Sudah menginjak hari ke-27 tanpa terasa ia bagai dikurung oleh pria itu, entah ini sebuah bentuk perhatian yang berlebihan atau tanpa sadar kebebasannya telah dipatahkan.
"Hanya tersisa 3 hari lagi aku mengakhiri pekerjaan yang tak berarti ini, bahkan Ino baru saja datang berkunjung kemarin, namun sekarang aku kembali merasa bosan."
Ntah dia yang terlalu bodoh atau dibutakan oleh cinta semu pria itu, Sakura hanya berharap rasa kepercayaan yang ia berikan untuk Sasuke tak berakhir disia-siakan.
"Aku yang mengambil keputusan untuk terlibat secara paksa dalam kehidupannya, seharusnya aku tidak menyesali keputusanku itu."
Sakura menutup buku novel ke-7 nya hari ini yang telah ia baca sampai tamat, ntah apa yang tengah direncanakan Sasuke hingga mengurungnya di Vila yang terletak jauh dari kota ini.
Tak menyangkal jika pemandangan nya sangat indah dan romantis untuk menghabiskan waktu berdua dengan pasangan, namun bagi Sakura itu awalnya saja ia menikmati waktu berduaan mereka, nyatanya saat ini Sasuke kembali di sibukkan dengan pekerjaannya.
"Ugh, apa begini gambaran jika aku sampai menikah dengan pangeran es itu ?? Hah, pada akhirnya aku tetap dikalahkan oleh pekerjaannya."
Sakura segera bangkit, ia berjalan mengambil ponselnya, jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan karena keasyikan sejenak menamatkan bacaan novelnya, ia sampai tak membaca pesan dari pria itu yang mengatakan akan Dinas keluar kota selama 2 hari.
"Apa dia benar-benar akan menempati janjinya untuk menjemputku datang kepesta ? Sedangkan dia sendiri harus disibukkan kembali untuk Dinas keluar kota ?!"
Sakura yang kesal menekan panggilan suaranya, berharap sambungan teleponnya akan segera terhubung.
Namun alisnya berkedut saat nomor pria itu tidak aktif saat ini, "Hahh... aku akan menghubunginya lagi nanti."
________________
"Bagaimana dengan tiket pesawatnya Shion ?"
Wanita itu mengecek notebook ditangannya dan memberikan anggukan, "Sudah disiapkan untuk penerbangan pukul 8 nanti."
"Hm, dan ponselku ? Apa sudah di perbaiki ?"
Sasuke menghentikan sejenak gerakan tangannya yang sedang merapikan jasnya saat ini.
"Ah itu, mungkin besok pagi baru bisa di ambil kak."
Tampak helaian nafas berat yang keluar dari bibirnya, "Aku setidaknya membutuhkan ponsel untuk saat ini, tolong segera belikan ponsel cadangan untukku."
"Baiklah kak, aku akan memesankannya sekarang."Shion meremas notebooknya, kepergian pria itu hanya untuk menemui kakaknya saja, lantas untuk apa dia memedulikan ponselnya saat ini.
Sasuke memijit pelipisnya, "Hah.. hanya tersisa waktu 30 menit lagi, aku harap kamu bisa menyalin beberapa nomor penting di hp baruku nanti."
Sasuke jelas harus menghubungi Sakura-nya nanti, mungkin dia tidak akan bisa tidur jika tidak ditemani suara wanitanya itu, dan seharian ini ia jadi tak fokus kerja karena terus memikirkannya.
'Seharusnya hari ini aku menjelaskan pembatalan pertunangan itu padanya, namun kenapa Sakura harus mengungkit tentang masa laluku terlebih dahulu ! Hah.. jelas aku terkejut bagaimana ia bisa membicarakannya, bahkan menanyakan apa aku masih mencintainya, seharusnya perasaan itu sudah aku kubur sejak lama, dan aku berharap dia tetap baik-baik saja dengan hubungannya saat ini.'
"Kakak, ini ponselnya."
Onyx itu kembali terbuka, Sasuke segera mengambil ponsel dari tangan adik angkatnya sekarang telah ditunjuk langsung oleh Presdir sebagai asssitentnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bos ! Cintai Aku
FanfictionWarning R-18+[Dipenuhi pesona Bos yang menolak Red Flag !] ___________________ Setelah mendengar kabar pertunangan Bos nya yang ia sukai secara diam-diam, Haruno Sakura memilih undur diri dari perusahaan raksasa Uchiha Corp. "Bagaimana Kalo aku na...
