Benih Uchiha

869 82 9
                                        

"Jadi....sekarang sudah bisa kau jelaskan padaku, Sebenarnya permasalahan apa yang bisa sampai buat kau terlihat menyedihkan seperti ini."

Sakura membenamkan wajahnya kedalam bantal yang sedang dipeluknya, setelah kedatangan Ino yang menjemputnya, saat ini ia tengah menjernihkan pikirannya dengan menginap di Apartement Ino.

"Aku sedang dalam masalah besar, dan aku tidak memiliki keberanian untuk menyesalaikan masalah itu."

Ino menghela nafas panjang, "Jika ini menyangkut tentang pertunangan itu, seharusnya saat ini kamu sedang berbahagia, karena pertunangannya telah di batalkan seminggu yang lalu, dan sekarang apalagi permasalahanmu itu Jidatttt."

"Apa ?!! Dibatalkan ?!"

Sakura mendongakan kepalanya dengan tatapan keterkejutan yang sangat kentara, membuat Ino menjadi bingung dengan reaksi itu.

"Kau belum mengetahuinya ?! Sial, apa hubungan kalian benar-benar istimewa ?!"

Sakura menggelengkan kepalanya dengan sendu, karena dirinya sendiri pun masih tidak mengerti akan berakhir seperti apa hubungan yang masih tanpa adanya kepastian ini.

"Hah.. bagaimanapun juga posisiku sangat sulit Ino, karena aku hanya terjebak di antara masalalu dan masadepannya."

Ino mengernyitkan dahinya, "Sebentar ! Apa maksudmu masa lalu dan masa depan ?! Siapalagi yang akan menjadi masa depannya jika itu bukanlah dirimu ?! Dan untuk masa lalu, seharusnya itu bukanlah masalah besar !"

Sakura menghela nafas frustasi, "Kenyataannya di masalalu, dia begitu frustasi karena cinta pertamanya yang kandas, dan di masa depan, aku masih belum mengerti apa keinginan yang sebenarnya di antara para Uchiha."

"Astaga jidat, kenapa pikiranmu jadi serumit ini, urusan keluarga Uchiha kamu hanya perlu serahkan saja pada perasaannya, dia sendiri yang akan menyelesaikannya, dan untuk masalalu, setiap orang pasti memilikinya, bukankah dengan dia memilihmu bearti dia telah melupakan masalalunya ?!"

"Huwaaa Ino, itu tidak semudah yang kamu pikirkan ! Masalalu nya adalah Putri bangsawan Hyuga, dan kamu tau... menurutku itu bagaikan Bom waktu !"

Ino memutar bola matanya jengah, "Untuk saat ini mintalah kepastian padanya ! Jika pun dia hanya terus akan menggantungmu seperti ini, maka tinggalkan saja, bukankah niat awalmu tidur dengannya hanya untuk bersenang-senang hm ?"

Sakura meringis, seharusnya itu bukanlah bersenang-senang, ditambah saat ini ia sedang mengandung benih dari hasil kecerobohannya.

"Itu.. sepertinya aku harus tetap bertahan."

"Hahh.. kamu itu keras kepala ya ! Apa dia pernah mengatakan kalau dia mencintaimu ?! Atau ingin menikah denganmu ?!"

Sakura mengangguk, namun dengan sedikit ada keraguan di dalamnya.

"Ya, dia pernah mengatakan akan menikah denganku."

Ino tampak tersentak, "Benarkah ?! Apa dia melamarmu dengan suasana yang romantis ?!"

Sakura meringis, "Ah, dia mengatakannya saat di ranjang."

"Yaampun jidatt ! Apa isi kepalamu selama ini hanya setumpuk berkas saja ?! Dia hanya mengeluarkan rayuannya ! Itu hanyalah bualan manis dari Buaya yang akan melahap mangsanya !"

Sepertinya obrolan mereka saat ini akan berakhir sampai dini hari, "Tapi... sepertinya dia benar-benar akan menepati janjinya Ino, karena aku—tengah mengandung anaknya."

Deg

Ino membulatkan matanya, ia segera mendudukan dirinya di samping Sakura yang tampak biasa-biasa saja setelah mengatakan hal yang menurutnya sangat mengerikan itu.

Bos ! Cintai AkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang