Sakura berulang kali menghembuskan nafas panjang dengan ditemani secangkir Americanonya, enggan untuk kembali keruang rapat akhirnya ia menunggu sampai usai di Cafe perusahaan.
Setelah cukup lama berdiam diri memikirkan kembali nasib hubungannya, membuat rasa gelisah tak bisa menghilang dengan begitu mudahnya.
Walaupun Sasuke telah membuka hati untuknya, namun ia masih terikat hubungan dengan wanita lainnya.
"Apa aku tetap harus menunggu." Gumam Sakura yang cukup di dengar oleh pria yang baru saja berjalan menghampirinya.
"Menunggu siapa ?"
Sakura tersentak, ia menoleh menatap terkejut seorang pria yang tampak menawan dengan setelan jasnya.
"Obito-san." Cicit Sakura yang segera bangkit untuk memberikan salam hormat terlebih dahulu.
"Hahhh.... andai sekretarisku sesopan dirimu mungkin aku tidak kewalahan Sakura, ck. Kemana perginya si Yamanaka itu."
Sakura meringis, sepertinya Ino sedang dalam masalah karena telah membuat atasannya kesal kali ini.
"Maaf, saya tidak melihat keberadaan Ino sedari tadi di kantin, Wakil Presdir."
Obito mengangguk, "Kupikir dia keluar dari ruang rapat karena menyusulmu."
"Saya sedari tadi sendirian."
"Begitu ya, apa kamu sudah baik-baik saja ? Tadi wajahmu tampak pucat sekali diruang rapat."
Sakura tersenyum kikuk,"Ya.. saya sudah baik-baik saja."
"Syukurlah, tampaknya keponakanku itu terlalu memperkerjakan dengan keras karyawannya, maksudku– si bocah tengik itu selalu membuatmu terus bekerja lembur bukan."
Sakura mengakui kebenaran dari ucapannya, namun jika dipikirkan kembali mungkin karena sejak awal ia lah yang selalu ingin berada di dekat pria itu lebih lama dan akhirnya terbiasa menemani Sasuke lembur bersama.
"Sudah kewajiban saya melakukan yang terbaik untuk perusahaan."
Obito mendesah kecewa, rasanya ia ingin segera menukar sekretarisnya yang tidak kompeten itu.
"Andai sekretarisku—"
"Sakuraaa ! Ehh Pak Obi."
Kedatangan Ino membuat sudut siku-siku muncul dikening Obito yang merasa kesal dengan tingkah semena-mena wanita itu.
"Hahhh... Ino-san, kemana kau pergi ! sedari tadi aku mencarimu." Protes Obito yang selalu sibuk mencari kepergian Sekretarisnya itu.
"Hahaha maaf Wakil Presdir, aku keasyikan makan dessert dicafetarian sebelah, disana dessertnya enak-enak, aku membawakanmu satu."Ino menunjukan buktinya.
"Apa kamu selalu lupa aku tidak suka makanan manis !"
Ino membalasnya dengan cengiran yang menampilkan giginya, dan alasan yang sebenarnya ia suka kesana karena penjual dessertnya adalah seorang pria tampan dengan kulit seputih salju, dan ia juga sengaja sering melakukan kesalahan setiap harinya hanya untuk melihat pria itu yang sejak lama sudah ia sukai secara diam-diam.
"Nih, Sakura. Dessertnya untukmu saja." Ino menaruh paksa sebungkus makanan manis itu ketangan sahabatnya.
"Hm, sudahlah. Kita harus segera pergi, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Presdir."
Obito selama ini bertugas langsung mengurus Perusahaan Utama Kiriga yang terletak di Konoha dan sudah sejak lama bergerak dalam bidang IT.
Berbeda dengan Sasuke yang langsung mengurus Perusahaan Utama Uchiha yang bergerak di Bidang Infrastruktur, bahkan telah lama bekerja sama dengan pihak Asing untuk memproduksi Kendaraan mewah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bos ! Cintai Aku
FanfictionWarning R-18+[Dipenuhi pesona Bos yang menolak Red Flag !] ___________________ Setelah mendengar kabar pertunangan Bos nya yang ia sukai secara diam-diam, Haruno Sakura memilih undur diri dari perusahaan raksasa Uchiha Corp. "Bagaimana Kalo aku na...
