Vote, sayang.
ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
"Lo beneran mau masuk sekolah?"
Carel menatap jengah ke Mada yang terus-menerus bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Iyaaaaaa. Abang udah nanya lima kali loh." Ucap Carel dengan kesal.
Sudah 5 hari berlalu semenjak Carel jatuh dari tangga yang mengharuskannya untuk izin tidak masuk sekolah karena sakit.
Hari ini Carel memutuskan untuk kembali masuk sekolah lantaran merasa kaki dan bahunya sudah tidak terlalu sakit, dia tidak mau berlama-lama di villa, bosan sekali rasanya jika tidak bisa bergerak bebas.
Untungnya ada Jihan yang selalu membantunya untuk belajar dan mengerjakan tugas yang besoknya akan Jihan kumpulkan secara langsung di meja guru, kalau tidak, pasti nilainya banyak yang kosong.
"Tapi kaki lo masih sakit." Kata Jafin.
"Dah gak terlalu sakit, gue juga udah bisa jalan." Ucap Carel.
"Please biarin gue sekolah, gue udah izin 5 hari loh. Ya, ya? Ya?" Pinta Carel memohon pada kedua pemimpin geng Dream yang sedari tadi menahannya untuk tidak sekolah.
Kedua pemimpin itu saling pandang selama beberapa detik lalu Mada memutuskannya terlebih dahulu dan berkata, "Oke, tapi kalo bahu sama kaki lo sakit lagi, langsung izin pulang."
Kini giliran Jafin yang berkata, "Jangan lari-lari dan jangan angkat beban berat di sekolah!"
"Iyaaa." Balas Carel.
"Jagain Carel nya ya, Jie." Pinta Mada pada Jihan yang berdiri di belakang Carel.
"Dengan senang hati, kak." Ucap Jihan menyanggupi permintaan ketua geng Dream.
Carel memicingkan matanya ke Jihan dibalas seringaian kecil oleh Jihan, yang benar saja, dia bukan anak kecil yang harus dijagain.
"Carel, dengerin semua kata-kata Jihan, oke?"
"Gak janji." Kata Carel dan mendengus.
"Kalo Carel nya bandel, cubit aja." Kata Jafin membuat Carel mendelik kesal.
"Oke, kak." Kata Jihan.
"Ihh udah ah, ayo berangkat!" Ucap Carel dan berlalu pergi menuju mobilnya meninggalkan ketiga member geng Dream yang masih pada tempatnya.
"Dia ngambek?" Tanya Mada.
"Mungkin." Jawab Jafin.
"Yaudah, gue berangkat dulu. Bye, kak." Ucap Jihan yang berpamitan pada kedua pemimpin geng Dream.
"Hati-hati nyetirnya!"
"Iya."
Jihan memasuki mobil milik Carel dan duduk di kursi pengemudi.
"Beli roti dulu ya." Kata Jihan sembari memasang sabuk pengaman.
"Hmm." Dehem Carel yang asik memainkan handphone nya.
Jihan menyalakan mesin mobil dan melaju ke luar gerbang, selang beberapa menit mereka sampai di jalan raya.
Jihan menepikan mobilnya di pinggir jalan ketika telah menemukan toko roti incarannya.
"Loh? Nggak di tempat biasanya?" Tanya Carel dibalas gelengan kepala dari Jihan.
"Tunggu sini." Ucap Jihan mengeluarkan perintahnya.
"Oke." Balas Carel dan kembali memainkan handphone sementara Jihan masuk ke toko roti itu.
20 menit berlalu tetapi Jihan tak kunjung kembali membuat Carel resah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
