26. dari nol

1.8K 154 17
                                        

Nice reading

Becky nampak bingung karena dia sama sekali tidak mempunyai uang tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Dia melihat ada dana masuk dari heng kemudian ada pesan masuk.

"Aku tahu kau tidak mempunyai uang, maaf sudah membuatmu menunggu, ku belikan tiket untuk kau pindah ke phuket dan temanku setuju jika kau mengelola cafe nya, tenang saja kau dan keluargamu bisa tinggal di cafe itu karena dia membutuhkan orang yang bisa tinggal"

Becky sangat lega karena Tuhan mau mendengar doanya dan dia meyakini bahwa semua ini karena bayi yang di kandung oleh Freen.

Ia segera menebus obat itu setelah dia selesai dan berhasil mendapatkan obatnya, Becky segera menuju ke ruangan Freen.

Setelah tiba,

Dia melihat Freen sudah sadarkan diri.
Di belainya rambut hitam kecoklatan itu.

"Aku mencintaimu Freen, jangan tinggalkan aku karena aku tidak dapat hidup tanpamu, aku janji akan selalu menjagamu dan tidak akan menutupi apapun darimu, tapi tolong beri aku kesempatan"

Freen hanya diam dan membuang mukanya, dia tidak mau menoleh sedikit pun ke arah Becky

"Jadi maukah kita mulai dari nol lagi? Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini, jika kau mendiamkan ku seperti ini sama saja kau membunuh mentalku" Ucap Becky.

Ia terus memohon kepada Freem agar mau memaafkannya.
Namun Freen tidak bergeming, ia tetap mau pergi dan meninggalkan Becky.

Namun karena kondisini yang masih lemah, ia terpaksa harus bertahan dengan Becky sampai kondisinya pulih.

Sikap nya yang masih keras tidak menyurutkan Becky untuk terus membuat Freen menjadi luluh.

Hari demi hari berlalu.

Perhatian yang di berikan oleh Becky mulai meluluhkan hati Freen dan bahkan dia sudah mau makan makanan yang Becky siapkan.

Becky
"Ayo buka mulutnya"

Freen
"Tidak, aku sudah kenyang"

Becky
"Ayolah tinggal satu suap lagi"

Freen
"Cuma satu suap saja ya"

Becky
"Iya makanlah"

Makanan itu tidak sepenuhnya di habiskan karena Freen sudah kenyang, saat Becky akan membereskan sisa bekas makan milik Freen.

"Tunggu, beberapa hari yang lalu kau sempat berkata bahwa kau mendapatkan pekerjaan di phucket?" Ucap Freen sembari memegang ujung baju milik Becky.

Becky menoleh dan menjawab.

"Iya, dan jika kau setuju kita akan berangkat minggu depan tetapi jika kau keberatan aku akan tolak"

Freen
"Kenapa kau selalu menuruti apa yang aku mau padahal aku selalu menuntutmu untuk ini dan itu"

Becky
"Karena aku mencintaimu Freen"

Freen
"Maaf tapi aku belum bisa membalas perasaanmu namun kita bisa berteman kan"

Becky hanya tersenyum penuh arti kemudian dia berkata
"Tenang saja aku sangat memahami itu"

Kemudian Becky pergi untuk membuang sampah.

****

Becky berjalan meninggalkan ruangan itu langkahnya sangat perlahan seakan sangat berat bagi dirinya untuk melangkah.

"Teman ya? Seharusnya aku tidak mengharapkan lebih dari ini Freen namun hatiku telah tertuju kepadamu, sungguh aku ingin sekali rasanya menangis, dadaku terasa sesak mendengar dirimu hanya menganggapku sebagai teman"

Sejenak dia duduk di sebuah bangku panjang yang ada di rumah sakit itu, sambil menatap sang rembulan dia menatap nya sangat dalam tanpa terasa air matanya sudah keluar tanpa bisa di bendung.

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya, Becky menoleh ternyata itu adalah dokter Nora yang kebetulan sedang bertugas di rumah sakit itu untuk beberapa waktu.

Kemudian dia mulai mendekat kepada Becky, mereka duduk bersama dan Nore bertanya kenapa Becky menangis.

Becky pun menceritakan semua masalah yang menghamoirinya ia juga bercerita bahwa istrinya sedang masuk rumah sakit karena mengalami guncangan namun sudah mulai membaik.

Lalu Nora bertanya.

"Lalu? Apa rencanamu sekarang"

Becky menjawab
"Aku akan mengajaknya pindah ke phucket karena aku ada pekerjaan di sana dan tinggal menunggu Freen untuk pulih"

Nora hanya menganggukan kepalanya kemudian mencoba mendekatkan wajahnya ke arah Becky sambil berkata.

"Sudah lah jika dia tidak dapat mencintaimu maka aku siap untuk selalu ada untukmu Beck" Ucapnya.

Lama kelamaan wajah mereka semakin dekat namun tangan Becky mencegahnya.

"Terima kasih dokter, aku sangat tersanjung jika kau mau mendengar ceritaku, maaf aku harus menghampiri istirku karena takutnya dia membutuhkan sesuatu" Ucap Becky

Ia mulai menjauhi dokter Nora dan kembali ke dalam gedung rumah sakit untuk memastikan keadaan Freen.

Setelah Becky pergi..

Tatapan dari dokter Nora mulai berubah seperti ada ambisi dan obsesi dalam dirinya terhadap Becky.

"Lihat saja nona Becky, aku akan mendekatimu apapun itu dan kemanapun kau pergi tak akan pernah ku lepaskan, aku akan merebutmu dari gadis yang menolakmu itu, akan ku buat rumah tanggamu berakhir dan kau hanya lah milikku!"

Ucapnya lirih kemudian dia membuka sebuah bir lalu meminumnya, mata yang memerah seakan menandakan bahwa dirinya sangat ingin memiliki Becky seutuhnya.

Di sisi lain..

Becky sudah memasuki ruangan dan melihat Freen terlihat kesusahan saat ingin meraih sebuah gelas yang berada di meja sebelahnya.

"Biar aku ambilkan untukmu, maaf kalau aku terlalu lama" Ucap Becky.

"Kau kemana saja? Aku menelfon mu tapi kau tidak menjawabnya!" Ucap Freen sedikit membentak.

"Maaf tadi aku bertemu dokter Nora dan berbincang sebentar" Jawab Becky.

"Ehm,, ya sudah tidak apa-apa  maaf kalau aku sedikit kesal kepadamu, kenapa matamu? Apa ada yang menyakitimu?" Ucap Freen

Becky hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum.

"Andai kau tahu bahwa aku sangat sedih mendengar perkataanmu yang hanya menganggapku teman, Freen" Batinnya dalam hati.

Becky sempat terdiam lalu Freen mulai membuka obrolan dengan berkata.

"Soal tawaranmu untuk kita pindah ke phucket, aku sama sekali tidak keberatan"

"Benarkah?"

Freen mengangguk dan Becky memeluknya dengan erat.

Setelah keadaan Freen benar-benar pulih.
Tibalah saat mereka mengemasi pakaian yang akan mereka bawa untuk pergi ke phucket.

Namun sebelum itu..

Becky sempat memajang sebuah iklan, ia berencana mengunggah rumahnya untuk di sewakan.

Terdengar pintu di ketuk.

Elga berkata kalau semuanya sudah siap dan Becky pun menutup laptopnya serta beberapa berkas yang harus dia siapkan pun sudah di jadikan satu ke dalam tasnya.

Kemudian dia menutup kamar nya dan berbarengan dengan hal tersebut.

Ia berpapasan dengan Freen dan freen pun tiba2 merangkul tangannya.

"Ayo kita berangkat Beck" Ucap Freen dengan senyum nya yang manis membuat Becky terpana di buatnya.

"Betapa senangnya kau mau memegang tanganku" Ucap Becky.

"Jadi kau tidak mau aku rangkul?" Ucap Freen melepaskan tangannya.

"Eh! Jangan seperti itu, kemarilah tanganmu kau harus ku jaga sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu sendirian" Ucap Becky meraih tangan Freen.


Tunggu lanjutannya ya

Cinta Yang SalahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang