ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
"Loh kalian kok udah pulang?" Haikal baru saja memasuki ruang tengah dan langsung dikejutkan dengan kehadiran dua bungsu yang duduk di sofa sambil makan cireng seribuan.
"Bukannya kalian pulang jam 4?" Tanya Rizan dengan bingung.
"Kita izin pulang, Bang. Tadi di sekolah Carel jatuh dari tangga." Jawab Jihan.
"APA?!" Haikal memekik.
Sedangkan Rizan segera menghampiri Carel, "Ada yang luka gak?" Tanyanya dengan khawatir.
"Kaki kanan gue kekilir sama lengan kanan atas gue bengkak, sisanya aman." Jawab Carel.
"Kok bisa jatuh sih Carel?" Tanya Haikal.
"Kepleset." Jawab Carel.
"Lain kali hati-hati."
"Iyaaa."
Haikal membuka handphonenya dan mencari nomor tukang urut langganannya, setelah ketemu ia langsung menelponnya. Sementara itu Rizan berdiri dari duduknya.
"Gue mau masak, kalian mau makan apa?"
"Mau soup!" Ucap Carel.
"Soup apa?"
"Mending soup ayam atau soup daging, Jie?"
"Jangan soup, yang lain aja." Kata Jihan, dia bosen setiap hari makan soup karena soup adalah makanan yang wajib ada saat sarapan mau itu soup ayam, soup daging, soup sayur, dll.
"Terus apa? Gue mau yang berkuah, Jie." Kata Carel.
"Steam ikan mau?" Tawar Rizan.
"Gue juga deh." Ucap Jihan.
"Oke, Kal! Lo mau makan apa?" Tanya Rizan pada Haikal yang sibuk teleponan.
"Hah?" Sahut Haikal sambil menatap Rizan dengan tatapan bertanya.
"Lo mau makan apa?"
"Samain aja kayak lo."
Rizan mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk ganti baju terlebih dahulu sebelum masak, setelah itu dia pergi ke dapur dan menyiapkan bahan dari makanan yang diinginkan para membernya.
"Carel, gue udah manggil tukang urut, setengah jam lagi dateng." Kata Haikal setelah mematikan teleponnya.
Carel menggelengkan kepalanya heboh dan mengeluarkan rengekannya, "Gak mau di uruttt."
"Biar cepet sembuh Carel."
"Gak mauuu, sakiittt."
"Ya makanya di urut biar gak sakit lagi."
"GAK MAU!"
Carel berdiri dan hendak kabur ke kamarnya tetapi tidak berhasil karena tangannya dicekal oleh Jihan dan ditarik sampai dia duduk lagi di sofa
"Aaaaaa lepasss!" Carel berusaha melepaskan genggaman Jihan ditangannya namun bukannya dilepas, Jihan malah memeluk tubuhnya erat.
"Jihan!"
"Diam."
Carel menggeplak paha Jihan dengan tangan kirinya lalu diam dengan hati dongkol dan bibir cemberut, ia membiarkan Jihan memeluknya erat dari belakang.
Haikal menatap aneh kedua member termuda itu dan pamit pergi ke dapur untuk membantu Rizan memasak makan siang.
"Tadi kenapa Carel teriak?" Tanya Rizan setelah menyadari kehadiran Haikal di dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
