7. Berulah Lagi

1.8K 150 4
                                        

Masih ada gak ya yang nungguin cerita ini up?👀

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Siang ini di kampus sekitar jam 1 siang lebih, Rizan sedang menikmati seblak di kantin, setelah kelas terakhir sudah selesai ia merasa lapar dan baru ingat bahwa jam makan siang sudah lewat.

Tingkat kepedasan seblak yang dia pesan adalah level 2 tetapi mengapa dia merasa sangat kepedasan? Ia merasa seperti makan seblak dengan tingkat kepedasan level 5.

Dan lagi, seblaknya tidak bisa dia nikmati karena terlalu pedas, panas dan 'pedas' nya tidak seperti biasanya karena terasa pahit.

Disela-sela makan, Rizan memperhatikan sekelilingnya yang terdapat banyak penjual dengan makanan dan minuman yang berbeda-beda lalu ia melihat penjual roti bakar membuatnya teringat dengan salah satu member nya yang sangat menyukai roti.

"Kebiasaan, kalo ada roti pasti ke inget sama Jihan." Gumamnya.

"Apa gue bungkusin aja ya?"

"Dia pasti seneng."

Suapan ke-10 dia masukkan ke dalam mulut dan dikunyah lalu ditelan setelahnya meminum air putih dari botol minum yang ia bawa dari villa, dia sudah tidak sanggup memakan seblaknya.

Ia berdiri dan berjalan menghampiri penjual roti bakar karena ingin membelinya sekaligus membeli jus untuk meredakan rasa pedas di mulut.

Setelahnya dia pergi dari kantin dan berjalan menuju luar gedung kampus, di perjalanan dia bertemu dengan teman seangkatannya yang terkenal, namanya adalah FAHREZA AGAM BIMASETYA.

"Eh ada si bocil." Celetuk Fahreza.

"Hai bocil." Sapanya namun tidak ditanggapi oleh Rizan, melirik saja tidak dan terus berjalan.

Namun, Rizan terpaksa berhenti karena tangannya dicekal oleh Fahreza.

"Eh, eh sombong amat, mau ke mana sih?"

Rizan menyentak tangannya sehingga cekalan itu terlepas, dia mengusap tangannya yang dicekal lalu menjawab, "Bukan urusan lo."

"Widih ngeri amat bos."

Fahreza menggenggam lengan bagian bawahnya Rizan, "5 hari yang lalu lo posting foto lo sampe viral di kampus, kan?"

"Terus?" Sahut Rizan sambil menarik-narik tangannya yang digenggam tetapi genggamannya malah semakin kuat.

"Ngapain lo posting kek begituan? Mau jadi lonte ya?" Hina Fahreza sambil menatap Rizan dengan sinis.

"Ngapain lo ngurusin? Terserah gue lah mau posting apa, itu bukan urusan lo." Kata Rizan sambil menatap Fahreza tak kalah sinis.

"Asal lo tau ya, gara-gara postingan lo itu Rara jadi sedih karena insecure!"

"Lah? Hubungannya sama gue apa? Kalo Rara insecure ya itu masalahnya dia lah! Itu artinya dia sadar kalo body nya gak sebagus dan semulus gue." Ucap Rizan sambil menyeringai kecil membuat lawan bicaranya semakin marah.

"Jangan ngerendahin adek gue anjing! Pokoknya lo harus tanggung jawab!" Bentak Fahreza.

"Tanggung jawab? Emangnya gue apain Rara? Gue gak ada tuh ngehamillin atau nyakitin dia, tolong lah tolol nya jangan dipelihara." Sarkas Rizan dan melepaskan genggaman erat di tangannya secara paksa lalu menjauh dari Fahreza, bisa ia lihat bekas genggaman dari Fahreza membiru dan sepertinya tidak akan hilang sampai besok.

"BANGSAT! AWAS AJA LO!" Teriak Fahreza dan dibalas Rizan dengan acungan jari tengah.

"Dasar manusia gila." Gumam Rizan.

Heaven In VillaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang