Si Uler berulah

1K 67 4
                                        

Seorang gadis membuka pintu berukiran mewah itu dengan amarah yang membara.

"Sayang, bagaimana pesta nya ? Kamu pasti menjadi pusat perhatiannya kan malam ini ?"

Uchiha Shion, mendengus kasar. Ia menghampiri Ibunya yang saat ini duduk dikursi roda.

"Ma, kamu harus membantuku kali ini !"

Karui Nameda, menatap anaknya bingung, pasalnya semenjak kepulangan Gadisnya itu selalu menunjukkan semangat yang membara, namun kali ini menatapnya dengan penuh kemarahan.

"Membantu apa sayang ? Apa rencanamu mendekatinya gagal lagi ?! Hah... jangan membuat mama merasa menyesali pengorbanan mama !"

Shion menggeram, tentu saja ia harus mendapatkan balasan yang setimpal dari keluarga Uchiha, namun dirinya tak menyangka bahwa wanita itu sama sekali tak terpengaruh dengan ancamannya.

"Pokoknya mama harus ikut aku menemuinya di penjara ! Aku ingin membebaskannya !"

Karui menatap nyalang anaknya, "Jangan bercanda ! Inilah kesepakatan kita dengan Tetua Uchiha untuk tidak menyinggungnya !"

Shion tampak tak suka dengan penolakan sang mama, "Dengan papa bebas, maka dia bisa mengancam kakek Madara untuk menikahkan ku dengan kak Sasuke agar rahasianya tidak terbongkar !"

Karui tampak memijit pelipisnya yang berdenyut sakit, "Sepertinya kamu terlalu berambisi sayang, kita akan benar-benar kehilangan segala hak istimewa yang telah diberikan keluarga Uchiha selama ini jika sampai membuat mereka murka !"

Shion meneteskan airmatanya, jurus yang paling ampuh dengan memanfaatkan rasa Iba ibunya.

"Hiks, Shion mencintainya ma, hanya dia yang pantas menjadi pendamping hidupku."

Karui mengepalkan erat tangannya, kecelakaan di masa lalu telah merenggut kedua kakinya, dan dirinya tak ingin melihat kebahagian Shion, anaknya itu harus direnggut juga.

"Hahh.. baiklah kita akan membebaskannya dengan mempertaruhkan kekayaan yang telah kita miliki saat ini, namun jika sampai papamu itu tidak bisa membujuk Madara, maka mama tidak ingin membantumu lagi !"

"Tentu saja ma, Kakek Mada itu orang yang gila reputasi, mana mau Aib terbesar Uchiha di Masalalu akan mencoreng nama baiknya di masa depan seperti saat ini, dan jika fakta ini sampai terungkap maka pondasi Uchiha akan goyah."

Berbanding terbalik dengan Shion yang merasa yakin dengan rencananya kali ini, namun Karui merasa bahwa mereka akan segera jatuh lebih terpuruk dan kehilangan segala hak istimewa mereka.

'Sial ! Andai saja semua kekayaan keluarga Haruno tidak jatuh ketangan anak wanita jalang itu, mungkin aku tidak perlu merasa segelisah ini menghadapi Uchiha.'

__________________

Ketukan Flatshoesnya membawa langkah kaki wanita dengan surai pinknya menuju pintu Lift perusahaan Uchiha.

Sepanjang perjalanan ia jelas mendapatkan tatapan yang tak biasanya dari para karyawan, namun Sakura telah membulatkan tekadnya, inilah Resiko jika ia ingin bersanding dengan pria itu.

"Musim semi adalah hari kelahiranku, seharusnya saat ini sudah hampir 20 tahun aku masih tak mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengannya."

Saking sibuknya dengan pikiran Sakura yang tengah berkecamuk saat ini, membuat wanita itu tanpa sadar telah berdiri di depan Pintu bertuliskan 'Direktur Uchiha.'

Menghela nafas sejenak, Sakura membuka pintu itu, di sana Sasuke tampak sibuk dengan setumpuk berkas yang belum di periksanya.

Sakura merasa tak enak hati jika harus meninggalkannya, tapi saat ini dirinya ingin mencoba kembali untuk menemui sang ayah yang terakhir kalinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 28, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bos ! Cintai AkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang