Sasuke Uchiha, memasuki lobby rumah sakit dengan tangannya yang membawa kantong bingkisan dari restaurant ternama.
Mengabaikan dirinya yang menjadi pusat perhatian, pria itu terus berjalan menuju kamar Vip di depannya.
Cklek
Kosong.
Onyxnya membulat, dengan segera Sasuke menanyakan pada perawat yang lewat dimana keberadaan pasiennya di Kamar Inap Vip itu.
"Pasien dikamar ini baru saja meninggalkan ruangan, Tuan."
Setelah mendengarkan jawaban dari perawat yang masih menatapnya dengan tersipu, Sasuke segera memutar arah langkah kakinya yang bergegas menuju area parkir mobilnya.
"Hah, Dasar. membuatku semakin khawatir saja."
Sasuke mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, berharap wanita itu telah sampai di Hotelnya.
"Dia itu, paling merasa bisa melakukan segala hal sendiri, aku akui bahwa dia cukup cekatan dalam urusan pekerjaan, namun sangat tidak memperdulikan dirinya sendiri, bahkan jika aku tidak memberikan sarapan ku padanya setiap hari, mungkin dia tidak sempat memasukan sesuatu kedalam mulutnya."
Sasuke tampak ngedumel sendiri sambil menyetir mobil mewahnya yang telah ia parkirkan di basemant hotel tempat mereka menginap.
Tangannya tak lupa membawa kembali bingkisan, dengan cepat ia berjalan ke arah lift.
Tetap bersikap acuh, walaupun kehadirannya membuat ketiga wanita di dalam lift itu mabuk akan pesonanya.
'Wah gila, wangi banget.'
'Uhh, bikin panas dingin berdiri disampingnya tadi.'
'Ssttt, jangan nyari masalah, dari jam tangannya aja udah jelas dia konglomerat.'
Sasuke tidak menghiraukan bisikan dibelakangnya saat ia telah keluar dari lift, karena dalam pikirannya saat ini hanya dipenuhi oleh sosok sekretaris Ai nya yang sedang sakit.
Siapa lagi jika bukan Haruno Sakura, Ai perusahaan Uchiha, yang dengan kedua tangannya saja bisa menyelesaikan masalah perusahaan dalam satu malam.
Begitu banyak kata pujian yang dapat Sasuke katakan untuk wanita itu, namun ia hanya dapat menunjukannya hanya dengan sikap perhatiannya, yah ! Karena Uchiha Sasuke bukanlah seorang pria yang pandai merangkai kata.
"Hahh.." Sasuke menghembuskan nafas sejenak sebelum menekan bel itu.
Cukup menunggu selama 5 menit akhirnya pintu itu telah terbuka, menampakan sosok Sakura dengan raut wajahnya yang tampak lebih segar dari sebelumnya.
"Ah, Direktur. Anda mencari saya ? Apa ada suatu masalah ?"
Sasuke terdiam sejenak, kekkhawatirannya sudah mencapai ubun-ubun, bahkan yang ada di kepala wanita itu hanya tentang masalah pekerjaan.
Sasuke mendorong pintu itu hingga terbuka lebar, membuat Sakura refleks mundur kedalam.
Brak
Cklek
Ditutup dan di kuncinya pintu kamar hotel itu, membuat Sakura meneguk salivanya dengan susah payah.
"Direktur, apa ada suatu masalah penting yang ingin anda bicarakan ?"Sakura kembali bertanya kepada Sasuke yang tetap bungkam.
Greb
Sakura tersentak, bukannya menjawab pertanyaannya saat ini, pria itu justru memeluknya.
"Hahh... masalahnya itu kamu yang buat aku khawatir sepanjang hari."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bos ! Cintai Aku
FanfictionWarning R-18+[Dipenuhi pesona Bos yang menolak Red Flag !] ___________________ Setelah mendengar kabar pertunangan Bos nya yang ia sukai secara diam-diam, Haruno Sakura memilih undur diri dari perusahaan raksasa Uchiha Corp. "Bagaimana Kalo aku na...
