SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW DULU YA!
Hari hari sophia Jennifer Ochean benar-benar bebas. Memiliki watak keras kepala, dingin, emosional dan tomboy membuat ia tidak di sukai oleh beberapa laki-laki. Padahal ia nyaman dengan penampilannya.
Berawal dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aidan menatap khawatir Sophia yang terduduk lemas di samping rak berkas dirinya. Ia berjalan dan perlahan menghampiri gadis yang masih tetap memegang kedua kepalanya.
Ia menghela napas kasar, buku diary itu sedikit terbuka, mata Aidan melotot kaget. Semua yang ia pikirkan terjadi dan sekarang Sophia mengalami sakit kepala kembali.
Sophia melirik Aidan dengan mata yang berair, laki-laki itu memeluk Sophia , ia memberikan elusan di punggung gadis itu, Aidan merasa bersalah.
"Tenang Sophia, jangan nangis..."lirih Aidan lembut, tangannya beralih memberikan elusan pelan di kepala sang empu.
Gadis itu menggeleng, "kepala aku sakit.."ujarnya dengan wajah pucat karena menahan sakit yang menjalar di kepalanya. Seakan-akan ada yang menusuk di dalam.
Laki-laki itu melepaskan pelukannya, lalu meraba nakas di samping dirinya, ia membuka tutup obat, lalu memberikan kepada gadis itu. Sophia menerimanya dengan tatapan bingung. Aidan menggeleng, ia membuka tutup botol.
"Minum, jangan pikir aneh-aneh" ia menurut karena kepalanya sekarang benar-benar sedang sakit sekali jadi harus minum obat.
Sophia menatap lekat mata Aidan, "kamu siapa?" Tanyanya dengan wajah yang penasaran. Jujur saja sekarang pikirannya menjadi penuh tanda tanya tentang laki-laki di hadapannya sekarang ini.
"Aidan," ujarnya singkat. Ia tahu benae bahwa gadis itu menginginkan jawaban lain yang membuat pertanyaan di pikirannya terjawab dengan puas.
Ia menarik jas laki-laki yang masih memegang botol minum itu, "tatap gue, gue lagi serius Aidan!" Wajah mereka bertemu, tatapan itu semakin dekat.
Aidan kaku, ia merasakan jantung yang berdetak lebih cepat, Sophia melapaskan tarikan itu. Ia berdehem singkat dan membuang muka ke sembarang arah.
"Gue sibuk, jangan pegang barang apapun di sini." Ia berdiri dan meletakan botol minumnya di atas meja. Kaki jenjangnya berjalan meninggalkan ruangan dan kembali ke ruang rapat.
Sophia tercengang, laki-laki itu benar-benar resek. Ia tidak tahu kenapa bisa bertemu orang modelan seperti Aidan yang cuek, dingin dan datar.
"Dasar laki-laki kanebo!" Pekiknya dengan menghentakan kaki dengan keras. Ia kesal sekali dengan manusia modelan seperti Aidan.
Ia berjalan, dan duduk di sofa yang ada di sana. Pikirannya tetap pada diary yang ada nama dirinya. Semua seperti drjavu di dalam kepalannya.
"Gue nggak tahu siapa lo sebenarnya Aidan, tapi lo selalu bikin kepala gue sakit.." sahutnya pelan. Jika boleh berteriak Sophia ingin melakukannya sekarang, ia benar-benar pening akhir-akhir ini.
.......
Laki-laki itu memegangi kepalanya pening, Sophia tidak mungkin berdiam diri dan bodo amat dengan semua yang baru saja terjadi. Hal itu tentu akan menguras energi dan membuat sakit kepala gadis itu kembali.