20. Kebakaran

1.6K 161 19
                                        

Kalian kereennn bisa melampaui target di chapter sebelumnya (⁠つ⁠≧⁠▽⁠≦⁠)⁠つ

Target kali ini masih sama yaa, 40 vote dan 5-7 komentar tanpa kata up/next/lanjut. Ayo gaess komen yang bahas isi ceritanya ini, seru tau bacain komenan kalian (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)

 Ayo gaess komen yang bahas isi ceritanya ini, seru tau bacain komenan kalian (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ayooo masuk ke saluran wa kuuuu! Di situ ada info tentang kapan aku up dan spoiler². Bisa masuk lewat barcode ini atau link di akun bio ku.

Cuma revisi sekali doang, jadi aku minta maaf banget kalo banyak typo & kalimat yang kurang nyambung🙏🏻

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Selesai berkumpul para member pun bubar, ada yang ke kamar, ada yang masih di ruang tengah, dan ada yang ke dapur.

Carel mencuci tangannya yang kotor di wastafel setelah selesai mewarnai buku gambarnya, sebenarnya belum sepenuhnya selesai karena Rizan ingin bersiap-siap untuk pergi ke pesta ulang tahun temannya.

Ia berbalik dan melihat Jihan yang berdiri di pintu masuk dapur dengan kedua tangannya menyilang di dada, Jihan hanya menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Carel menghiraukannya dan membuka kulkas lalu mengambil susu kotak Milo yang tersisa satu. Ia menutup kembali pintu kulkasnya dan berjalan menuju pintu dapur.

"Awas." Carel menatap Jihan yang menghalangi jalannya.

Jihan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidur di kamar gue."

"Siapa?"

"Lo."

Carel mengerutkan keningnya, ia tidak paham, "Terus lo tidur di kamar gue?"

Jihan menghela napasnya lalu menurunkan tangannya, "Tidur bareng di kamar gue."

Carel spontan menggelengkan kepalanya, "Gak mau." Ucapnya.

"Kenapa?"

"Gue mau tidur di kamar gue sendiri."

"Minggir, gue mau lewat." Carel melewati Jihan, tapi susu Milo nya direbut Jihan.

Carel mengerutkan keningnya dan ingin mengambilnya, tetapi Jihan malah mengangkat susu itu tinggi-tinggi membuatnya kesusahan untuk menggapainya.

"Balikin gak?!" Pinta Carel menatap kesal ke Jihan.

"Tidur bareng." Ucap Jihan.

"Gak mau ihh."

"Ya udah susu nya buat gue."

"Jihan!"

Jihan mengendikkan bahunya acuh membuat Carel mengerang kesal.

"Nyebelin banget sih!" Ucap Carel dan pergi dari sana.

Heaven In VillaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang