30. cinta yang tumbuh

2.1K 168 44
                                        

Nice reading

Setelah mendengar penjelasan dari Irin, Freen hanya diam.
Irin memegang tangan Freen.

"Becky tidak seperti yang kau pikirkan, dia sangat mencintaimu Freen kau adalah cinta pertamanya walaupun dia sering tidur dengan banyak wanita namun apa dia menyentuhmu tanpa seizinmu?"

Freen hanya menggelengkan kepalanya.

"Itu tandanya dia sangat perduli kepadamu dan kau sangat beruntung bisa mendapatkan cintanya, tolong cobalah untuk menerima nya" Ucap Irin

"Ehm aku belum tahu pasti soal perasaan ini namun aku juga tidak dapat membuatnya berharap lebih dariku" Ucap Freen.

Irin
"Baiklah aku hargai itu, sekarang tolong antar aku ke rumah kalian karena ada hal yang harus aku sampaikan sebelum dia sampai dulu sebelum kita"

Freen
"Tunggu! Bagaimana keadaan ayahku sekarang! Aku sangat khawatir kepadanya!"

Irin
"Aku akan beritahu semuanya sekarang kita harus menemui Becky maka semua nya akan jelas, karena aku juga di beritahu dini hari tadi dan akh langsung menuju ke sini"

Freen mengangguk dan kemudian Irin menolong nya untuk berdiri serta membawa kopernya lalu mereka kembali ke rumah itu menggunakan taxi.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah itu dan Elga melihat Freen nampak lega.

"Syukurlah Nona Freen kembali lagi" Ucap Elga.

Freen
"Ada apa bi? Dimana Becky dan kenapa pintu kamar nya di tutup"

Elga
"Dokter Nora meminta kita untuk tetap di luar dan dia menutup pintunya dengan rapat-rapat"

Freen
"Ini tidak bisa di biarkan!!"

Elga
"Nona  anda mau apa? Di dalam Nona Becky sedang di periksa"

Freen
"feeling seorang istri tidak akan pernah salah Bi, paman tolong buka paksa pintu itu!? Dan Irin tolong buka fitur video di ponselmu"

Bero dan Irin
"Baiklah"

Pintu itu di dobrak cukup keras dan membuat Nora sangat terkejut.

Posisi badan Nora menindih Becky yang sedang menggigil kesakitan dan itu membuat Freen marah seketika entah dorongan apa yang merasukinya.

Freen langsung menjambak rambut Nora hingga membuat Nora kesakitan.

"Dasar perempuan penggoda!! Ha!!  Kau ini seorang dokter malah bertindak cabul kepada seseorang yang sedang sakit ha!!! Aku akan melaporkanmu ke polisi!! Dan ku pastikan pisensimu sebagai seorang dokter akan di cabut!!!" Ucap Freen.

Beruntungnya Bero mencegahnya dan video itu di hentikan oleh Irin.

Bero
"Nak, sabar lah jangan main hakim sendiri"

Freen
"Bagaimana aku tidak kesal paman sementara dokter jalang ini yang seharusnya menyembuhkannya justru bertindak seperti itu terhadap dirinya!! Rasanya aku ingin sekali mencabik-cabik wajahnya!!"

Bero
"Sudah-sudah hentikan jangan turuti emosi sesaatmu itu nanti akan berimbas tidak baik, sekarang kau tenang ya polisi akan datang kemari"

Nora nampai kecau dan pakaian yang dia kenakan sangat berantakan, sampai akhirnya polisi tiba dan saat itu pula dokter yang memang di panggil oleh Bero pun datang.

"Maaf tuan saya datang agak terlambat karena terjebak kemacetan di daerah seberang karena ada pohon tumbang akibat hujan semalam"

Bero langsung mempersilahkan dokter untuk memerikaa keadaan Becky.
Setelah selesai dokter pun pamit dan Bero juga undur diri.
Dia berharap bahwa Becky dapat lekas sembuh.

Setelah dokter dan Bero pergi.

Freen menemani Becky di kamar dengan sabar dia mengganti kompres yang di gunakan untuk meredam suhu panas yang di derita.

"Air"..

Ucap Becky lirih.

Freen langsung membantunya untuk meminum air.
Dari luar kamar Irin yang hendak mengantarkan bubur untuk Becky seketika terhenti karena dia melihat Freen yang sekarang menggantikan posisinya.

Ia lalu meminta Elga mengantarkan bubur itu kepada Freen agar Becky dan Freen semakin dekat.

"Tugasku sudah selesai Beck, kini kau memiliki seseorang yang ku harap bisa menggantikan posisiku, aku mulai menyadari betapa beruntungnya diriku saat kau sempat menyukaiku namun aku menyianyiakannya dan dirimu kembali ke cinta pertama mu, sahabat mu ini sangat bodoh ya Beck!" Ucap irin sambil berlari sambil menangis di belakang rumah yang menuju ke lautan lepas.

Irin menangis sejadi-jadinya dia baru sadar jika ternyata dia memang mencintai Becky namun semua itu sudah terlambat jadi dia hanya bisa merelakan Becky bahagia bersama dengan Freen.

Di dalam rumah.

Freen tidak meninggalkan Becky sendirian.
Dia menyuapi dengan penuh rasa sabar.

Becky
"Aku sudah kenyang"

Freen
"Satu suap lagi ya setelah itu kau harus meminum obat mu"

Becky
"Ehmm.. Tidak mau rasanya sangat pahit"

Freen
"Ehm.. Lihatlah nak mommy sangat bandel dia tidak mau minum obat"

Becky
"Ha ha ha kau berbicara dengan janin di dalam perutmu?"

Freen
"Iya, dokter pernah bilang jika bayi bisa mendengar setiap pembicaraan kedua orang tuanya terutama seseorang yang dekat dengan ibunya"

Becky
"Baiklah kalau begitu mommy akan habiskan makanan ini lalu meminum obatnya, dan satu lagi kau harus tumbuh dengan sehat dan mommy ingin melihatmu anakku"

Satu kecupan dari Becky mendarat di perut Freen.
Becky mengusap perut Freen yang semakin membesar.

Mereka seperti sepasang kekasih yang sedang menanti kehadiran buah hati mereka.

Tak terasa Becky tertidur dalam pangkuan Freen, ia terbangun dan melihat Freen tidur sambil duduk.

Perlahan dia lepaskan handuk yang ada di dahinya dan memposisikan tubuh Freen berbaring di dekapanya.

Sesekali dia mencium dahi Freen dan itu membuat Freen semakit lekat memeluknya.

Becky tersenyum dan memandang wajah cantik nan jelita di hadapannya.

"Aku akan menjagamu dengan segenap jiwa dan ragaku, apapun yang kau inginkan akan selalu aku penuhi, aku mencintaimu Freen bahkan rasa sayangku ini lebih besar dari yang kau bayangkan"

Mereka tidur sambil berpelukan dan nafas Freen begitu dekat dengan leher Becky.

Mereka saling berpandangan, Becky menatap lekat pandangannya kepada Freen.

"Matamu sangat indah Freen, aku sangat menyukaimu" Ucap Becky.

Tiba-tiba...

Listrik padam dan Freen semakin erat memeluk Becky.

Freen
"Aku takut Beck, aku tidak mau pintu itu terbuka" Ucapnya.

Becky
"Biar aku yang menutupnya, kau tunggu di sini ya, aku tidak akan lama"

Freen
"Tidak!, aku ingin ikut"

Becky
"Tenang saja kau tetap di tempat tidur ya aku hanya menutup pintu di sana dna jaraknya tidak lebih dari satu meter"

Freen mengangguk dan Becky melepaskan pelukan itu.
Setelah pintu itu berhasil di tutup.

Becky menyalakan lampu emergency dan dia melihat Freen terlihat sangat cantik dengan baju tidurnya.

Seketika dia menelan ludahnya kala belahan dada milik Freen terlihat olehnya.

Freen
"Beck, kenapa kau hanya berdiri di sana?"

Becky
"Ah.. Iya tunggu aku akan meletakan lampu ini di ujung meja agar kau tidak takut lagi"

Becky kembali memeluk Freen dan dia memandangi wajah cantik dari wanita yang dia sayangi, seakan ada hsrat yang terus meronta, Becky pun berkata

"Aku kedinginan, Boleh aku menciumu sekali lagi?"






Tunggu chapter selanjutnya

Cinta Yang SalahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang