#story13
Aruna Daniella Suherman tidak menyangka jika dirinya di jodohkan oleh kedua orang tuanya. Di umurnya yang sudah menginjak angka 27, Aruna di paksa menikah dengan Calvin Dalbero Nugraha demi menjalin kerja sama dengan keluarga Nugraha. Perus...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepat saat layanan administrasi di buka, Calvin menjadi pasien pertama yang mengurus segala berkas yang dibutuhkan. Meskipun suhu tubuh Aruna pagi ini sudah turun, dan tidak terlalu panas lagi, Calvin masih ingin Aruna di rawat sehari lagi. Karena selain demam, Aruna juga tidak nafsu makan. Setidaknya, ketika di rawat, Aruna bisa memasang infus untuk mendapatkan nutrisi makanan.
“Terima kasih, Sus,” ucap Calvin kepada perawat yang berjaga di depan meja administrasi. Semua data sudah Calvin isi, dan Aruna akan segera di pindahkan ke ruangan VIP.
“Lo ngapain di sini?” tanya Erika. Perempuan itu baru saja sampai di Rumah Sakit, dan melihat Calvin tengah berada di meja administrasi. Karena penasaran, Erika memilih menghampiri Calvin.
Calvin membalikkan badannya, menatap ke arah Erika yang berdiri di belakangnya. “Hai, Er.” Calvin menatap Erika bingung. “Oh, iya, lo kerja di Rumah Sakit ini, ya?” Laki-laki itu baru ingat jika Erika bekerja di sini.
Erika mengangguk, matanya menatap ke arah tangan Calvin yang memegangi dokumen. “Siapa yang sakit? Enggak mungkin lo, kan?” tanyanya, menatap Calvin dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan Calvin tampak baik-baik saja.
“Aruna__”
“Aruna sakit apa?” Belum selesai Calvin berbicara, Erika langsung menyerobot dengan wajah paniknya. Erika panik begini bukan tanpa alasan, selama berteman dengan Aruna, perempuan itu tidak pernah sekalipun masuk Rumah Sakit.
“Aruna demam, Er. Udah dua hari. Dia sampai enggak nafsu makan, dan badannya panas banget. Gue terpaksa harus bawa ke sini.”
“Sekarang Aruna di mana?” Penjelasan Calvin tidak berarti apa-apa, Erika seperti tidak mendengarkannya. “Lo urus apa itu? Dia udah di pulangin?”
Calvin menggeleng. “Enggak. Gue mau Aruna di rawat dulu.”
“Di ruangan mana?” tanya Erika. Perempuan itu langsung melangkahkan kakinya mendahului Calvin.
“Masih di IGD,” beri tahu Calvin.
Erika memutar langkahnya menuju ruangan IGD di mana Aruna di rawat. Di sana, Erika menemukan Aruna yang duduk di atas kasur dengan wajah pucat. Erika meminta kepada perawat yang ada di sana untuk segera memindahkan Aruna ke ruangan VIP karena administrasi sudah di urus oleh Calvin tadi.
“Lo kenapa bisa sakit gini, sih?” tanya Erika setelah Aruna di pindahkan ke ruangan VIP.
Calvin yang berada di sisi ranjang, merapikan selimut yang menutupi Aruna sampai pinggang. Tubuh perempuan itu bersandar ke kepala ranjang, dan Calvin menaruh bantal di belakang punggung Aruna.
Aruna tersenyum kepada Erika. “Gue baik-baik aja, tapi Calvin malah bawa gue ke rumah sakit.”
“Badan kamu panas banget, Run. Aku udah biarin kamu sembuh sendiri selama dua hari, dan kondisi kamu enggak membaik,” sahut Calvin.