5. DIARY

420 76 11
                                        

Happy Reading🫵🏻

Aidan membuka jasnya, lalu menghempaskan tubuh di sofa empuk ruang keluarga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aidan membuka jasnya, lalu menghempaskan tubuh di sofa empuk ruang keluarga. Skye melirik adiknya dengan penuh tanda tanya.

Ia berjalan pelan lalu mengisi tempat yang masih kosong di depan sang adik. "Why Aidan?" Ucap gadis itu dengan tatapan bingung.

Laki-laki itu tidak menatap sang kakak, ia tetap menutup matanya. "Masa lalu nggak usah di bawak lagi.." ucapnya pelan. Ia tahu betapa kelamnya masa itu di mana adiknya harus merelakan.

"Gue nggak setuju Aidan!" Serunya, ia rasa tidak ada gunanya memulai lagi dengan orang asing yang masih belum mengingat dan mengetahui dirinya siapa.

Ia menatap Skye nanar, "Dia rumah gue kak." Tegasnya tangannya di kepalkan berusaha menahan emosi yang mengalir.

"Cari yang lain Aidan, COME ON!" Ujar Skye dengan pendiriannya, Aidan menatap kembali mata kakaknya.

"SHUT UP SKYE, JANGAN ATUR GUE KALI INI, Sophia rumah gue sampai kapan pun, gue bakal berusaha.." Skye tercengang, ia memejamkan mata sejenak. Dirinya mengatur napas perlahan.

Tangannya kembali normal, namun satu tetes air mata entah mengapa jatuh, ia rasa kenangan itu kembali berputar di keplanya.

"Gue tahu dia rumah lo, tapi Aidan dia nggak bakal bisa mencintai lo seperti dulu, gue nggak mau lo cinta sendirian." Ia menunduk perlahan badannya terjatuh kembali ke sofa.

Skye memeluk adiknya, ia tahu laki-laki kuat ini penuh luka yang mendalam. Tidak ada yang bisa menyembuhkannya sekali pun banyak wanita ingin mendekati dirinya.

"Oke gue percaya sama lo, gue bakal dukung, tapi jangan bikin diri lo capek, kalau lelah berhenti Aidan, jangan lanjut, gue nggak mau lo sakit hati untuk kedua kalinya.." jelas Skye dengan bijak. Ia tidak bisa juga memaksakan kehendak dirinya pada urusan sang adik.

Aidan memeluk erat sang kakak, Skye membalasnya dan memberikan satu kecupan manis di kepala adik kesayangannya itu. Ia melakukan ini demi kebahagiaan Aidan. Laki-laki itu harus mendapatkan kebahagiaan setelah masa lalu yang kelam itu.

......

Sophia sampai di kamarnya. Ia langsung membuka pintu balkon. Pikirannya bercabang dan kepalannya juga masih pening seakan-akan ada yang ingin masuk dan memutar kembali suatu hal.

Ia menunduk perlahan, wajahnya pucat. Sophia meraih obat di atas meja belajarnya. Obat itu sudah di siapkan sang mama sejak beberapa tahun yang lalu. Ia tidak tahu obat apa itu tapi jika ia minum dalam keadaan pening kepalanya akan merasa lebih baik.

Gadis itu menatap langit malam yang di penuhi bintang. Ia kembali memikirkan kata-kata yang di ucapkan laki-laki itu tadi. Dia serasa sudah mengenal dirinya dekat tapi ia baru bertemu dengan orang itu bebrapa hari yang lalu.

NEVERLASTING IN HEART (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang