Nikmati hari dengan membaca keseruan member geng Dream🌃
Baca sampai bawah ya, soalnya ada pertanyaan yang harus kalian jawab. Ada spoiler juga.
ԅ✧GENG DREAM✧ԅ
Ternyata dugaan Mada salah, listrik kembali nyala setelah acara makan malam selesai. Saat ini Jihan tengah mencuci peralatan makan sambil diawasi Rizan.
"Jie."
"Hm?"
Rizan menelan ludahnya, tiba-tiba lidahnya terasa kelu untuk berbicara.
Karena tak kunjung mendapatkan respon akhirnya Jihan menoleh sekilas ke Rizan dan kembali melanjutkan kegiatannya.
"Kenapa, Kak?"
"Nanti lo tidur di kamar lo?" Tanya Rizan.
"Iya." Jawab Jihan dan meletakkan piring terakhir ke rak piring.
"Kenapa emangnya? Kakak mau gue temenin tidur?" Tanya Jihan sambil mengeringkan tangannya menggunakan tisu.
"Ha? Enggak." Rizan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Jihan membuang tisu bekasnya ke tempat sampah, "Terus?"
"Cuma nanya aja soalnya gue mau ngerjain tugas." Ucap Rizan sepenuhnya berbohong.
Jihan hanya mengangguk tanpa merasa curiga, "Oh oke."
"Gue ke kamar duluan ya, Kak."
"Iya."
Mereka berdua pergi ke kamarnya masing-masing, baru saja Rizan sampai di depan tangga, sudah ada yang memanggilnya membuat Rizan mengurungkan niatnya untuk menyusul Jihan yang sudah lebih dulu sampai di lantai atas.
"Rizan." Jemian berjalan mendekati Rizan yang masih berada pada tempatnya.
"Kenapa, Na?" Tanya Rizan.
Alih-alih menjawab, Jemian malah memberi pertanyaan, "Lo sibuk gak?"
Rizan terdiam sejenak, dia ingin menjawab iya tapi takut kalau Jemian butuh bantuan, "Enggak, kenapa? Lo butuh bantuan apa?"
Jemian mengulas senyum sekilas melihat kepekaan Rizan dan menjawab, "Bantuin gue desain ppt di Canva"
"Kapan?"
"Sekarang."
Rizan hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki Jemian menuju kamar Jemian.
Rizan memasuki kamar Jemian yang sedikit temaram dan menghampiri kasur Jemian yang terdapat laptop menyala di atasnya lalu duduk di kasur itu.
Layar laptop itu sudah menunjukkan ppt yang dibuat oleh Jemian tanpa desain, sangat polos karena hanya ada background putih dan tulisan menggunakan font Source Sans Pro, terlihat tidak menarik sama sekali.
"Lo mau desain yang kayak gimana?" Tanya Rizan mengambil alih laptop Jemian.
Jemian yang duduk di samping Rizan pun menjawab, "Gue gak tau, tapi dosen gue minta buat desainnya yang aesthetic tapi temanya alat-alat kesehatan."
"Ohh." Rizan mengangguk-angguk.
"Desain aja semau lo, sekalian betulin kata-kata nya kalo ada yang gak tepat." Ucap Jemian yang angkat tangan kalau sudah masalah mendesain.
"Beneran?" Tanya Rizan memastikan, kan tidak lucu kalau Jemian memarahinya karena desainnya tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.
"Hm, asal hasilnya aesthetic dan penjelasannya gak berubah total."
KAMU SEDANG MEMBACA
Heaven In Villa
FanfictionTujuh laki-laki tampan dengan persahabatan erat yang tinggal satu atap di sebuah villa. • • • • • Ini hanya fiksi, jadi jangan dianggap serius apalagi dibawa ke real life! Bukan genre BL/BxB/GAY! Start: Rabu, 3 Juli 2024 End:
