"Apa sebaiknya kita tidak usah pergi ke pesta saja ?"
Lengan kekar itu setia melingkari pinggang ramping Sakura, hidung mancungnya ia benamkan di tengkuk leher jenjang wanita yang berada dalam dekapannya saat ini.
"Mungkin Presdir akan murka." Sakura merasa tak terganggu dengan tingkah manja Sasuke.
"Hahhh...Apa tidak sebaiknya kamu beristirahat saja sayang."
Sakura menyipitkan matanya, seolah tak suka mendengar perkataan Sasuke barusan.
"Sasuuu ! Aku sudah sebulan penuh beristirahat ! Ntah mengapa aku mulai merasa kesal mendengarnya."
Sakura melepaskan lingkaran lengan kekar Sasuke dari perutnya, ia saat ini berbalik menatap pria itu dengan berkacak pinggang dan tatapan sebal.
"Maaf, aku hanya berlebihan mengkhawatirkan kondisimu." Sasuke meraih tangan halus itu, memberikan kecupan lembut disana.
Sakura menggigit bibir bawahnya, melihat pria itu selalu memperlakukannya dengan baik bahkan saat hubungan mereka hanya sebatas atasan dan bawahan benar-benar membuat Sakura tidak bisa marah lebih lama padanya.
"Apa kamu juga pernah memperlakukan wanita lain dengan penuh cinta seperti ini ?"
Sasuke menaikan alisnya, "Haruskan ku jawab dengan jujur ?"
Sakura memanyunkan bibirnya, "Apa kamu suka berbohong ?!"
Sasuke mendengus geli, setelah melakukan pendekatan lebih intim dengan Sakura, dirinya lebih banyak mengenal ekspresi lainnya yang jarang ditunjukan oleh wanita itu saat hubungan mereka hanya sebatas atasan dan bawahan.
"Tidak, mungkin dulu iya, maksudku dengan saling menghargai perasaan masing-masing, aku selalu berusaha membuatnya merasa nyaman begitupun sebaliknya."
Sakura memalingkan wajahnya, ia kembali menyibukkan diri memakai perhiasaannya.
"Apa hanya dia mantan kekasihmu, Sasu."
Sasuke mengambil alih memasangkan kalung ke leher jenjang Sakura.
"Ya, jika terus mengungkitnya mungkin kita akan terlambat datang ke pesta."
Sasuke meminta Sakura untuk duduk diranjang, tangannya dengan cepat memasangkan flatshoes yang senada dengan gaun yang tengah dikenakan.
"Bagaimana ? Apa itu terlihat cantik untuk dipadukan dengan Gaun yang ku kenakan ini ?"
Sasuke terdiam sejenak, namun dengan senyuman yang terbit di bibir tipisnya.
"Ya, sangat cantik."
Sakura merona, jika dipikirkan kembali perlakuan pria itu tampak berubah 180° padanya, padahal bulan lalu Sasuke masih terlihat seperti atasan yang selalu menyiksanya dengan setumpuk pekerjaan.
"Direktur, aku tidak tau bahwa kamu memiliki sikap semanis ini."
Sasuke mendengus dan segera memakai jasnya, "Berhenti mengujiku, Sakura. Apa kamu benar-benar Ai yang tidak menyadari perasaan orang."
Ah, Sakura terbungkam. Ntah mengapa perkataan pria itu seolah menampar kenyataan bahwa dirinya selama ini menyangkal segala rasa perhatian yang Sasuke berikan untuknya.
'Jadi yang dikatakan Ino benar ?'
"Aku hanya takut memandang terlalu tinggi diriku untuk bersanding denganmu."
Alisnya berkerut menatap Sakura yang saat ini menundukan kepalanya, "Aku justru merasa kamulah yang terlalu memandang rendah dirimu, Sakura."
Sasuke mendudukkan dirinya di samping Sakura yang masih tetap meragukan nilainya dimata Sasuke.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bos ! Cintai Aku
FanfictionWarning R-18+[Dipenuhi pesona Bos yang menolak Red Flag !] ___________________ Setelah mendengar kabar pertunangan Bos nya yang ia sukai secara diam-diam, Haruno Sakura memilih undur diri dari perusahaan raksasa Uchiha Corp. "Bagaimana Kalo aku na...
