14: Juara Regular Season

780 67 4
                                        

"Ih, kesal kali aku dengarnya. Serius, Ko, kau digituin?" ucap Dyren. Sutsujin mengangguk sambil tersenyum tipis.

Ia baru saja menceritakan ceritanya kepada teman-temannya yang lain. Beragam reaksi muncul. Ada yang ikut kesal seperti Dyren, ada yang ikut berceloteh walaupun tidak nyambung seperti Hazle, atau bahkan yang hanya diam sambil sesekali mengangguk seperti Idok.

"Tapi, gue udah jauh lebih baik sekarang sih. Lagi berusaha lupain juga." ucap Sutsujin. Dyren kemudian merangkul Sutsujin secara tiba-tiba.

"Tenang, Ko. Kau disini kujagain. Ngga akan kau kutinggal." ucapnya. Walaupun terdengar bercanda, tapi Sutsujin tahu kalau Dyren mengucapkannya dengan serius.

"Terus, itu luka lo kenapa, Ko?" tanya Hazle sambil menunjuk luka pada lutut Sutsujin.

"Masih pensaran lo, Prab?" celetuk Idok dan disahuti Hazle dengan anggukan kepala.

"Ya penasaran lah." ucap Hazle.

"Berantem dia sama Rinz. Tonjok-tonjokan, terus yang kena lututnya. Jadinya begitu deh." ucap Dyren.

"Ngga usah bikin-bikin cerita ngaco, Ren." ucap Skylar memperingati, sementara Dyren hanya cekikikan di tempatnya.

"Ih, serius lah aku woy!" seru Hazle merasa kesal, karena sedari tadi pertanyaannya tidak kunjung terjawab.

"Semalem si Rinz sama Arthur berantem. Bahkan sampe todong-todongan pisau. Lo ngga tau karena lo tidur." ucap Idok setengah berbohong. Hazle membelalak kaget.

"Hah serius?!" serunya. Idok dengan tampang yang begitu meyakinkan, mengangguk pasti. Sutsujin dan Skylar menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tindak penipuan yang dilakukan Idok.

"Ngga usah lo ngarang cerita ya, Dok." ucap Rinz. "Ngga gitu ceritanya." lanjutnya.

"Apa sih. Kalian tuh pada ngga jelas." gerutu Hazle yang sudah begitu muak. "Serius nanya aku." lanjutnya.

"Rinz sama Sutsujin berantem kemarin, tapi ngga sampe todong-todongan pisau. Terus mereka diem-dieman, terus Arthur jalan-jalan naik motor, terus kepeleset karena ngga fokus mikirin masalah berantem. Akhirnya, taraaa luka deh." ucap Dyren.

"Tumben lo bener jelasinnya." ucap Skylar.

"Ohh jadi gitu ceritanya. Terus, gimana Ko? Tadi lo sampe harus ke rumah sakit gitu." ucap Hazle karena tadi sore, Xoxo membawa Sutsujin ke rumah sakit.

"Ya, gue ngga apa-apa. Ke rumah sakit biar lukanya diobatin yang bener." ucap Sutsujin. Hazle kemudian mengangguk-angguk mengerti.

"Paham ngga sekarang Prab?" tanya Idok.

"Paham lah. Kan enak begini, gue pun tau masalahnya." ucap Hazle. "Sekarang laper. Gimana Bangler katanya mau traktir." celetuknya asal.

"Weh, sembarangan. Kapan gue bilang? Jangan ngarang-ngarang aja kau ya!" seru Skylar tidak terima.

Dyren tersenyum jahil. "Ayo lah, Ler. Kau kan abang-abangan kami." ucapnya dengan nada memelas.

"Jangan pelit-pelit gitu, Lek." sambung Rinz.

Skylar memutar bola matanya, namun kemudian ia membuka aplikasi hijau di ponselnya.

"Yaudah mau makan apa?" tawarnya. Tawaran itu lantas mengundang senyum lebar dari kelima player.

"Seafood seafood!" seru Dyren.

"Seafood mulu bosen ah. Yang lain!" seru Hazle.

"Gue setuju seafood sih." ucap Idok.

"Jangan seafood. Ayam aja ayam." ucap Rinz.

"Apa sih, Rin. Nanti jadi bertelur kau gara-gara makan ayam." celetuk Dyren.

trust.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang