Ga di restuin ? ya umumin !

741 93 15
                                        

Uchiha Madara, berjalan dengan gagahnya walaupun usia pria itu sudah tak terbilang muda, namun tetap saja pesonanya membuat para gadis masih menatap kagum pada dirinya dan sialnya sikap dingin tak tersentuh pria itu juga menurun pada cucunya.

"Aku sangat merasa terhormat, atas kedatanganmu Hiashi." Madara menjabat tangan mantan calon besannya itu.

Hiashi Hyuga menampilkan senyum palsu, jika bukan karena Pria tua ini adalah Sang Tirani dalam dunia bisnis, mana mungkin ia meruntuhkan harga dirinya hanya untuk sekedar menampakkan wajahnya di pesta ini.

"Sepertinya Uchiha sangat cepat berkembang di bawah pimpinan anak itu."

Dapat dilihat bawah Madara akan mulai menunjukkan kekuasaan yang sesungguhnya dari Klan Uchiha.

"Tentu saja, sangat disayangkan bukan jika anak yang memiliki potensi besar itu di buang sia-sia."

Cengkraman pada gelas wine Hiashi mengeras, namun berbanding terbalik dengan senyuman di wajahnya.

"Ya, andai saja dia lebih cukup peduli pada pasangan hidupnya, mungkin kehidupan anak itu akan lebih sempurna saat ini."

Pegangan Madara pada tongkatnya pun mengerat, dia benar-benar ingin menyumpal mulut pria itu dengan ujung tongkatnya.

"Sepertinya cucu ku sangat panjang umur."

Tatapan mereka beralih pada bungsu Uchiha, lebih tepatnya pria tampan dengan setelan jas hitamnya saat ini tengah menjadi pusat perhatian.

Ah, bukan hanya ketampanannya saja, melainkan tangan kekar pria itu tengah merangkul wanita cantik nan anggun, siapalagi jika bukan Haruno Sakura, sang musim seminya.

Sasuke mengucapkan basa basi terlebih dahulu dengan pidato singkatnya dan ucapan terima kasihnya untuk mereka yang telah mendukung langkah kakinya menerjang segala rintangan dalam pertarungan dunia bisnis yang sengit.

"Ah seperti yang telah aku janjikan, terutama untuk kakek ku tersayang. Karena Uchiha sangat ingin membutuhkan penerus dariku, maka aku akan segera mengabulkannya—"

Deg

"—Sekarang juga."Ucapanya dengan penuh ketegasan.

Madara Uchiha menatap tak percaya apa yang tengah dilakukan cucu durhakanya itu.

Semua mata jelas sedang tertuju hanya pada satu titik, dimana seorang pria dengan bangganya menunjukan kepemilikan dirinya pada wanita yang berada dalam rengkuhannya, sementara sang wanita berusaha untuk terlihat bahwa dirinya pantas bersanding dengan pria itu.

Malam ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk menunjukan pada Dunia, bahwa cinta yang mereka miliki bukanlah suatu kesalahan.

"Selamat kakek, Cucu mu ini akan segera menjadikan mu seorang buyut."

Greb

Itachi yang berada tak jauh dari Madara segera menangkap tubuh terhuyungnya.

"Kakek, apa kakek baik-baik saja ?!"Tampak tersirat kekhawatiran dan keterkejutan yang kentara dari wajah sulung Uchiha.

"Hah, benar-benar hadiah yang membuat jantungku berdebar, saking berdebarnya aku dapat merasakan jantungku akan terlepas dari tempatnya sekarang juga, Itachi." Gumam Madara yang segera memberikan isyarat untuk Itachi membawanya mendekat pada Bungsu Uchiha yang tengah tersenyum penuh kemenangan di sana.

"Kakek, kumohon kendalikan emosimu, kita bisa menghajarnya setelah sampai di mansion nanti."

"Hahh, ingatkan aku untuk menghajar adik bodohmu itu."

Itachi merasakan firasat buruk, bagaimana bisa adik bodohnya saat ini tengah menggali kuburannya sendiri, jelas wajah mereka akan  terpampang diberita utama dan menjadi topik perbincangan yang panas sepanjang masa.

Bos ! Cintai AkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang