Setelah segala drama yang menyelimuti ketika mereka bersiap-siap, akhirnya mereka sampai di arena MPL.
Mengingat di leg pertama mereka berhasil mengalahkan Alter Ego, seharusnya mereka juga bisa mengalahkannya di leg kedua ini. Tapi, Skylar selalu bilang bahwa hasil di leg pertama itu bukanlah yang menentukan.
Seusai briefing, mereka akhirnya naik ke atas stage untuk menuntaskan pertandingan malam ini. Wajah kelimanya tenang, seolah tidak ada beban yang dipikul. Mereka akan bermain seperti biasa, tidak ada yang spesial.
Namun, pada game pertama, RRQ kehilangan poin. Entah kenapa, mereka seolah kehilangan arah, apalagi Alter Ego bermain dengan begitu rusuh, dimana gameplay seperti itulah yang sangat menjadi PR untuk RRQ. Padahal, RRQ mendapatkan beberapa hero power dalam game tersebut, namun tampaknya itu bukanlah jawaban.
Sama halnya dengan game kedua. Meskipun mereka tampil dengan cukup lebih baik, namun Alter Ego tampil lebih baik lagi. Mereka berkali-kali mendapatkan momentum yang membuat RRQ tertinggal. Sehingga di game kedua, seolah tidak percaya, RRQ dikalahkan oleh Alter Ego dengan skor mutlak 2-0.
Sorak sorai para Alter Champs beserta desahan kecewa dari Kingdom mengantar kepergian RRQ ke backstage.
"Aman aja, Lek!" Hazle menyambut kelima temannya dengan suara yang ceria. Ia berusaha tersenyum cerah, walaupun hasil ini adalah hasil yang tidak terduga.
Dyren tersenyum kecil kemudian duduk di atas sofa.
"Apa yang salah, ya, Bang?" tanya Dyren pada Khezcute yang tengah melipat tangannya di dada.
"Nanti kita bahas di GH ya." ucap Khezcute.
"Itu setup lord terakhir kita emang kalah sih, guys." Idok kemudian berpendapat. "Alter Ego dapet bush-bush enak." lanjutnya.
"Setuju. Kita kalah dari setupnya." ucap Rinz.
"Iya guys, gapapa. Kalah bukan akhir dari segalanya." ucap NMM yang kemudian disahuti oleh sorakan jahil dari Dyren.
"Ih Ko Kep. Sekalinya ngomong ngeri kali." ucap Dyren.
Skylar ikut tertawa. "Udah lah. Hari ini kalah, tapi kita harus reset. Minggu depan lawan Liquid. Inget, kita belum tentu upper." ucapnya. "Tapi aman aja, boy." Skylar berusaha menenangkan teman-temannya.
Mereka semua pun mengangguk setuju. Lawan di minggu selanjutnya adalah lawan yang kuat, sehingga mereka harus sesegera mungkin reset. Kini, mereka sudah jauh lebih tenang. Wajah cerah kembali menghiasi.
Namun, Sutsujin masih bertengkar dengan pikirannya sendiri. Kekalahan mereka hari ini berbeda dengan kekalahan ketika melawan EVOS di minggu lalu. Tidak ada strategi baru yang mereka coba, semua kembali pada gameplay mereka. Sutsujin yakin. Ada sesuatu yang salah dengan dirinya.
***
Usai kekalahan melawan Alter Ego di hari Sabtu kemarin, semua kembali normal. Skylar dan Dyren seperti biasa adalah yang paling berisik dengan Rinz yang ikut meramaikan, Hazle sibuk dengan PR-nya, sementara Idok menonton pertandingan-pertandingan Team Liquid untuk kembali mempelajari gameplay mereka, sebab mereka akan melawan Liquid di hari Sabtu nanti.
Namun, berbeda dengan Sutsujin. Ketika teman-temannya sudah mulai move on, Sutsujin malah terus larut dalam gameplaynya ketika melawan Alter Ego. Ia berkali-kali menonton ulang game tersebut hingga membuat Skylar pun bosan dibuatnya.
"Udah dulu ngga sih, Thur? Berapa kali kau nonton ulang match itu?" tegur Skylar. Sutsujin berdeham. Ia tetap memerhatikan momen-momen ketika mereka melakukan overcommit, ketika kehilangan objektif, atau ketika kalah rotasi. Ia merasa kebanyakan kesalahan-kesalahan itu dimulai dari dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
trust.
FanfictionIni tentang Sutsujin, yang berusaha untuk mengatasi ketakutannya, lalu belajar untuk membuka hatinya kembali. Ini juga tentang Skylar, Rinz, Dyren, Idok, dan Hazle yang berusaha meruntuhkan tembok yang dibangun tinggi oleh Sutsujin, membantunya meng...
