11. Rentetan Masalah

1.5K 130 9
                                        

Selamat tahun baru!

Kita ketemu lagi setelah satu tahun lamanya.

ԅ۝✧GENG DREAM✧۝ԅ

Hari ini Rizan merasa kesabarannya diuji mentah-mentah. Sebab sedari berangkat sampai pulang kuliah, banyak sekali kejadian menjengkelkan yang menimpanya.

Saat dia presentasi tadi untuk menjelaskan hasil kerjanya, ada salah satu temannya yang rese nanyain terus sampai dosennya sendiri turun tangan untuk membungkam mulut temannya itu karena tidak henti-hentinya bertanya.

Ketika istirahat tiba, Rizan pergi ke toilet dan tidak sengaja mendengar perbincangan tiga orang lainnya yang berada di dalam toilet juga sedang menggunjing dirinya, topiknya tidak jauh dari postingan Ig nya yang sempat viral itu.

Untungnya hari ini dia hanya ada 3 kelas karena ada dosen yang izin tidak hadir sehingga dia bisa pulang cepat.

"Haahh, hari ini kenapa sih? Gue ada buat salah?"

Rizan menghela napasnya lelah, ia menyandarkan punggungnya ke kursi mobil. Kepalanya terasa pening setelah menghadapi rentetan masalah yang tidak diundang, menghampirinya hari ini.

Bahkan ia baru saja menghadapi beberapa cewek yang mengajaknya ngobrol tadi. Mereka memborbardir nya dengan pertanyaan yang mengarah pada produk perawatan yang ia gunakan.

Mereka pikir Rizan tidak menyadarinya? Meskipun ia terlihat polos seperti anak kecil, tetapi ia tidak sepolos dan sebodoh itu untuk tidak menyadari kalau kalau mereka sedang menjelek-jelekkannya menggunakan cara halus.

Ting

Ting

Rizan mengambil handphonenya dan menyalakan benda itu, ia membuka pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

+62 12345678

Ini baru permulaan 15.55
Tunggu pembalasan lainnya dari gw 15.55

Pengecut 15.55
Dasar manusia menjijikan 15.55

Anda memblokir nomor ini

Rizan mematikan handphone setelah memblokir nomor tidak dikenal itu, rasa kesal menyerbu hatinya. Terlebih pesan yang ia kirim mendapatkan centang satu yang artinya nomor itu sudah memblokir nomornya lebih dulu.

"Sebenernya siapa sih orang gila itu?"

Sekali lagi Rizan menghembuskan nafasnya dengan lelah lalu menyalakan mesin mobilnya. Ia mau berkeliling saja daripada pusing memikirkan siapa pelaku dibalik semua kejadian yang menimpanya hari ini.

Sekarang Rizan sedang dalam perjalanan menuju Monas, monumen nasional dan salah satu yang menjadi ikon nya Indonesia.

Kebetulan sekali deadline untuk tugas melukisnya itu lusa besok dan baru sekarang Rizan mempunyai waktu untuk berkeliling agar mendapatkan referensi.

Setibanya di dalam monumen Monas, ia melihat-lihat ilustrasi patung dan gambar dan membaca penjelasan dari peristiwa bersejarah dan penting yang pernah terjadi di Indonesia. Seperti peristiwa G30SPKI, pertempuran-pertempuran di Indonesia, dan peristiwa-peristiwa bersejarah lainnya.

Melihat itu Rizan jadi terinspirasi untuk melukis ilustrasi peristiwa G30SPKI lebih tepatnya di momen saat para anggota PKI dengan tidak berperikemanusiaan mengubur para jendral ke dalam lubang buaya setelah mereka bunuh dengan begitu keji.

Rizan yakin sekali saat mengumpulkan tugasnya nanti hanya dia sendiri yang berbeda, karena jarang sekali ada mahasiswa yang melukis peristiwa bersejarah untuk tugasnya.

Heaven In VillaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang