Happy reading (๑'•.̫ • '๑)
Vote dulu yaww
°
°
°
°
°
"Arley kamu gak apa-apa?"Tanya Lili ketika melihat Arley yang telah membuka matanya.
"Hmm, gak papa kok."sahur arley sebari berusaha bangun dari baringnya.
"Ada apa dengan mu? Kenapa bisa tiba-tiba pingsan di depan lemari?"tanya lili menatap arley bingung.
Arley melihat kearah jarinya yang mengenakan sebuah cincin.
"Uhh... Tidak tau."
"Hah! Kau yang mengalami bagaimana bisa kau tidak tau?"pekik Edser dari sofa.
"Kumohon jangan membentaknya pangeran."
"Bukan urusan mu, kau diam lah."
"Aku baik-baik saja lili, jangan terlalu khawatir."Arley tersenyum lembut menyentuh pundak lili.
"Tapi, kau terlihat begitu pucat."
"Ahh mungkin karena dingin."
Arley hanya bisa tersenyum lembut sembari memegang tangan lili yang begitu hangat.
'kok lemas banget ya badan gua?'
"Kau kembalilah bekerja."kini elser membuka suaranya ketika melihat lili menyentuh tangan arley.
Arley dan lili pun menoleh kearah sumber suara yang tak jauh dari mereka.
"Tidak bisakah aku menemani arley sebentar lagi?"
"Disini kau pelayan, ingat indentitas mu."bentak Edser berdiri dari duduknya.
Lili hanya menunduk tanpa memutuskan genggamannya dari tangan arley.
"Heh sialan... Mentang-mentang Lo tu pengeran bukan berarti Lo bisa merendahkan seseorang ye ahibal."
Hilang sudah kesabaran arley, ia pun tanpa sengaja mengeluarkan semua isi hatinya tanpa memperdulikan sekitar, dimana kalimat yang ia gunakan tidak mudah di mengerti orang yang mendengar kata-katanya.
"Kalimat mu begitu aneh."ujar efser berjalan ke arah arley yang masih terduduk di atas kasur.
"Kenapa? Gak senang?"
'apa kepalanya terbentur kuat?'batin yang tengah duduk di sofa menatap arley.
"kau terlalu tidak sopan terhadap kami."
"Biarin, ngapain aku harus sopan sama manusia kayak kalian."
"Jaga ucapan mu arley!!"
"Gak!"
"Kau tidak tau apa dampaknya melawan kami!!"pekik Edser emosi kala melihat sifat menjengkelkan dari arley.
"Apa?mau bunuh? Silahkan!! Aku ga-"
Kalimat Arley terpotong kala enser menarik tangannya keatas.
"Ar-ley?"lili yang melihat itu segera memegang tangan arley yang satunya berharap enser melepas tangan arley.
"Arley aku sudah cukup bersabar dengan tingkah mu yang semakin semena-mena."
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL]Four Prince[End]
Genç KurguEmpat pangeran kerajaan sihir yang bernama Enser, Elser, Efser, Edser. bertemu dengan seorang pria yang mereka temukan sedang pingsan di sebuah hutan ketika mereka sedang melakukan tugas. Pria yang mereka ber empat temukan ternyata hilang ingatan me...
![[BL]Four Prince[End]](https://img.wattpad.com/cover/346928269-64-k570861.jpg)