Di sebuah kamar bernuansa gold dengan interior mewah di dalamnya. seorang gadis cantik tengah terlelap. Perlahan mata besar gadis itu terbuka, kemudian mengerjab. Gadis itu menuruni kasurnya dengan kaki telanjang. Alisnya bertaut saat mendapati dirinya di kamar yang tak dia kenal.
"Ini kamar siapa?" Tanyanya pada diri sendiri.
Yuki Agnia, Memindai seluruh kamar ini kemudian berdecak kagum, kamar ini benar-benar mewah. Yuki berjalan pelan mendekati pintu yang di yakini pintu keluar kamar ini lalu membukanya.
Yuki berjalan perlahan memasuki salah satu lift yang ada di Mansion mewah ini. Kemudian menekan angka 1"
Setelah sampai di lantai dasar Yuki kembali menyusuri Mansion itu untuk mencari ayahnya.
Saat sampai di ruangan yang sepertinya dapur, wajah Yuki berubah cerah saat menemukan ayahnya duduk di meja makan Mansion ini, sambil memainkan ponsel.
"Papii!" Panggil Yuki saat sudah sampai di meja makan besar itu, di atas meja itu sudah dipenuhi berbagai macam makanan.
"Pi ini rumah siapa?" Tanya Yuki.
Pria paruh baya itu masih gagah bertubuh kekar, yang sejak tadi memfokuskan matanya pada ponsel mengalihkan atensinya pada gadis cantik disebelahnya kemudian tersenyum.
Yuki masih berdiri di samping kursi ayahnya, memasang wajah heran.
"Sayang," panggil pria itu tersenyum beralih mengecup dahi Yuki.
"Pi ini rumah siapa?" tanya Yuki.
Alis Pria itu mengerut merasa heran dengan pertanyaan puterinya.
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Kita pindah rumah Pi?"
"Pindah rumah gimana sih?" tanya Pria itu terkekeh.
"Ihh Papi pindahin Yukinya kenapa gak bangunin sih Pi?" Tanyanya. Kenapa sih jawaban Papinya begitu?
Pria itu menghela nafasnya, kemudian berdiri dari duduknya menghampiri anak perempuannya. Memegang kedua pundak Yuki kemudian menuntun Yuki duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan ini.
"Nyawanya kayanya belum ngumpul nih. Duduk dulu sayang... Kenapa belum mandi sih? Kan harus sekolah?"
Yuki terdiam merasa heran dengan Papinya, kenapa sih papinya gak nyambung banget jawabnya, semua pertanyaannya di jawab pertanyaan lagi.
Tiba-tiba seorang perempuan datang, rambutnya ikal berwarna blonde dengan dress mewah terlihat pas di tubuhnya, Yuki menyipitkan matanya karna tidak terlalu jelas melihat wajah perempuan itu.
Mata Yuki terbelalak saat melihat perempuan itu mengecup pipi Ayahnya. Apa-apaan sih perempuan itu main cium-cium orang sembarangan, Papinya juga gimana sih malah tersenyum setelah dicium seperti itu. Apa pria itu sudah melupakan Maminya? Perempuan yang sangat dicintai pria itu bahkan setelah mati sekalipun?
Perempuan berambut blonde itu mengambil duduk didepan kursi Yuki membuat mereka duduk berhadapan. Yuki menyipitkan matanya meneliti wajah perempuan dihadapannya itu.
Tiba-tiba seorang pemuda datang menghampiri meja makan itu langsung duduk tanpa berbicara sepatah katapun.
"Kala kenapa belum mandi?" tanya perempuan itu dengan alis terangkat.
Yuki memandang perempuan dihadapanya penuh selidik wajahnya seperti tidak asing tapi dimana Yuki pernah melihat wajah itu?
"Kala?" tanya Yuki terheran.
"Jorok belum mandi udah mau makan aja, mandi dulu sono nanti makannya di sekolah aja mami buatkan bekal. Tuh liat abang kamu udah rapih," ucap wanita itu menunjuk pemuda disebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN BAR-BAR
FantasyKisah seorang gadis bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran Novel. Start : 09 November 2021 End : -
