ARANA 21

40 4 0
                                        

SEBELUM MEMBACA, JANGAN LUPA PENCET BINTANG DIPOJOK KIRI BAWAH YAAAA...

Saat akan berangkat, sebuah mobil berhenti di samping mobil van mereka, Baekhyun mengenal mobil itu, ia pun segera keluar.

Sena keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk anaknya Byun Eunhee

"appaaa.." Eunhee berlari menuju Baekhyun. Baekhyun berjongkok dan merentangkan tangan untuk menyambut anaknya dalam pelukan

"sayang.. kau merindukan appa,hmm?"

"nee, eunhee rindu appa" Baekhyun tersenyum dan mengelus punggung eunhee

wanita yang daritadi melihat adegan romantis ayah dan anaknya itu menghembuskan nafas jengah

"Dia terus meminta bertemu denganmu, padahal sekarang jadwalnya bersamaku, apa selama bersamamu kau menceritakan yang tidak tidak padanya, dia terlihat tidak senang saat bersamaku" ujar Senna

Baekhyun memasang wajah datarnya "jangan menuduh orang, koreksi dirimu sendiri"

"Eunhee-yaa, eomma masih ingin bersama eunhee" Senna berusaha membujuk eunhee

"tidak mau eomma, eunhee ingin bersama appa, eomma hanya sibuk bekerja, tidak pernah bermain bersama eunhee, eunhee juga tidak suka dengan teman eomma, dia jahat"

"eunhee-yaa tidak boleh seperti itu pada eomma, hmm, bilang maaf pada eomma" Baekhyun membujuk anaknya yang sedang merajuk

"maaf eomma" eunhee menundukan kepalanya dan mengerucutkan bibirnya.Baekhyun tersenyum dan mengelus kepala eunhee.

"biarkan eunhee bersamaku dulu" tukas Baekhyun. Senna menghembuskan nafas kasar "baiklah, kau akan pergi?"

"hmm.." sahut Baekhyun datar

Tanpa mereka sadari, Arana melihat percakapan antara dua orang dan anak kecil itu, dada arana sakit, matanya berembun, sekuat tenaga ia menahan rasa sakitnya, bagaimana tidak, ia melihat wanita yang dulu menghancurkan dunianya, beruntung kaca mobil ini gelap jika dilihat dari luar, jadi Senna tidak bisa melihat Arana.

Setelah Senna pergi, Baekhyun masuk kembali ke mobil rombongan, Arana segera menghapus air mata yang tanpa sadar sudah mengalir di pipinya, tentu ia tidak ingin Baekhyun melihat sisi rapuhnya lagi

"Ara imo" Eunhee memanggilnya dengan nada ceria

Arana tersenyum melambaikan tangan "hai eunhee, apa kabar sayang?"

"Eunhee baik Imo, Imo.. Eunhee ingin duduk dengan Imo, Appa.. boleh Eunhee duduk bersama Imo?

"Imo sudah duduk bersama temannya sayang, duduk dengan appa saja ya

"imo.." Eunhee melihat Hyeri dengan muka imutnya

"Hyeri sayang" saut Hyeri tersenyum

"Hyeri imo boleh tidak Eunhee duduk dengan Ara imo?" Eunhee berkata dengan aegyonya

"Aigoo kiyopta.., tentu saja sayang" Hyeri berdiri dari duduknya.

"mian Hyeri-yaa" ucap Arana, "gwaenchana eonni" balas Hyeri

"maaf Hyeri-ssi, dan terima kasih" Baekhyun ikut meminta maaf karna tidak enak dengan Hyeri

"Anieyo bakhyunnim, gwaenchanyo"

"Gamsahamnida Hyeri imo" Eunhee memberikan senyum manisnya pada Hyeri

"Sama sama Eunhee"

Eunhee pun segera duduk, "jangan nakal hmm..jangan merepotkan Ara imo, arachi?" ucap baekhyun sambil merapikan rambut Eunhee

"nee appa"

"maaf jadi merepotkanmu Raa"

"tidak apa Baekhyun". padangan mereka bertemu, Sehun yang sedari tadi hanya menjadi penonton, kini menunjukan eksistensinya

ARANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang