Part 17

1.4K 78 8
                                        

16 April 2024
Engagement
Kala & Hugo

Yuki membaca tulisan itu dengan mata berkaca-kaca. Apa gunanya ia memasuki dunia ini jika ia harus hidup seperti robot, di kehidupannya dahulu ia diatur-atur ayahnya, sekarang ia harus di atur oleh sebuah buku novel.

Saat ini ia mengenakan gaun cantik dengan riasan wajah yang menawan, rambutnya disanggul menampakan lehernya yang putih mulus. Penampilannya malam ini nampak anggun.

Namun sedari tadi air matanya tak kujung surut. Tubuhnya bergetar menandakan ia ketakutan. Pertunangan ini adalah awal kehancuran hidup Kala. Dan setelah ini ia yang harus mengalaminya. Sepertinya tuhan menciptakannya hanya untuk menderita.

Ia berjalan pelan di apit kedua orang tuanya untuk menghampiri Hugo yang diapit oleh ayahnya juga. Orang-orang mungkin mengira Yuki menangis bahagia padahal yang sebenarnya terjadi adalah sebaliknya.

Setelah sampai di depan Hugo orang tua mereka masing-masing mundur untuk memberi jarak. Hugo meraih cincin diatas meja dengan wajah datarnya, ia ingin acara ini cepat selesai.

Perlahan Hugo memasangkan cincin itu ke jari manis Yuki, setelah cincin itu terpasang sempurna semarak suara kembang api, sorakan para tamu, dan host yang membawakan acara menjadi sebuah lantunan mengerikan di telinga Yuki. Hugo meraih tubuhnya untuk di peluk.

"Hidup lo setelah ini ga akan mudah. Jangan pernah berharap gue akan jatuh cinta sama lo. Gue akan buat hidup lo seperti di neraka, haha.." ucap Hugo sambil mengelus punggung Yuki.

"Haha lebih baik gue mati dari pada harus ngeliat muka jelek lo terus." Ucap Yuki menatap benci Hugo.

Ya. Yuki tau ia lemah. Bukan karena ia takut pada manusia tapi ia takut pada takdir. Takdir yang akan membawanya pada neraka melalui Hugo.

~Figuran Bar-Bar~

Yuki berdiri menatap lautan lepas. Acaranya diadakan di kapal pesiar yang mewah.

"Dari pada gue menderita dua kali mending gue mati,"

Otaknya memutar kenangan indahnya bersama orang tuanya. Walau hanya sementara Yuki senang bisa menikmati moment itu.

"Lebih baik mati disini, dari pada gue harus ngerasain sakitnya siksaan para iblis itu."

Ia tak bisa mengubah alur. Itu selalu menjadi pertempuran batin untuknya.

Ia mengamati sekitar, tak ada yang mencarinya. Ini kesempatan bagus sebelum acara selanjutnya berlangsung dimana ia harus berdansa bersama Hugo. Dan itu akan menjadi saat-saat sulit Yuki punya waktu sendiri.

Ia mengangkat gaunnya. Lalu mulai memanjat pembatas. Ia menatap kebelakang sebentar untuk melihat ada yang mengawasi pergerakannya atau tidak. Namun yang di dapatinya adalah semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Bagus.

Yuki menjatuhkan tubuhnya ke lautan lepas, lautan itu begitu dalam dan menakutkan, ombaknya besar seiring tubuhnya yang mulai hilang dari permukaan laut.

Seseorang berteriak histeris, mengabarkan bahwa pemeran utama dalam acara malem ini atau gadis sedang bertunangan malam itu terjun ke laut.

~Figuran Bar-Bar~

Beberapa menit sebelumnya..

"Pi. Kala mana." Tanya Meisya pada Danzel.

"Mungkin lagi sama Hugo, biarkan mereka berdua."Lelaki itu mengedikan bahunya.

Ayah Hugo datang menghampiri Meisya dan Danzel yang sedang makan bersama.

"Maaf menunggu agak lama, saya abis dari berbicara dengan Hugo." ucap ayah Hugo.

"Hugo lagi gak sama Kala?" Tanya Meisya khawatir.

"Tidak. Putra saya lagi dikamarnya bersiap-siap untuk acara dansa nanti." Ucapnya sambil tertawa.

Padahal anaknya sedang mengurung diri di kamar.

Suara teriakan seseorang dilanjut suara heboh dari para tamu undangan membuat seasana memanas.

Firasat buruk yang sedari tadi Meisya khawatirkan tak mungkin salah. Wanita itu berlari keluar ruangan.

"Kala terjun bu Meisya!" Teriak seorang wanita yang juga rekan kerja Danzel.

"KALA...NAKK...!" Teriak Meisya ke arah bawah tepat dimana Yuki terjun.

"PAPI KALA.. KALA TERJUN PI TOLONG SELAMATI KALA!" Teriak Meisya histeri mengguncang-guncang tubuh Danzel. Danzel mematung masih mencoba mencerna keaadan. Lalu saat tersadar Danzel meloncat ke laut.

Disisi lain Hugo datang berlari kencang membelah kerumunan. Lelaki itu lalu ikut terjun ke bawah.

~Figuran Bar-Bar~

Sesak. Paru-paru Yuki mulai terisi oleh air. Tubuhnya semakin tenggelam ke dasar. Gelap sekali. Walaupun ini sangat menyakitkan tapi ia lega. Semoga di kehidupan selanjutnya Yuki bisa menjadi dirinya sendiri tanpa kendali dari siapapun, Atau bahkan jika ia terlahir menjadi kucing peliharan pun tidak buruk, ia hanya perlu mengeoww, tertidur, Menggaruk sofa atau bermain. Atau mungkin jika nanti ia terlahir kembali menjadi tanaman bunga juga bagus ia hanya perlu tumbuh dan mekar lalu menunggu hujan menyiramnya.

Saat dinginnya air laut memeluknya Ingatan-ingatannya itu kembali. Ia bisa ke dunia ini karna ia mati dibunuh ayahnya yang alter ego, bukan karena tertidur lalu terbangun sudah di dunia yang berbeda setelah membaca novel. Mengingat rasa sakit itu hati Yuki seperti teremat, sakit sekali rasanya.

Tuhan izinkan Yuki sekali saja mendapatkan cinta dari orang tersayangnya, yaitu keluarga dan seorang laki-laki yang amat ia cintai dan juga mencintainya. Perlahan kesadaran Yuki mulai menurun.

Seseorang meraih tubuh Yuki, memeluk Yuki erat lalu menariknya ke atas. Namun nafas Yuki telah terhenti. Sepertinya ia terlambat.

Tbc..

FIGURAN BAR-BARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang