Tujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa.
•
•
•
•
•
Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life!
Bukan genre BL/BxB/GAY!
Start: Rabu, 3 Juli 2024
End:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Join saluran wa ku yuk, biar kita bisa lebih leluasa buat berkomunikasi. Kalo males scan, linknya ada di bio akun ku yaa.
Target chapter ini 40 vote dan 5-7 komen tanpa kata up/next/lanjut. Kalo belum tercapai, aku gak bakalan up.
Bisa, kan? Bisa dong masa enggak.
ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
Hari ini Haikal sudah diperbolehkan pulang ke villa dengan catatan masih harus ke dokter setiap dua hari sekali untuk membersihkan lukanya dan mengganti perban, singkatnya rawat jalan.
Haikal pun sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya dengan lebih leluasa daripada sebelumnya meskipun dia masih meringis kesakitan kalau terlalu banyak bergerak.
Sekarang Haikal bersama Rizan dan kedua maknae berada di halaman belakang, mereka sedang memainkan permainan bernama ludo. Sebuah permainan yang mirip seperti ular tangga, tetapi tidak sama.
Jihan mengocok dadu sambil berkata, "Gue baru tau kalo dua setengah bulan lagi bakalan puasa."
Lalu ia melemparkan dadu nya sehingga muncul 4 titik di permukaan atas dadu.
Haikal menaikkan sebelah alisnya merasa heran, "Lo kenapa suka banget ketinggalan info sih? Padahal info puasa Ramadan udah dikasih tau di sosial media." Ucapnya.
Sambil menggerakkan pionnya Jihan membalas ucapan Haikal, "Pas pulang sekolah kemarin gue gak sengaja dengan omongan Ibu-ibu yang bahas puasa sama takjil. Disitu gue baru tau kalo puasa sebentar lagi dimulai." Ungkapnya panjang lebar.
Kini giliran Rizan yang mengocok dadu nya.
"Makanya jadi orang tuh jangan suka ketinggalan info." Cerca Rizan dan melemparkan dadu nya, 5 titik pun muncul membuatnya berseru senang.
"Yes! Kena lo, Kal." Seru nya.
"Anjir lah." Umpat Haikal merasa tidak terima ketika salah satu pionnya dari 4 pion 'ditendang' oleh Rizan sehingga pionnya itu balik ke tempat awal.
"Awas lo ya, gue bales nanti." Haikal mengancam sambil menunjuk wajah Rizan.
"Bentar lagi bulan Ramadan loh, gak boleh ngomong kasar dan ngancem." Ucap Carel dengan nada mengejek.
Haikal pun cemberut lalu berkata sembari tangannya bergerak mengocok dadu, "Iya iya."
"Anying kok jadi gue yang kena?" Seru Carel tidak terima karena dadu yang dilempar Haikal memunculkan 2 titik, tepat dimana salah satu pionnya berada.
Haikal tertawa senang dan mengulangi perkataan Carel dengan nada yang amat sangat menyebalkan, "Bentar lagi bulan Ramadan, gak boleh ngomong kasar."
Carel menatap sebal ke Haikal dengan bibir cemberut lalu mengambil alih dadu dari tangan Haikal, ia mengocok dadu nya dan melemparnya.