15. Rencana Liburan

1.2K 135 9
                                        

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Hari sudah menjelang Maghrib, di ruang tengah terdapat Mada, Jafin, Carel dan Jihan yang sedang mendiskusikan sesuatu, sedangkan para juru dapur sedang sibuk memasak untuk makan malam.

Keempat member di ruang tengah asyik mendiskusikan sesuatu, raut wajah serius mereka menggambarkan betapa pentingnya topik pembicaraan yang mereka bicarakan diselingi aroma harum masakan lezat dari dapur yang menguar di udara.

"Masa libur semester ke sana lagi, gak seru ah, ganti tempat kek." Protes Carel.

"Iya, kita udah ke sana dua kali loh, Kak. Gue bosen." Timpal Jihan.

"Tuh, Jihan aja setuju."

"Terus mau liburan ke mana dong? Itu udah tempat yang pas, deket dan murah." Kata Mada.

"Dufan aja gak sih? Kita, kan jarang main ke sana kalo bertujuh." Usul Jafin.

"Dufan doang?" Tanya Mada.

"Ya, enggak. Habis ke Dufan kita jalan-jalan ke tempat lain." Jawab Jafin.

"Lagian liburnya dua Minggu, kan? Seminggu buat liburan, seminggu nya lagi pulang ke rumah. Sehari dua hari kita jalan-jalan di Jakarta, terus sisanya bisa ke kota lain."

"Ide nya boleh dipake tuh, daripada seminggu liburan di satu tempat aja." Ucap Carel yang setuju dengan usulan Jafin.

Mada mengangguk-anggukkan kepalanya, tampaknya dia agak setuju dengan usulan sang kapten tetapi raut wajahnya masih terlihat ragu.

"Udah lah, Kak, apa sih yang diraguin? Itu ide yang paling bagus yang muncul di otak gue." Ucap Jafin.

"Tanya ke yang lainnya dulu, gue gak berani ambil keputusan sendiri, takut gue sama Rizan." Ucap Mada dan memberikan cengirannya.

"Ketua kok takut sama anggota nya." Ejek Carel.

"Rizan kalo udah marah itu serem tau!" Balas Mada.

"Masa? Enggak kok, malah lucu." Jafin menyangkal ucapan Mada.

"Lucu tapi ada serem-serem nya."

Jihan mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Mada yang tidak jelas, "Apasih, Kak? Gak jelas."

Tapi Mada malah tertawa membuat mereka bertiga refleks menjauh dari Mada.

"Gak waras ni anak." Gumam Jafin.

Klek

"AAAAAA."

Semua member yang ada di villa dikejutkan dengan lampu yang tiba-tiba mati disusul teriakan Rizan.

"KOK TIBA-TIBA MATI LAMPU SIH??!" Teriakan Rizan terdengar sampai ruang tengah, mungkin sampai ruang tamu juga.

Lalu terdengar teguran dari Jemian, "Ampun, Riz suara lo, gak usah teriak-teriak."

Keempat member yang ada di ruang tengah secara kompak menyala senter handphone mereka, Mada ke luar untuk menghampiri satpam, sedangkan sisanya ke dapur untuk menerangi kegelapan di dapur.

"Jafin, tolong senterin ke sini." Pinta Jemian yang langsung dituruti Jafin.

Jemian dan Rizan lanjut memasak dibantu Jafin dan Jihan untuk menerangi penglihatan mereka berdua menggunakan senter.

Sementara itu Carel sedang mengekori Haikal ke ruang tengah untuk mencari lilin.

"Mana sih lilin nya." Gerutu Haikal karena tidak kunjung menemukan benda yang ia cari.

"Coba tanya ke Bang Rizan." Usul Carel dan diangguki Haikal.

Tetapi karena malas bolak-balik, Haikal memilih jalur alternatif yaitu

Heaven In VillaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang