chapter 十六

327 63 31
                                        

HAPPY READING

16






Satu minggu setelah kepergian Felix

"Bukannya ini agak kelewatan?"

Gelas kaca berisikan teh hangat yang mengepul-epul terangkat dari atas meja. Seorang perempuan bersarung tangan hitam itu menyeruput teh hitamnya perlahan, "Kelewatan?"

Lelaki yang sedari tadi duduk di hadapannya mulai jengah. Tatapan serius yang telah ia kerahkan teruntuk wanita itu nyatanya tak mempan sama sekali, "Kamu itu tidak punya hati, atau bagaimana?"

Kacamata hitam yang tadinya bertengger di atas tulang hidung wanita itu lantas terlepas begitu saja ketika ia memutuskan untuk melepaskan kacamatanya seiring dengan gelas kaca antik yang kembali bertemu dengan permukaan piring di atas meja bundar.

"Ini perintah. Memangnya kita bekerja untuk siapa? Joker? No, we're not. Kita bekerja untuk Tuan Edevane, Seungmin."

Mendengar penuturan tegas itu tak lantas membuat Seungmin mengendurkan pernyataannya, "Kita memang bekerja untuk ayahnya Joker. Tapi—"

"Stop it. Joker itu gila, begitu juga dengan ayahnya. Kalau dari awal kamu tahu mereka berdua itu gila, kamu juga harusnya siap dengan konsekuensi seperti sekarang."

Seungmin terdiam kemudian. Penuturan Ana barusan memang masuk akal. Lelaki muda itu menghela nafasnya pelan, "Tapi pemuda itu tidak ada salah sama sekali."

"Aku tidak peduli. Dia hanya pemuda malang yang tidak sengaja harus bertemu dengan Joker."

Pikiran Seungmin kembali melayang pada beberapa saat yang lalu, tepatnya seminggu sebelum hari ini ketika ia mengantarkan lelaki manis itu ke stasiun kota untuk segera meninggalkan Gyeongseong.

"Tapi kenapa Joker bisa seobsesi itu dengan Felix?" Tanya Seungmin lagi, kali ini sedikit lebih berani. Bagaimanapun juga, Ana adalah psikiater yang Tuan Edevane kerahkan untuk merawat Joker. Jadi sudah seharusnya Ana tahu mengenai seluk-beluk sikap abnormal Joker selama ini.

Wanita itu mengalihkan tatapannya ke arah jendela. Menampilkan jalanan di kota Ad-Darra yang tidak sepadat Gyeongseong, "Kamu tahu kan kalau Joker bukan mengidap DID? Dia itu pasien pengidap skizofrenia. Dan Joker juga mengidap PTSD yang mempengaruhi mental illness-nya yang lain. Dulu, ibunya hanya satu-satunya yang memperlakukan Joker sebagai manusia. Tapi kamu tahu apa kejadian selanjutnya?"

Alis Seungmin bertaut ketika mendapati perkataan menggantung dari lawan bicaranya. Lantas lelaki itu kembali bertanya, "Apa?"

Ana tersenyum kemudian, "Ibunya mati. Dan itu karena ulah ayah Joker sendiri. Mungkin karena Felix adalah pemuda yang juga disiksa habis-habisan oleh keluarga silamnya, secara naluriah Joker merasa harus menyelamatkan pemuda itu."

Ana lalu sedikit membenarkan posisi duduknya ketika ia ingin melanjutkan perkataannya yang masih terasa menjanggal, "Makanya Joker benar-benar membenci Tuan Edevane semenjak itu. Dan karena tragedi kematian Nyonya Edevane, Joker membentuk karakter baru di otaknya sendiri—"

"— dan itu Hyunjin."

Kemudian Seungmin mengangguk-angguk pelan, "Awalnya ku pikir dia mengidap kepribadian ganda," Tambah lelaki itu lagi.

Mr. SunshineWhere stories live. Discover now