhi keinginan orang tuanya.
Pundak Aruna terasa semakin berat, ada tanggung jawab yang harus dia selesaikan. Aruna harus hamil, apa pun caranya akan dia lakukan. Baik kedua orang tuanya, maupun kedua orang tua Calvin, mereka sama-sama menginginkan keturunan dari Aruna dan Calvin.
Aruna menghela napasnya untuk ke sekian kali di hari ini. Pandangannya mengedar, menatap sekeliling, di mana banyak orang memakai seragam dokter dan perawat yang sedang menyantap makanannya. Saat ini, Aruna berada di kantin Rumah Sakit, tempat Erika bekerja. Aruna membutuhkan bantuan Erika untuk melakukan cara terakhir yang bisa dia pikirkan.
Aruna tersenyum kala netranya menemukan Erika yang baru masuk ke kantin. Erika berjalan mendekati meja yang dia tempati dengan mengenakan seragam dokter serta rambut yang di gerai, rambut perempuan itu panjangnya hanya sebahu.
“Sorry banget, tadi gue lagi ada pasien yang konsultasi pas lo ngabarin kalau lo mau ke sini.”
Aruna tersenyum. “Enggak apa-apa, gue lagi enggak ada kegiatan lain. Menunggu lo di sini juga enggak terlalu buruk.”
Erika mengerutkan dahinya, matanya menatap penampilan Aruna yang terlihat lebih santai, tidak terlihat seperti orang yang akan berangkat bekerja. Aruna mengenakan long dress berwarna merah muda, dengan outer yang melapisinya, menutupi tali tipis dari dress tersebut. “Lagi libur lo?” tanyanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aruna sadar jika Erika salah fokus dengan baju yang dia kenakan. “Gue udah berhenti bekerja.”
Erika terkejut mendengar pengakuan Aruna. “Tiba-tiba aja? Lo kerja di perusahaan Papa lo, Run. Kenapa berhenti? Gue tahu lo mati-matian ambil kuliah dengan dua jurusan dalam waktu berbarengan biar bisa kerja di perusahaan Papa lo.”
Aruna memang mengambil dua jurusan sekaligus. Hal itu membuatnya menjadi mahasiswa tersibuk dengan berbagai kelas perkuliahan yang harus di ikuti, dan tugas kuliah dari dua jurusan yang berbeda. Otaknya mengebul, tentu saja, Aruna harus tamat tepat waktu untuk kedua jurusan itu. Dan Aruna bisa melakukannya, dia melaksanakan dua kali wisuda dalam waktu berdekatan.