"Tampaknya pembelian tanah ini akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan."
Sasuke mulai membuka selembar demi selembar berkas yang berisi kesepakatan di antara mereka untuk pembelian sebagian wilayah Horuzen yang akan di dijadikan tempat Golf sesuai permintaan Kakeknya, Uchiha Madara.
"Bukankah sebelumnya kalian bilang ini hanya akan selesai hanya dalam waktu satu bulan ?"
Sasuke kembali memeriksa laporan dari pihak terkait, dan Sakura yang sibuk dengan notebooknya tidak menyadari bahwa sepasang mata pria parubaya itu terus mengarah padanya.
"Apa mereka terus mengundurnya ?"
Sakura mengalihkan pandangannya dari layar notebooknya dan tanpa sadar tatapannya beradu dengan Wakil Presdir yang tampak melemparkan senyum genitnya.
"Huh ?! Kenapa dia menatapku seperti itu ! Astaga, ingin sekali aku congkel matanya."
Sakura menghembuskan nafas kasar, dan hal itu cukup terdengar di telinga Sasuke yang segera meliriknya dari ekor matanya.
Melihat wajah Sakura yang tampak tidak nyaman, membuat Sasuke juga mengalihkan fokusnya.
"Wakil Presdir." Panggil Sasuke yang membuat pria berusia sekitar 50 an itu mengalihkan tatapannya sejenak.
"Ah, ya Direktur Uchiha-san. Sampai mana tadi pembicaraan kita."
Sasuke menaikan alisnya menatap datar lawan bicaranya saat ini, "Apa aku perlu mengulanginya ?"
"Hahaha, maaf. Aku semakin tua jadi fokusku akhir-akhir ini terganggu."
Sasuke memejamkan matanya sejenak, namun Sudut kertas itu tampak diremas kuat oleh.
"Sabar.."
"Kami sedang membicarakan periode pembelian tanah."
Yama Horuzen, masih sesekali melirik ke arah Sakura yang tampak berusaha menyikapinya dengan tetap tenang.
"Ah itu.. karena wilayah itu masih menjadi tempat wisata yang cukup menguntungkan untuk kami, mungkin aku akan kembali mempertimbangkannya pada Presdir untuk membagi sebagian wilayahnya ke pada Uchiha Inc."
Sasuke menghela nafas berat, rasanya ia ingin segera mengakhiri kesepakatan yang tak ada titik terangnya ini.
"Hm baiklah, Kalian harus membuat keputusan dalam jangka waktu yang telah di tetapkan." Sasuke segera bangkit dari kursi, seolah menyudahi pembicaraan mereka secara sepihak.
"Kalau begitu, terima kasih atas kunjungan kalian, kami akan memberikan jawabannya segera."
Sasuke dengan enggan membalas jabatan tangannya, namun saat tangan itu hendak menggapai tangan halus Sakura, Sasuke segera menyerahkan kunci mobilnya pada Sakura.
"Tolong carikan ponselku di dalam mobil, aku ada panggilan mendesak, Sekretaris Haruno."
Sakura tersentak namun segera pergi mengikuti perintah Sasuke untuk mencarikan ponsel pria itu.
Yama Horuzen tersenyum, "Kau sangat beruntung, sungguh sangat menyenangkan jika bisa bekerja dengan wanita muda yang cantik seperti Sekretaris Haruno."
Sasuke tetap diam, walaupun tangannya telah terkepal, "Nona Sakura ah maksudku Sekretaris Haruno tampak semakin cantik dengan rambut yang di ikat, Bukankah begitu Uchiha-san ?"
"Hm, apa hal itu yang membuat anda tidak bisa fokus hari ini ?"
Yama Horuzen memberikan senyuman mengejeknya,"Kenapa kau menjadi sensitif seperti ini, Uchiha-san."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bos ! Cintai Aku
FanfictionWarning R-18+[Dipenuhi pesona Bos yang menolak Red Flag !] ___________________ Setelah mendengar kabar pertunangan Bos nya yang ia sukai secara diam-diam, Haruno Sakura memilih undur diri dari perusahaan raksasa Uchiha Corp. "Bagaimana Kalo aku na...
