17. Hubungan Istimewa

1.5K 140 2
                                        

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Sudah bukan rahasia lagi kalau Rizan sangat menyukai teh mau itu manis atau pahit sekalipun. Setiap hari minuman itu tidak pernah absen dia minum.

Rizan memasukkan beberapa es batu ke gelas yang berisi teh panas, es batu itu berguna untuk mengurangi suhu panas dari teh sehingga memudahkannya untuk meminumnya.

Setelah merasa teh nya sudah cukup dingin, Rizan meminum sedikit demi sedikit sampai habis setengah gelas.

"Kakak minum teh lagi?"

Pertanyaan Jihan yang muncul dari ruang tengah menarik perhatian Rizan untuk menoleh ke sahabatnya itu.

"Iya, lo mau?" Jawab Rizan sekaligus menawarkan teh kepada Jihan.

Sayangnya Jihan menggelengkan kepalanya, tanda tidak mau. Rizan hanya mengangguk saja, tidak ingin memaksa.

"Lo mau ngapain?" Tanya Rizan.

"Mau jajan, gue laper." Jawab Jihan.

"Di sini gak ada jajan, udah habis. Lo beli aja di warung." Ucap Rizan.

"Beneran dah habis semua?" Tanya Jihan memastikan, siapa tahu Rizan berbohong.

"Beneran."

Rizan meletakkan gelasnya yang masih terisi susu dan bertanya, "Lagian lo mau jajan apa sih? Hari-hari jajan mulu."

"Gue mau cobain snack campur yang lagi viral itu." Penjelasan dari Jihan membuat dahi Rizan mengerut dan berpikir jajanan apa yang dimaksud Jihan.

Beberapa detik kemudian akhirnya Rizan tahu jajanan yang dimaksud Jihan, "Oh, jajan itu toh." Ucapnya.

"Iya yang itu." Sahut Jihan.

"Snack nya gak ada, tapi sayur sama bahan yang lainnya ada. Kalo lo mau, beli sana snack nya." Kata Rizan.

"Kakak mau bikinin?" Tanya Jihan sedikit antusias dan berharap.

Rizan menganggukkan kepalanya dan berkata, "Beli yang banyak."

"Oke!" Jihan langsung berlari kecil meninggalkan Rizan yang masih di dapur.

"Bocah tau nya jajan doang." Gumam Rizan dan kembali meminum tehnya.

Carel yang sedang menuruni tangga menjadi kebingungan ketika melihat Jihan berlari kecil dari arah dapur ke ruang tamu.

"Jihan! Mau kemana?" Tanya Carel sedikit meninggikan suaranya sambil menuruni tangga dengan cepat untuk menyusul Jihan.

"Ke warung depan." Jawab Jihan sambil membuka pintu villa.

"Ikut, gue mau ikut." Pinta Carel.

"Minta nya yang manis dulu." Ucap Jihan membuat Carel cemberut.

"Gak mau." Tolak Carel sambil menggelengkan kepalanya.

"Yaudah gak usah ikut." Jihan hampir meninggalkan Carel tetapi tidak jadi.

"Ishh iya-iya!"

Jihan mengulum bibirnya, "Cepetan."

"Kak Jihan, aku mau ikut."

Runtuh sudah ekspektasi Jihan ketika Carel berkata seperti itu dengan wajah datar.

"Ngomong yang bener." Titah Jihan.

Carel menarik napasnya dan dihembuskan cepat, ia memeluk Jihan lalu mendongakkan kepalanya sedikit.

"Kak Jihan, Carel mau ikut Kakak. Boleh ya?"

Jihan mendongak sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan lalu kembali menatap Carel.

"Iya boleh." Ucap Jihan.

Heaven In VillaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang