#story13
Aruna Daniella Suherman tidak menyangka jika dirinya di jodohkan oleh kedua orang tuanya. Di umurnya yang sudah menginjak angka 27, Aruna di paksa menikah dengan Calvin Dalbero Nugraha demi menjalin kerja sama dengan keluarga Nugraha. Perus...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kedatangan Calvin ke rumah kedua orang tuanya hanya untuk membuat keributan. Laki-laki itu datang dengan rahang mengeras, dan tatapan tidak bersahabat. Sesampainya di dalam rumah, Calvin langsung mencari Darmawan. Bahkan, Calvin tidak peduli dengan keberadaan Clara yang ada di sana juga bersama dengan Cia.
“Aku enggak mau menikah lagi, Pa!” ucap Calvin sesampainya di ruang tamu, di mana Darmawan tengah bermain dengan Cia.
Clara dan Farida menatap Calvin dengan wajah terkejut, sementara Darmawan, dia tampak biasa-biasa saja seakan sudah tahu Calvin akan mendatanginya. Dia tahu anaknya itu tidak akan setuju dengan rencananya untuk menikahkannya lagi dengan perempuan lain.
“Siapa yang mau nikahin kamu lagi, Vin?” tanya Farida bingung.
Calvin melangkah mendekat, berdiri di depan single sofa di mana Darmawan tengah duduk. “Apa yang udah Papa katakan ke Papa Aruna?”
Farida menatap Calvin dan Darmawan secara bergantian dengan tatapan bingung. Sedangkan Clara, perempuan itu memilih membawa Cia berpindah ke tempat lain. Clara tidak ingin keributan antara Calvin dan Darmawan di dengar oleh Cia.
“Pa, apa maksudnya ini, Pa?” tanya Farida, menatap Darmawan yang duduk santai, tidak sepertinya yang kebingungan.
Darmawan menggerakkan tangannya ke udara, mempersilakan Calvin duduk. “Kalau bicara dengan orang tua, sopan sedikit. Sebelum bicara, kamu duduk dulu. Papa ini orang tua kamu.”
Calvin duduk di sofa, di seberang Farida. “Papa jangan pernah memaksakan keinginan Papa ke aku. Papa tahu sendiri kalau aku enggak akan ngikutin kemauan Papa.”
Darmawan melepaskan kacamatanya, menaruhnya di atas meja. “Baru aja kemarin Panji menemui Papa. Dia mau balikin semua bantuan yang telah Nugraha Group berikan ke perusahaannya, asal anaknya enggak di madu, atau emang enggak bisa, balikin anaknya ke rumah.”
Tangan Calvin terkepal kuat, menatap Darmawan nyalang. “Sampai kapan pun, Aruna akan tetap menjadi istri aku!”
Farida masih kebingungan. “Aruna di madu untuk apa, Pa?”
“Tentu aja buat menghasilkan keturunan, Ma. Mama emang enggak mau cucu dari Calvin?”
“Aku enggak mau anak selain dari rahim Aruna! Dia istri aku!” Suara Calvin meninggi.
Darmawan menatap Calvin tajam. “Dia akan tetap jadi istri kamu, tapi kamu butuh perempuan yang bisa hamil anak kamu. Aruna enggak bisa!”
“Aruna bisa, Pa! Dia bisa! Bagaimana Papa bisa menilainya seperti itu?! Aku yang tahu kondisi istri aku__”
“Sampai sekarang dia belum hamil!” potong Darmawan, tidak kalah tinggi dengan suara Calvin.
Rahang Calvin mengeras, dia menyesal, karenanya Aruna yang di salahkan. “Aku enggak akan menikah lagi. Mau Papa paksa aku sekalipun, aku enggak akan mau.”