Double up sebagai bentuk minta maaf ku ke kalian, dimaafin kan?🥺
ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
Tidak ada yang tahu kapan musibah akan datang, seperti musibah yang dialami Haikal tadi sore. Niatnya pengen pulang malah diserempet mobil sampai ia terluka.
Karena itu, Haikal harus dirawat inap sampai lusa besok dan dilanjut rawat jalan sampai lukanya pulih.
Saat ini ketujuh laki-laki itu sudah berkumpul menjadi satu di ruang rawat inap Haikal, mereka sedang makan malam bersama-sama yang terbilang telat karena waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
Haikal pun sudah dipindahkan ke ruangan VIP dari ruangan umum sebelumnya, itu berkat Carel yang mengajukan permintaan untuk pindah ruangan kepada pihak rumah sakit dan tentu saja itu tidak gratis, biayanya tidak murah tetapi itu bukan masalah bagi Carel.
Asalkan Haikal nyaman, maka Carel senang.
"Minum obatnya." Ujar Rizan sembari memberikan segelas air putih ke Haikal.
Haikal memasukkan obatnya ke dalam mulut dan meminum air putih itu lalu ditelan, dia melakukannya 3x sampai obatnya habis. Rizan mengambil gelasnya dan ditaruh di meja kecil sebelah ranjang lalu ia membereskan peralatan makan Haikal.
Haikal tersenyum gemas melihat wajah polos Rizan, dia mengusap kepala Rizan dan berkata, "Makasih bayi."
"Hm." Rizan mengangguk dan berdiri, ia sudah selesai menyuapi Haikal karena sahabatnya itu sedikit kesulitan untuk menggerakkan tangannya yang terluka.
Setelahnya Rizan menghampiri sahabat-sahabatnya yang berkumpul di sofa, bisa ia lihat kalau mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Ia menaruh peralatan makan Haikal di meja dan duduk di sebelah Jemian, karena sofa yang lainnya sudah penuh.
Jemian memberikan piring plastik berisi jatah makan Rizan ke si pemiliknya dan diterima baik oleh Rizan.
Rizan langsung memakan makanannya karena perutnya sudah lapar sedari tadi, tetapi ia menahan rasa laparnya untuk menyuapi Haikal terlebih dahulu agar sahabatnya itu bisa minum obat.
"Ini kita semua nginep di sini?" Celetuk Carel.
"Enggak lah, satu atau dua orang aja. Lo sama Jihan tetep tidur di villa, besok kalian sekolah." Ucap Mada, yang disebut namanya hanya mengangguk saja tanpa membantah.
"Dua orang itu siapa?" Tanya Jemian.
"Yang besok kelasnya siang." Jawab Mada.
"Gue gak bisa soalnya ada kelas pagi." Ucap Mada.
"Gue juga kelas pagi, besok." Balas Jemian.
"Gue bisa, besok gue kelas siang." Ucap Rizan setelah menelan makanannya.
"Kalo gitu gue sama Rizan aja, kebetulan besok gue kelas siang." Kata Jafin yang sedang makan buah apel.
"Good." Mada mengangguk-anggukkan kepalanya.
Dua jam berlalu di ruangan VIP itu tersisa Rizan, Jafin dan Haikal, sedangkan yang lainnya sudah pulang ke villa.
Rizan menaikkan suhu AC sampai 19 derajat supaya ruangan tidak terlalu dingin. Ia dan Jafin akan tidur di sofa sementara Haikal tidur di ranjangnya.
Tadi Haikal menawarkan Rizan untuk tidur di ranjang bersamanya, tetapi Rizan menolak dengan alasan takut menyenggol luka Haikal saat tidur nanti.
Saat berangkat tadi Rizan tidak membawa jaket sehingga Jemian meminjamkan jaketnya agar Rizan tidak kedinginan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
