Chapter 6

287 14 2
                                        

Pada malam itu Ary dan Keynan mampir di sebuah resto untuk menikmati makan malam romantis berdua, Ary sengaja membawa Keynan ke resto tersebut karena meskipun ramai oleh pengunjung tapi resto tersebut memiliki spot untuk mereka yang ingin suasana lebih privat.

Sekarang mereka sudah memesan makanan dan sedang menunggu pesanan mereka datang. sembari menunggu pesanan mereka datang, Ary memberitahukan Keynan bahwa besok lusa dia diperintahkan kaptennya untuk datang ke ksatuannya karena akan ada hal yang akan disampaikan. Ya tentu saja Ary memberitahukan Keynan, karena tidak ada hal yang tidak Ary sampaikan pada Keynan bahkan hal kecil sekalipun. Namun Ary belum memberitahukan Keynan perihal rekomendasi pendidikan profesi untuk kenaikan pangkatnya, pasalnya belum memiliki kepastian.

Sekitar 15 menit menunggu akhirnya pesanan mereka datang. Terlihat 2 orang pelayan resto itu membawa beberapa menu yang sebelumnya telah Ary dan Keynan pesan. Namun Keynan rupanya agak sedikit terkejut ketika melihat salah satu pelayan itu adalah seseorang yang ia kenal.

Pelayan resto itu ternyata adalah seorang pria teman kuliah Keynan yang selama ini seringkali membantu Keynan dalam hal mata kuliahnya di kampus, mereka tampak akrab bertegur sapa sambil pria itu menyiapkan pesanan Ary dan Keynan.

Keynan sempat memperkenalkan Ary pada pria itu sebagai sahabatnya, dan Ary hanya mengangguk sambil tersenyum kecil untuk balik menyapa nya.

"baiklah silahkan dinikmati makanannya, aku harus kembali bekerja karena malam ini ramai sekali pengunjung resto kami. ucap pria itu.

"terimakasih yaa, jawab Keynan. dan lalu pria itu pergi untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.

Ary tampak biasa saja menanggapi kekraban Keynan dan juga pria itu, ia bahkan tidak memberikan respon apa apa untuk hal itu.

"itu tadi teman kampusku, dia juga aktif di badan eksekutif mahasiswa sama seperti aku. Keynan memulai pembicaraan.

"iya, Ary menjawab singkat.

"mood mu turun ya gara gara kejadian tadi? tanya Keynan.

"tidak,, mood ku baik baik saja. aku lapar sekarang, ayo makan dan tidak usah membahas yang tadi.

Kemudian mereka memakan makanan yang sudah tersedia tadi sambil mengobrol ringan.

"berapa lama lagi kamu akan wisuda? tanya Ary.

"Kalau tidak meleset, tahun depan aku wisuda, kuharap kamu ada ketika aku mendapatkan gelar sarjana ku. Jawab Keynan

"Aku usahakan ya, tapi aku tidak bisa janji takutnya aku sedang menjalankan tugas dan tidak bisa hadir. Jawab Ary lagi.

"Aku mengerti ibu letnan,, semoga bisa yaaa. Ucap Keynan lagi sambil mengusap punggung tangan Ary.

"Apapun yang terjadi nanti, kamu harus semangat, dan buat gelar sarjana mu bermanfaat. ucap Ary lagi.

Mereka selesai makan dan hendak pulang, sebelum pulang mereka menuju meja kasir untuk membayar pesanan mereka yang sudah mereka makan. tampak teman pria Keynan  yang tadi adalah pelayan resto itu menghampiri mereka dan menyapa Keynan. tanpa aba aba pria itu menyapa Keynan sambil merangkulkan tangannya ke pundak Keynan.

Sontak Keynan terkejut dan reflek menepis tangan pria itu. Emosi Ary seketika memuncak menyaksikan kejadian ini, dan reflek tangan Ary mendorong tubuh pria itu hingga mundur dan terjatuh ke belakang.

"jangan kurang ajar ya, orang mungkin tidak suka tubuhnya kau rangkul seenaknya. ucap Ary lalu memegang tangan Keynan lantas beranjak pergi meninggalkan resto itu untuk pulang. Mereka tidak menghiraukan adanya lirikan dari pengunjung resto lain, dan juga banyak terdengar bisikan pengunjung resto lain akan kejadian itu.

bahagiamu bahagiakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang