20 : aneh lagi

30 3 0
                                    


kemudian mereka keluar dari rumah Jay dan segera balik ke rumah masing masing dengan kendaraan William.

Di tengah perjalanan, mereka asik berbicara namun terputus oleh William yang salah fokus.

"Eh dul, itu bukannya bang Evan?" ucap Jhonny terkejut kepada teman temannya yang sedang sibuk dengan urusan masing masing.

Mendengar lontaran kata yang di ucapkan, Jhonny mengalihkan pandangan mereka ke objek yang di sebutkan tadi, dari kejauhan tampak jelas itu muka Evan, tapi dengan siapa? terlihat buram karna malam dan dengan siapa Evan bersama saat ini.

"Ah salah orang kali lu Jon!" ucap William tak terima dan menepikan mobil untuk melihat aktivitas yang di lakukan oleh orang yang mereka kenali.

"Kita kenapa bereynti, pulang ege udah malem!" saut Riki yang tidak terima karna tau alasannya adalah Evan.

"Eh buset rekam rekam, bisa jadi barang bukti nih!" tutur Jhonny menyeru mengeluarkan handphone untuk memulai aktivitas rekamnya.

"Jhon jangan mulai! udah ah pulang aja, tapi ga di tonton sayang." ucap William masih memegang setir mobil nya.

Evan POV

Malam ini entah kenapa mama menyuruh ku untuk menemui perempuan setan ini, Ini sudah terlanjur larut dan makin malam udara semakin dingin sampai aku harus menggosokkan kedua telapak tanganku agar tetap hangat. Perempuan gila yang baru muncul, ketika aku mulai menguap, Sonya. Dia bisa menebak dari gerak geriknya pasti ada sangkut paut nya dengan mama nya itu.

"Lu disuruh ngapain sama nyokap gue, sampai selarut ini?!" tanyanya sedikit ketus dan memberi jarak, dia tidak ingin terlalu berdekatan.

Tapi Sonya yang tidak menyerah ini mendekatkan dirinya dan mulai menyatukan tangan bentuk memohon.

"Maaf ya nyusahin malam malam, aku ga maksa tante Ilene kok buat suruh kamu nemenin aku. Tapi aku gatau harus minta tolong siapa. Soalnya aku sendirian disini." Ucap Sonya polos dan membuat Evan mual.

"Ga nyusahin lu bilang?? temen lu kan banyak kenapa harus gue? lagian juga ini akal akalan lu doang. Udah tau gue!" ucapnya ketus malas menoleh ke arah Sonya

Udara semakin dingin membuat suhu tubuh Evan meningkat, ia lirik sebentar Sonya yang berada di sebelah nya lalu ingin beranjak pergi sebelum.

"Kata tante kamu harus anterin aku pulang." Finalnya lalu Sonya berjalan masuk ke mobil Evan tanpa menunggu respon yang di berikan. Ya tentu jelas tidak terima.

'bocah monyet!'

Author POV.

Mau tidak mau Evan mengantar pulang Sonya dengan hati yang getir serta kalimat umpatan yang masi tersangkut di tenggorokan. Ia fokus dan mempercepat kecepatan mobilnya agar urusan yang kali ini terselesaikan.

"Evan, kamu tau gak aku baru aja pindah ke sekolahan kamu?" Tanya Sonya membuka percakapan yang tak diinginkan Evan.

"Ngapain? mau gangguin gue lagi?" tebaknya karna sudah terbiasa, siapa lagi yang memberi tahunya jika bukan ibunya.

"Memang apa salahnya, padahal aku suka sama kamu tapi kamu ga oernah mau terima itu!" Ucapnya sedikit menuntut dan mulai memegang lengan Evan agar dapat bersandar

"Ya namanya gue ga suka, mau lu paksa juga gue ga akan mau. Lepas dih gelendotan mulu lu." Ucapnya risih

"Ya aku ngerti si aku ga secantik cewe kamu, makanya kamu ga bisa nerima aku." Lalu kemudian dia menundukkan kepala dan mulai menangis.

Evan sudah biasa lagi dengan itu dan tidak menghiraukan apapun perkataan Sonya.

"Tapi aku bisa buat kamu jadi punyaku, bahkan cara gila sekalipun." Ucapnya kembali bersemangat serta tersenyum manis

Try Again - HeeseungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang