ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
Pagi harinya, semua member kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari. Rizan, Jemian dan Carel sudah sibuk berkutat di dapur sejak satu jam yang lalu, sementara member lainnya ada yang mandi dan ada yang sudah berpakaian rapi.
"Waahhh ada sop daging." Kata Mada yang baru saja datang ke dapur, dari nadanya terdengar jelas bahwa dia sangat antusias ketika melihat ada satu hidangan kesukaannya untuk sarapan kali ini.
Jemian menyahut perkataan Mada, "Kemarin lo bilang pengen makan sop daging, kan? So I made it for you."
"Ah, really? Thank you."
"You're welcome."
"Bang, tolong bawa ini ke meja makan." Titah Rizan sambil menunjuk mangkuk berisi sop daging yang dimaksud Mada tadi.
"Siap." Mada segera melaksanakan perintah Rizan, dalam sekejap ia sudah menghilang di balik tembok dapur.
Tak lama kemudian, semua makanan dan minuman sudah dihidangkan di meja makan beserta alat makannya.
Jafin yang baru datang di ruang makan langsung terpaku pada meja makan yang penuh dengan makanan dan minuman.
"Banyak banget?" Celetuknya dengan heran namun, tetap duduk di kursinya.
"Kan ini buat nyambut member kita yang udah pulang dengan selamat dan sehat, Fin." Balas Jemian dengan kocak.
"Oh iya, Haikal udah pulang ya semalem." Kata Jafin yang baru saja ingat dan diangguki Jemian.
Jafin menelisik makanan dan minuman yang ada di meja makan seperti sambel bawang, tempe dan tahu goreng, perkedel, terong balado, ayam goreng dan sop daging. Sedangkan minumannya ada air putih dan es kelapa muda, bahkan ada salad buah sebagai dessert nya.
"Makasih Kal, berkat lo, gue bisa makan mewah tanpa harus ngeluarin duit dulu."
"Haikal mana?" Pertanyaan Mada mengambil alih perhatian semua orang yang ada di meja makan itu.
"Mungkin masih tidur." Jawab Rizan sambil mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
"Jie?" Ucap Mada sambil menatap penuh arti ke Jihan.
Jihan yang paham dengan tatapan Mada pun mengangguk dan berdiri lalu pergi menuju kamar Haikal.
Tok tok tok
Cklek
"Bang?" Jihan melongok ke dalam kamar yang lumayan gelap itu karena gordennya tidak disingkap.
Jihan masuk dan mendekati kasur milik Haikal, ia mengedarkan pandangannya karena tidak melihat eksistensi sahabatnya itu. Tiba-tiba Haikal keluar dari pintu kamar mandi membuat Jihan menatapnya.
"Jie? Kenapa?" Tanya Haikal ketika melihat Jihan ada di kamarnya, ia dengan santai berjalan menuju lemari pakaian padahal tubuhnya tidak memakai atasan sama sekali alias telanjang dada.
"Body lo bagus juga." Kata Jihan, sama sekali tidak sinkron.
Haikal terkekeh kecil dan mengucapkan terimakasih lalu memakai baju hitam yang 70% mendominasi lemarinya.
"Lo disuruh manggil gue buat sarapan, kan? Ayo." Ajak Haikal sambil melangkah menuju pintu kamarnya, Jihan pun mengikutinya dari belakang.
"Pagiiii." Ucap Haikal dengan riang setelah sampai di meja makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
