Rendezvous

133 12 7
                                        

Annyeong yorobun!
Masih adakah yg menyimpan work ini di library? Hehe

Maaf ya aku pindahin ke work baru judulnya Every Second
Semoga ada inspirasi lagi buat ngedraft short story hehe
Thank you~~


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎

Rendezvous

🍀


Apakah ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan yang tidak melibatkan perasaan? Bagi Irene, jawabannya tidak. Ia mengatakan hal tersebut karena ia mengalaminya sendiri bahwa ia menyukai sahabat dekatnya sedari kecil. Meski begitu, ia memilih untuk tetap menyembunyikan perasaannya karena sahabat laki-lakinya itu memiliki seorang kekasih.

"Kamu gimana sama Laura?" tanya Irene pada sahabatnya, Novan, yang terlihat murung malam itu.

"Eh? Maksudnya gimana?" tanya lelaki itu.

"Kamu udah lamar dia belum?" tanya Irene to the point karena hubungan sahabatnya dengan sang kekasih sudah terjalin lebih dari tiga tahun.

"Eum... Aku gak berani," jawab Novan tampak ragu.

"Kenapa? You two love each other, right?"

"I think she deserves a better man. I'm not good enough for her." Novan terlihat murung.

"Ya ampun, Van. Kenapa kamu bisa berpikir begitu? Kamu cowok paling baik dan sopan yang aku kenal selama ini."

"Aku tidak cukup kaya untuk jadi pendamping hidupnya, Rene," jawab Novan sambil menghela napas panjang.

"Yang bener aja? Kamu kerja di perusahaan impian semua orang."

"Still... Keluarga Laura lebih kaya... Dan aku sedang berpikir gimana caranya menyudahi hubungan kami."

"You will hurt her."

"I know. Tapi semakin lama aku sama dia, aku takut akan menyakitinya lebih jauh lagi."

"Kamu juga bakal sakit, Van. Aku tau kamu sayang banget sama dia."

"Aku akan berusaha baik-baik saja, Rene."

"Coba dipikir lagi baik-baik. Semangat ya, Van." Tidak ada yang bisa Irene lakukan selain menepuk pelan punggung sahabatnya.

Beberapa hari kemudian, Novan mengajak Irene bertemu. Ia ingin curhat pada Irene.

"Aku udah putus sama Laura," ujar Novan lirih.

"Huh?" Irene tentu saja kaget.

"Dia gak mau putus, tapi aku harus menyudahi hubungan kami."

"Kamu serius putusin dia?"

Novan mengangguk lemah.

"Kamu gak akan menyesal?" Irene kembali bertanya.

"I don't know. Untuk saat ini aku lagi pengen sendiri dan gak pengen mikirin apapun."

"Kalau gitu, kenapa ngajak ketemuan?"

"Aku butuh teman cerita. Dan kamu satu-satunya sahabatku sedari kecil, yang tahu kisah hidupku."

Irene tersenyum getir. Entah sampai kapan laki-laki di sampingnya ini sadar akan perasaannya.

"Ya udah, tetap semangat ya, Van."

▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎



Aku move ke EVERY SECOND YAA

Aku move ke EVERY SECOND YAA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

YUK MAMPIR

"EVERY SECOND"

"EVERY SECOND"

Part 2 siap publish kalau rame hehe


▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎



Rendezvous First published: 15.03.25

Halo, maaf update short story dulu ya
Lagi stuck lanjutin Last Scene wkwk😭 

Lanjut gak nih? Hehe
Udah lama ada di draft tapi belum kepikiran endingnya kayak gimana...
Nikahin apa gak usah ya ini Irene Novan? Wkwkwk

Yg belum baca Last Scene, yuk mampir gais🫰🏻

Yg belum baca Last Scene, yuk mampir gais🫰🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Thanks for your vomments 🫶🏻

MomentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang