28. Ada Titipan Paket

849 106 28
                                        

Target dulu yuk, 50 vote 10 komen, malemnya langsung up.

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Usai mengantarkan Wendy dan Nathan ke bandara, kedua pemimpin geng Dream itu mampir ke toko roti yang tak jauh dari bandara. Awalnya Jafin ingin langsung ke rumah sakit untuk menjenguk Rizan, tapi Mada minta mampir ke toko roti dulu untuk membeli beberapa bolu gulung dan kue tart buah sebagai buah tangan.

"Gue yakin yang makan bolu ini bukan Rizan, tapi Jihan," kata Jafin sambil mengeluarkan tiga lembar kertas merah dari dompetnya.

"Makanya gue sekalian ambil kue tart, Fin," kata Mada, dia juga yakin sekali kalau Rizan hanya akan memakan kue tart buah nya saja, sedangkan bolu gulung nya? Tidak akan disentuh sama sekali.

Mereka paham betul dengan selera Rizan.

"Ayo," Jafin menenteng dua kresek besar berisi bolu gulung dan berjalan keluar dari toko, Mada pun menyusul dibelakangnya sambil membawa satu kresek berisi kue tart buah.

Mada duduk di kursi pengemudi setelah menaruh barang belanjaan ke kursi belakang, saat dia memasang sabuk pengaman tiba-tiba teringat sesuatu.

"Jafin."

Yang dipanggil melirik sekilas dari kursi penumpang, "Hm?" dehemnya.

"We forgot to buy the drink."

Jafin yang duduk di sebelahnya pun berkata, "Beli jus buah yang di depan rumah sakit aja."

"Emang ada?"

"Ada."

"Oke."

Setelah percakapan singkat itu Mada menyalakan mesin mobil milik Carel dan mengendarainya menuju rumah sakit.

"Serius amat muka lo, Fin. Ngeliatin apa sih?" tanya Mada, dia melirik Jafin yang menatap lekat handphone-nya.

Bukannya menjawab, Jafin malah bertanya, "Lo tau Karina, Bang?"

"Karina?" beo Mada.

"Iya Karina, Karina Celestina."

Mada menyipitkan matanya, dia berusaha mengingat siapa yang dikatakan Jafin, "Yang selebnya fakultas farmasi itu, bukan?" tanya nya.

"Iya."

"Dia juga temen SMA lo, kan ya?" pertanyaan Mada dijawab oleh deheman Jafin.

"Kenapa emangnya sama cewek itu?"

Helaan napas pendek terdengar dari orang yang duduk di samping Mada, "Dia ngechat gue, ngajak reunian bareng yang lain nanti malem," jawabnya.

Mada menaikkan alisnya, "Terus lo terima?"

"Gak tau gue, pengen ikut tapi males."

"Ikut aja lah biar lo ada kegiatan selama liburan, emangnya lo gak bosen di villa terus?"

Jafin tidak langsung menjawab, dia berpikir sejenak, "Nanti lah gue pikir-pikir lagi."

Mada mengangguk-angguk, "Hmm pikir baik-baik."

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Sementara itu di ruang rawat inap Rizan, anak itu sedang asik main TOD alias Truth or Dare bersama anggota Dream lainnya. Mereka duduk melingkar di karpet, tumbler milik Jemian diletakkan di tengah-tengah. Jemian sendiri hanya pasrah tumbler kesayangannya digunakan untuk bermain.

"Truth or dare?" tanya Jemian ketika ujung tumbler nya berhenti di Haikal.

"Dare," jawab Haikal dengan mantap, namun sedetik kemudian dia menyesal kala Jemian mengeluarkan senyum setannya.

Heaven In VillaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang