18: Have to Stay Together

714 71 1
                                        

Kemenangan melawan GEEK Fam dengan skor yang cukup memuaskan yakni 3-1 merupakan momentum awal bagi RRQ untuk terus tampil dengan baik di babak playoffs. Walaupun Sutsujin sebenarnya merasa tidak enak karena harus melawan temannya sendiri, tapi mereka adalah seorang profesional, sehingga mau bagaimanapun hasilnya, seharusnya itu tidak merusak pertemanan mereka. 

Esok, mereka akan melawan TLID untuk memperebutkan slot grand-final sekaligus slot M6. Jujur saja, keenamnya cukup percaya diri untuk dapat mengalahkan Team Liquid. Karena pertandingan mereka dimulai di malam hari, maka pagi ini RRQ telah sibuk dengan latihan mereka.

Suasana saat ini cukup baik. Skylar telah kembali pada setelan pabriknya, dan yang lain pun bersikap normal. Dyren yang berisik, Hazle yang menjadi korban kejahilan, Rinz yang sesekali ikut meramaikan, serta Idok dan Sutsujin yang bertindak sebagai penonton. Mereka sibuk dengan dunia mereka hingga Khezcute beserta NMM masuk ke dalam ruangan tempat mereka akan berlatih. 

"Udah dulu bercandanya. Latihan dulu sekarang." ucap NMM menengahi perkelahian yang tentu saja merupakan candaan di antara anak-anaknya.

Latihan pun dimulai, dengan masih Sutsujin yang menjadi fokus sebagai jungler. Di babak playoff, kemungkinan Sutsujin lah yang akan full main, karena ialah jungler utama tim. Sementara Hazle, akan bermain ketika diperlukan. 

Semua berjalan normal, namun perdebatan dalam game sesekali terjadi. Kali ini, kebanyakan Idok dan Rinz yang berdebat. Biasanya keduanya jarang sekali berdebat karena chemistry yang sudah begitu menyatu. Namun entah kenapa, mereka tampak tidak sinkron hari ini.

"Apalah, Do. Ngapain kau ke jungle musuh situ." celetuk Rinz. Idok menghela napasnya. 

"Kan lo deket gue Rin. Gue pikir, lo mau backup." ucap Idok, sambil matanya masih fokus pada layar.

"Gimana mau backup? Ujin masih ambil merah, aku pun di zoning Zhuxin. Coba kali-kali kau ngomong dulu kalau mau kesana." ucap Rinz.

Skylar yang memerhatikan keduanya yang mulai panas, kemudian mencoba menengahi. "Udah udah. Santai aja. Masih bisa menang kok."

Suasana kemudian kembali tenang, namun tak lama kembali terjadi perdebatan dalam game antara Idok dan juga Rinz.

Semuanya pun bingung. Tak biasanya mereka berdua berdebat seperti ini. Biasanya malah mereka berdua lah yang paling kompak, karena pengalaman bersama selama bertahun-tahun memang tidak bisa bohong.

Di game selanjutnya pun, perdebatan kembali tak luput dari mereka berdua. Dibandingkan bermain seperti sebuah tim, Idok dan Rinz malah bermain seperti public rank yang solo dan tampak tidak menyukai rekan satu timnya.

Hasil latihan pun tidak begitu baik setelahnya. Mereka menelan kekalahan dalam dua game yang mereka jalani, membuat Skylar menghela napas berkali-kali.

"Kalian kenapa? Ngga biasanya begini." ucap Skylar. Idok dan Rinz sama-sama membuang muka, kemudian mengangkat bahunya.

"Emang lagi ngga sinkron aja kali, Ler." ucap Rinz.

"Gue ngga mau tahu ya. Nanti malam kita udah tanding. Kalau lo berdua ada masalah, coba omongin baik-baik. Udah pada gede kan?" ucap Skylar. "Sekarang, break dulu. Nanti balik lagi dan latihan lagi." lanjutnya.

Mereka kemudian memutuskan untuk rehat sejenak, sambil kembali reset. Dyren merangkul Rinz sambil menepuk bahunya.

"Kenapa, Rin? Lo lagi ada masalah sama Idok?" tanyanya. Rinz menggelengkan kepala.

"Ngga. Cuma mungkin emang lagi ngga sinkron aja." ucap Rinz. "Sorry, ya." lanjutnya.

Sutsujin, memutuskan untuk mendekati Idok. Ia pun turut heran tentang mengapa dua rekannya yang sudah klop sejak lama itu malah tampak bermusuhan di latihan mereka.

trust.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang