SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW DULU YA!
Hari hari sophia Jennifer Ochean benar-benar bebas. Memiliki watak keras kepala, dingin, emosional dan tomboy membuat ia tidak di sukai oleh beberapa laki-laki. Padahal ia nyaman dengan penampilannya.
Berawal dari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mobil itu berhenti tepat di tokoh es krim yang sudah lama tidak mereka berdua kunjungi. Aidan membuka kan pintu untuk Sophia. Gadis itu hanya menurut tidak protes.
Keduannya berjalan bersama masuk ke dalam tokoh es krim tersebut. Aidan sengaja membawa Sophia ke tempat yang pernah mereka kunjungi. Ia benar-benar rindu moment berdua.
Laki-laki itu memesan dua es krim dan mengajak gadis yang masih merasa bahwa ia pernah ke sini untuk duduk di salah satu kursi dekat jendela.
"Kenapa?" Tanya Aidan yang khawatir. Ia merasa bersalah jika gadis itu merasa sakit kepala karena di ajak ke tempat ini.
Ia menggeleng pelan, namun mulutnya ingin berbicara namun terhentikan karena rasa gengsi yang besar. Tangan kekar Aidan mengenggam Sophia.
"Lo pusing lagi?" Jujur saja ia sangat tidak ingin membuat gadis itu kambuh kembali. Tapi ia saat ini benar-benar merindukan moment berdua bersama Sophia.
Gadis dengan wajah bingungnya itu melepaskan gengaman tangan Aidan. Ia merasakan bahwa Aidan sangat dekat dengannya padahal dirinya baru bertemu sang empu.
"Lo siapa? Jujur sama gue.." lirihnya, setelah menyusun hal-hal yang terjadi ketika bersama Aidan ia merasa hal yang aneh. Tidak mungkin dirinya salah untuk kali ini.
Aidan menunduk lesu, tidak mungkin ia menceritakan semuanya sekarang. Ini akan berakibat fatal. Sophia akan benar-benar mengalami sakit kepala yang berlebihan.
Ia tersenyum simpul, "gue nggak tahu lo, kita orang baru yang berusaha menjadi lebih dekat." Jelasnya mengeles. Kepalanya sekarang berpikir keras bagaimana menjawab hal-hal yang akan di pertanyakan oleh Sophia selanjutnya.
Es krim yang di pesan datang, keduannya menoleh lalu mengucapkan terima kasih. Aidan memberikan satu es krim favorite Sophia. Gadis itu tersenyum simpul.
"Gue merasa kita udah dekat, tapi kita baru ketemu." Sahutnya di hantui dengan rasa bingung dan penasaran. Pikirannya menjadi tebelah sekarang.
Aidan melirik jalanan, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana lagi, "maaf gue lancang, lo benar-benar nggak ingat apa-apa?" Tanyanya memastikan, ia memang harus jujur namun belum bisa saat ini.
Sophia menyerit bingung, "maksud lo?" Ia tertawa tipis. Laki-laki di hadapannya benar-benar aneh. Kenapa bertanya seperti itu kepadannya.
"Sedikit aja lo nggak inget?" Semua usaha yang ia lakukan ternyata masih sama. Gadis itu belum juga mengingat hubungan mereka sedikit pun. Apa ia harus mengulang dari awal lagi?.