Siang menjelang sore dan pelajaran terakhir hari ini mengharuskan kelas Aldo dan Reyhan ke ruang Lab.
Katanya sih gurunya cuman pengen susana baru aja, tapi anak-anak jelas menebak pasti ada sesuatu.
"Dapet spill-spill an nih dari kelas sebelah katanya bakal ada kuis kalo ke lab." Ucap Kale yang tiba-tiba masuk ke ruang Lab yang sudah ramai dengan teman-teman kelasnya.
"Hoax nggak nih, biasnya Kale sumbernya banyakan mlesetnya." Protes anak perempuan yang duduk dipojok tepat di depan meja guru.
"Beneran kalau ini tuh, siap-siap aja katanya juga ada rewardnya nanti tapi nggak tau apa." Lanjut Kale.
Mendengar perkataan Kale sontak saja membuat teman-temannya langsung membuka buku pelajaran saat ini, hitung-hitung siapa tahu bisa langsung masuk kedalam kepala. tapi kemungkinan ini sangat tipis.
Kali ini Reyhan bisa duduk disebelah Aa nya, dan Kale duduk bersebelahan dengan Gama.
Belum lama mereka sibuk membaca entah materi apa saja yang mereka baca saat ini. Tiba-tiba Pak Willie sudah masuk ke kelas dengan wajah segarnya.
Padahal jelas-jelas ini sudah siang dan biasanya hawa kantuk sudah menjalar.
"Waduh-waduh kalian tumben sekali bapak masuk kelas sudah duduk rapi sambil belajar pula." Canda Pak Willie.
"Iya pak kata Kale mau ada ulangan." Adu Gama yang memang dengan sengaja mengusili Kale.
"Iyaaa pak...iyaaa!" Sontak semua anak membenarkan ucapan Gama dengan sorakan tertawa.
Reyhan yang melihat temannya jadi candaan satu kelas jadi ikut tertawa tapi juga kasian.
"Awas aja kalian nanti kalo ada ulangan diem-diem nggak akan aku kasih tau." Ancam Kale yang sudah kepalang kesal dengan teman sekelasnya.
"Hahaha...Kale Kale, yang sabar ya memang pepatah 'Habis sepah manis dibuang' itu real terjadinya." Pak Willie malah semakin asik ikut mengejek.
Kale yang mendengar jawaban Pak Willie sontak mengeplak lengan Gama dengan keras, bentuk kesalnya. Dan Gama hanya asik tertawa tanpa mengindahkan gerutuan teman semejanya itu.
"Oke jadi begini berhubung bapak tuh pengen pulang cepet-cepet juga, hari ini kita bakal ulangan cukup 3 soal saja setiap anak. Dan soalnya kalian ambil di sini." Tunjuk Pak Willie pada toples yang ada di meja dan terdapat banyak gulungan kertas kecil didalamnya.
"Setiap anak wajib menjawab 3 soal, dan jika jawabannya benar bisa langsung pulang sekarang nggak usah tunggu bel pulang. 3 orang pertama yang bisa langsung menjawab semua jawaban ada sedikit hadiah dari bapak juga nanti"
"Jadi ini mau dikasih waktu buat belajar dulu atau mau langsung maju ambil soal kalian." Canda Pak Willie.
"Belajar dulu dong pak, buru-buru amat bapak mau pulangnya." Sahut anak laki-laki lainnya dengan melas.
Pak Willie yang mendengar nya hanya tertawa dengan senang.
"Bapak kasih waktu belajar 30 menit aja ya, setelah itu semua tas dan buku ditaruh di depan kelas ya. Materinya gampang kog cuman bab yang baru kita pelajari kemarin."
"Pak maaf banget ya ini pak, bab kemarin perasaan udah 3 bab kita pelajari." Keluh Kale
"Loh siapa tahu teman kamu ada yang udah siap nih Kale mau jawab sekarang." Ucap Pak Willi sambil berjalan mengelilingi kalas sambil mengecek murid-muridnya yang sedang belajar.
"Aa mau maju sekarang nggak?" Bisik Reyhan pada Aa nya
"Pengen aja sih cuman nunggu dulu aja biar anak-anak lain fokus belajarnya."

KAMU SEDANG MEMBACA
Sipping My Life
Teen Fiction"Bukankah tuhan selalu tahu batas kemampuan semua umatnya." Setelah kepergian kedua orang tuanya, Reyhan mau tidak mau harus meninggalkan kota Solo dan pindah ke Jakarta. Dan disanalah kehidupan baru Reyhan dimulai bersama keluarga barunya.