ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
Keesokan harinya pada jam 8 malam, Rizan, Jemian, Carel dan orang tua mereka bertiga berangkat ke acara ulang tahun yang diselenggarakan di salah satu cabang perusahaan Elando.
Ternyata yang diundang tidak hanya keluarga Rizan saja, tetapi keluarga Jemian dan keluarga Carel juga turut diundang. Jika keluarga Rizan datang ke Jakarta satu hari sebelum acara, maka keluarga Jemian dan keluarga Carel datang hari ini setelah jam makan siang. Alhasil mereka berangkat bersama-sama menggunakan mobil berbeda-beda.
Sesampainya di tempat tujuan, mereka disambut ramah oleh petugas dan diarahkan ke ruangan utama di mana acara berlangsung.
"Acaranya mewah banget." Bisik Rizan ke Carel yang berjalan di depannya, matanya melirik sekitar ruangan yang dihias dengan dekorasi mewah dan elegan.
"Namanya juga orang kaya." Bisik Carel.
Rizan, Jemian dan Carel segera memisahkan diri dari orang tua mereka yang mulai sibuk bercengkrama dengan para tamu undangan. Ketiga anak itu melipir ke sudut ruangan, karena tidak ingin bersinggungan dengan orang-orang saking ramainya acara ini. Yang diundang pun bukan orang-orang sembarangan, mereka berada di kelas atas yang namanya terkenal di dunia bisnis.
"Gue pengen pulang." Celetukan Rizan mengundang perhatian kedua sahabatnya.
"Kita baru sampai loh ini? Udah minta pulang aja." Jemian tertawa kecil.
"Habisnya rame banget." Kata Rizan sambil mengelus-elus lengannya, dalam hatinya ia mulai merasa tidak betah berada di acara ini.
"Acara ulang tahun pasti memang rame, Bang. Apalagi ini yang ultah anak Pak Jordan." Sahut Carel.
Jemian memperhatikan wajah Rizan yang terlihat tidak nyaman lalu melihat sekelilingnya guna mencari sesuatu yang dapat mengurangi rasa tidak nyaman sahabatnya itu.
"Ke sana aja yuk, banyak minuman." Ucap Jemian sambil menunjuk meja panjang yang terdapat banyak gelas berisi berbagai jenis minuman.
Rizan dan Carel hanya mengangguk dan mengikuti Jemian yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Abang, ini alkohol semua." Ucap Carel setelah mengamati jejeran minuman berwarna-warni.
"Oh iya ini alkohol." Gumam Jemian.
Rizan mengedipkan matanya beberapa kali, ia baru tahu kalau minuman-minuman berwarna ceria seperti minuman anak-anak ini mengandung alkohol. Rizan malah berpikir kalau ini semacam sirup atau mojito, ia meringis, karena merasa malu atas pemikirannya yang terlalu polos.
"Ya udah minum teh aja." Ucap Jemian sambil menunjuk dispenser besar yang berisi teh.
Akhirnya mereka bertiga beranjak ke meja yang terdapat dispenser berisi teh dan kopi.
"Mau es teh atau teh anget?" Tanya Jemian.
"Apa?" Carel mencondongkan tubuhnya ke Jemian, karena tidak mendengar pertanyaan Jemian, Rizan juga tidak bisa mendengarnya, karena suaranya tersamarkan oleh orang-orang.
"Es teh atau teh anget?" Jemian mengulangi pertanyaannya dengan suara yang lebih keras.
"Gue mau es teh." Jawab Carel dan mengambil paper cup lalu mengisinya dengan es teh.
"Lo mau apa?" Tanya Jemian ke Rizan.
"Teh anget aja." Jawab Rizan.
Jemian langsung mengambil paper cup dan diisi teh hangat, kemudian diberikan kepada Rizan, sedangkan Jemian mengambil kopi hangat untuk dirinya sendiri. Selesai mengambil minum, mereka bertiga kembali ke sudut ruangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
