8. KEMBALI?

354 60 22
                                        

Happy Reading🫶🏻

Sophia memegang kepalanya sakit, tubuhnya dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sophia memegang kepalanya sakit, tubuhnya dingin. Badannya kaku tidak bisa di gerakan. Air mata yang jatuh menjadi kering.

Ia terduduk di sofa kamarnya. Matanya sendu, tidak ada kehidupan lagi di sana. Pikirannya kacau. Bagaimana bisa semua ini terjadi. Dirinya melupakan laki-laki penting di dalam hidupnya.

"Gue benci semua ini," sahutnya pelan dengan tangan yang menepis kasar sofa. Perasaan kesal itu mulai muncul, menyesal dan bodoh. Ia tidak bisa membayangkan betapa menderitannya Aidan selama ini.

Jika semua bisa di ulang ia tidak ingin keras kepala. Aidan adalah orang yang berpengaruh di dalam hidupnya. Sekarang ia melupakan laki-laki itu. Bahkan untuk sekedar mengingat pernah dekat pun tidak bisa. Gadis itu membenci penyakitnya sekarang.

Ia terduduk di lantai tak berdaya, kepalanya benar-benar nyerih. Seakan jarum menusuk kepalanya dengan bersama-sama. Suasana kamar hening tak ada suara apapun selain detik jam yang berbunyi dan tangisan diam dirinya.

"Maafin gue Aidan.."lirihnya. Ia sungguh bodoh. Laki-laki itu harus merasakan sakit selama bertahun-tahun demi dirinya. Bahkan ia rela memberikannya ruang untuk sembuh tapi nyatanya ingatannya tidak pulih sampai sekarang.

Pintu kamar terbuka, Sophia tetap diam membisu. Entah kenapa ia menjadi seperti orang bingung dan tidak memikirkan suara di sekitarnya.

Sang mama menghampiri anak perempuannya dengan wajah khawatir. Gadis itu menunduk lesu. Tenagannya sekarang benar-benar habis. Kepalanya berat sekali karena masalah yang masuk ke pikiran dirinya bertubi-tubi hari ini.

"Sophia? Kamu kenapa?" Tanya sang mama panik. Ia memeluk tubuh kaku gadis itu yang dingin. Jatung perempuan itu berdetak lebih cepat. Apa yang terjadi sebenarnya?.

Ia menatap nanar mata sang mama, "kenapa nggak jujur sama Sophia ma?" Tanyanya gemetar. Ia menahan rasa sakit sekarang. Entahlah dirinya tidak ingin memikirkan sakitnya saat ini.

"Jujur tentang apa sayang?" Panik wanita berumur itu. Ia tidak mau anak semata wayangnya itu kenapa-napa. Wajah pucat itu semakin terlihat jelas.

"Kecelakaan.." seketika sang mama terduduk lesu. Ia tidak menyangka Sophia mendengarkan percakapannya tadi di ruang kerja suaminnya. Ini sangat berdampak buruk untuk anaknya.

Hanya menggeleng pelan yang bisa ia lakukan sekarang. Ia tidak tahu harus bebuat apa sekarang. Dirinya benar-benar bingung.

"Ma jawab Sophia? Jangan bikin aku jadi orang bodoh." Sahutnya dengan tekanan. Tawa tipis mengisi ruangan itu.  Mereka memang menginginkan dirinya bodoh.

"Minum obat Sophia, tolong dengarin mama kali ini, kamu udah pucat.." bukan sekarang. Tidak sekarang. Semua masa lalu itu jangan terbuka saat ini. Sophia belum sembuh. Gadis itu belum kuat mendegarkan cerita yang menghilangkan semua memori di kepalannya.

NEVERLASTING IN HEART (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang