HAPPY READING
17
19 jam yang lalu
Mark mendecih pelan. Sesaat setelah Lucas memberitahunya mengenai rencana penyuntikan mati pada Joker, buru-buru lelaki muda itu langsung meninggalkan teman barunya sendirian dan langsung menghubungi Felix.
"Tampaknya kakek tua itu memang sudah gila. Bisa-bisanya membunuh anaknya sendiri?" Ucap Mark tidak beraturan sembari mengernyit, menunggu sambungannya untuk segera diangkat oleh Felix.
"—Halo?"
"Felix! Kamu harus ke Ad-Darra sekarang!" Mark setengah memekik, saking paniknya dia. Entahlah, Mark sendiri juga tidak tahu-menahu mengapa dirinya yang merasa panik.
Beberapa detik terdiam lantas membuat Felix mengernyit, "Kenapa?"
Karena setahunya, Mark memang bekerja di Ad-Darra. Dan kota itu adalah tempat dimana Joker ditahan. Tentu Felix tahu. Laki-laki manis itu sudah mendengar semuanya dari Mark. Karena bagaimanapun, lelaki muda itu adalah salah satu bekas agent NIA.
"Apa ini menyangkut Joker?" Untuk sebuah alasan, Felix merasa takut. Setelah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, Felix mati-matian ingin pergi ke Ad-Darra, menemui Joker saat itu juga.
Namun pada saat itu Mark juga yang menghentikannya. Karena bagi Mark sendiri, menjemput Joker untuk keluar dari sana adalah hal yang mustahil. Jika Felix tidak berhati-hati dalam bertindak, bisa saja nyawa Joker yang menjadi taruhannya.
"Iya! Berhubungan dengan Joker— Ah! Aku akan menyuruh temanku kesana buat jemput kamu. Tunggu sebentar."
Sambungan terputus. Kali ini semakin membuat degup jantung laki-laki manis tersebut tidak karuan. Apakah ada sesuatu yang buruk menimpa Joker?
Tidak, Felix sendiri tidak bisa membayangkannya.
Dengan gugup Felix hanya bisa berdiri di perkarangan rumah, menunggu jemputan yang Mark ucapan tadi. Dan benar saja, dalam lima menit kemudian, sebuah mobil krim telah berhenti di depan rumahnya.
"Namamu Felix?" Tanya sang pengemudi sesaat setelah ia menurunkan jendela mobilnya.
Felix langsung mengangguk lalu bergerak masuk ke dalam mobil. Pikirannya serasa melayang, tidak mampu mencari ide-ide positif akan kabar Joker.
Pemuda itu begitu takut.
Jarak antara Greater Sand dan Ad-Darra sekitar seribu tiga ratus kilometer. Jika ditempuh dengan mobil, bisa memakan waktu hingga 13 jam lamanya. Namun karena sang pengendara mobil yang ditumpangi oleh Felix melajukan mobil dengan pesat, kini keduanya bisa sampai di Ad-Darra hanya dalam waktu 10 jam saja.
Felix yang terburu-buru keluar dari mobil hanya sempat tersenyum dan mengucapkan kata terima kasih singkat pada lelaki yang ia kenal sebagai Johnny itu.
Saat ia berjalan mendekati gedung besar yang dirinya tahu sebagai markas agen intelijen itu, Felix mendapati Mark sudah menunggunya di depan gerbang besar.
"Mark!"
Lelaki itu lantas menoleh pada asal suara, membuat pandangannya bertemu dengan Felix. Matanya langsung bergerak kesana dan kemari, setelah memastikan tidak ada orang lain disana, Mark berjalan mendekati Felix.
YOU ARE READING
Mr. Sunshine
FanfictionHYUNJIN-FELIX ⚠⚠WARNING⚠⚠ Rated: R-Restricted [17+] Genre: Fanfiction, Romance, Historical, Fantasy Tags: #fluffy, #abusive, #psychological, #hiddenagenda, #humantrafficking, #1970s, #doubleidentity, #mentalillnesses, #rape, #violance, #death Felix...
