Update terakhir di tahun 2025
ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
"Eh gue mau nanya deh."
Mereka berenam kompak menoleh ke Jihan yang memperlihatkan wajah penasarannya. Saat ini mereka semua kecuali Nathan dan Wendy sedang berkumpul di halaman belakang sambil menikmati sarapan yang dibelikan Carel yang berupa nasi soto halimun dan es teh lengkap dengan sate telur puyuh dan sate ati ampela.
"Naon?"
"Apa?"
Haikal dan Rizan sempat saling bertatapan lalu menatap Jihan lagi.
"Duyung bisa pipis gak sih?"
Keenam bujang itu kompak menoleh satu sama lain dengan tatapan lelah.
Lalu pertanyaan berikutnya Jihan ucapkan, "Terus mereka napas pake apa? Hidung? Tapi masa yang dihirup air?"
Jemian mengedikkan bahunya acuh dan berkata, "Bukan reinkarnasi duyung sih gue, jadi kurang paham, mungkin salah satu dari kalian ada yang alumni duyung."
"Mereka ada insang," kata Rizan.
Dahi Jihan langsung mengerut, "Duyung itu manusia atau ikan? Badannya manusia, tapi punya nya sirip bukan kaki. Harusnya mereka punya paru-paru bukan insang," ucapnya.
Seketika pukulan sendok mendarat di kepala Jihan, pelakunya adalah Rizan, "Lo ini terlalu banyak liat art di pinterest, wujud asli mereka tuh bukan kayak gitu. Banyak yang bilang mereka hampir 100% mirip ikan cuma mereka ada tangan sama kepala yang menyerupai manusia," kata Rizan.
"Oh gitu ya?" beo Jihan.
Tak sampai disitu, Jihan kembali bertanya, "Duyung beneran ada gak sih?"
"Nyi Roro Kidul kan duyung." jawab Jafin
"Emang Nyi Roro Kidul itu beneran ada?"
"Ada, tapi di em el."
"Tapi serius iih, gue nanya duyung bisa pipis apa enggak??"
"Mana gue tau, Jihaaann adek gue yang paling bontoott," seru Jafin menahan kesal.
"Bang?" Jihan menatap Mada.
"Jangan tanya gue, gue gak pernah jadi duyung pernah nya jadi dugong," kata Mada yang sudah jelas sekali bahwa dia hanya asbun.
"Spill dong Bang gimana rasanya jadi dugong," celetuk Carel menimpali candaan Mada.
"Waktu itu iseng berubah jadi dugong ternyata gak enak."
"Masa sih? Kayaknya enak cuman renang doang," sahut Haikal.
"Renang doang? Berarti gak makan? Tidur? Kalo cuma renang kok mereka bisa tumbuh besar?" wajah Jihan terlihat jelas kalau dia sangat penasaran.
Jafin langsung membanting pelan sendoknya ke mangkuk sotonya, "Gebukin aja lah ini bocah satu," ucapnya yang sudah terlanjur kesal dengan cara berpikir Jihan.
"Gas lah," sahut Jemian.
"Masih pagi udah ngajak emosi aja lo, Jie," kata Rizan menatap datar Jihan.
Jihan sontak memasang ekspresi bingung, "Lah? Kenapa pada emosi? Kan cuma nanyaaa."
"PERTANYAAN LO GAK BERBOBOT!" pekik Jafin, kesabarannya sudah habis.
"Sekalinya nanya malah tentang duyung," ucap Jemian seraya tersenyum manis menahan jengkel.
Helaan napas terdengar dari Mada, "Salah jawab sebenarnya kita guys."
"Iya, harusnya dari awal kita biarin aja," sahut Jafin mendesis kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
