15. Dia adalah miliku

2K 170 14
                                        

Nice reading

Becky pun mulai bercerita dengan Irin.

Becky
"Aku sedang hancur"

Irin
"Kenapa?"

Becky
"Aku mencintai seseorang"

Irin
"Oh ya? Siapa?"

Becky
"Calon istri dari kakakku"

Irin
"Ehm.. Sekarang apa yang akan kau lakukan?"

Becky
"Entah lah, aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa tapi yang jelas sekarang hatiku sedang tidak baik-baik saja"

Irin
"Iya aku paham dengan apa yang kau rasakan Beck, tapi apakah gadis itu tahu tentang perasaan mu?"

Becky
"Ehm,, aku tidak akan membiarkan dia tahu perasaanku yang sebenarnya, dia adalah cinta pertamaku semasa kecil dan sempat aku menyukaimu namun namanya sudah tertanam di dalam hatiku dan aku tidak bisa melupakannya, cintaku sudah habis untuk dirinya"

Irin
"Kalau boleh tahu, siapakah gadis beruntung yang berhasil mencuri hatimu?"

Becky
"Dia adalah Freen, dulu aku mengenalnya sebagai rocha dan aku baru ingat kalau dia adalah gadis yang aku cintai sampai sekarang"

Irin
"Sabar Beck, setidaknya kau masih bisa bertemu dengan dirinya walau status kalian adalah ipar dan apa yang istimewa darinya sampai kau menyiksa dirimu seperti ini?"

Becky menangis sejadi-jadinya karena rasa sesak di dalam hatinya, kemudian dia berkata.

"Tidak ada yang istimewa dari dia hanya saja semua tidak akan terasa istimewa bila tanpa dirinya"

Seharian Becky hanya menangis dan tidak mau makan namun Irin tidak meninggalkannya dia terus menemani sahabatnya itu walaupun dia pernah melakukan kesalahan.

"Beck, makan dulu"

Becky hanya menggelengkan kepalanya dan berkata kalau dirinya tidak lapar namun irin membujuknya untuk tetap makan walaupun sedikit.
Akhirnya setelah di bujuk becky mau makan walaupun hanya sedikit.

Irin menyuapkan makanan ke mulutnya secara perlahan dan kemudian ponselnya berdering.

Becky melihat nama di ponsel itu bertuliskan "My brother"
Kemudian ia mengangkat panggilan telepon itu dan bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Rich berkata kalau sebentar lagi dia dan Freen akan menikah dan Rich meminta agar Becky menjadi pengiring pengantin saat dirinya menikah nanti.

Mendengar hal itu Becky tidak dapat menolak dan hanya bisa mengiyakan permintaan kakaknya, ia lalu menutup telponnya dan langsung memeluk Irin dengan erat.

"Harus bagaimana lagi rin?? Hatiu hancur mendengar mereka akan menikah dan kakakku memintaku untuk menjadi pengiring di pernikahan mereka, aku tidak kuat menyaksikan hal tersebut"

Irin hanya bisa menenangkan Becky yang sedih, dia tahu betul jika sahabatnya itu memiliki hati yang sangat tulus jadi jika dia hancur maka keadaanya akan sangat hancur.

"Beck lebih baik kita cari suasana baru agar sedihmu hilang, jika kau terus seperti ini maka kau tidak akan berkembang dan akan terus mengingat hal itu" ucap Irin

Mendengar hal itu Becky pun menyetujui saran tersebut, mereka putuskan untuk pergi ke sebuah mall dan berencana untuk menonton film di bioskop.

*****

Sampailah mereka di mall dan mereka memutuskan untuk memberi beberapa minuman dan beberapa camilan karena saat itu adalah akhir pekan dan kondisi di bioskop itu cukup ramai dan pemesanan tiket secara online sedang bermasalah akhirnya Becky dan Irin berbagi tugas.
Irin yang memesan tiket dalam antrian sedangkan Becky membeli beberapa camilan dan minuman untuk menemani mereka menonton film.

Becky sedang asyik mengantri.

Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, saat dia menoleh ternyata orang itu adalah kakaknya dan di hadapannya ada Freen yang sedang menggandeng tangan kakaknya dengan mesra.

Rich
"Kau menonton film dengan siapa Beck?"

Becky
"Dengan Irin"

Rich
"Ehm.. aku bersama dengan Freen masuk duluan ya karena film segera akan di putar"

Becky
"Iya kak"

Pandangan Becky seketika menjadi sendu saat melhat Freen dan kakaknya nampak berjalan bersama sambil bergandengan tangan secara mesra dan seketika hatinya menjadi sedih, air matanya hampir menetes namun Irin segera menghampirinya dan berkata.

"Becky,aku sudah dapat tiketnya"

Becky langsung mengusap air matanya dan mengambil pesanan camilan serta minuman yang sudah di pesan kemudian mereka masuk ke dalam bioskop dan saat Becky melihat judul film itu sama dengan ruangan yang di masuki oleh kakaknya dan juga Freen

"Film horor? Setahuku Freen takut dengan hantu" ucap Becky lirih

Ia tahu betul apa yang Freen suka dan tidak saat masih kecil karena saat itu Freen sempat berkata bahwa dia tidak suka tempat gelap dan juga dia sangat takut dengan hal yang berbau horor.

Saat mereka mencari posisi tempat duduk yang tertulis pada tiket dan tak di sangka Becky dan irin duduk di sebelah Rich dan juga Freen yang sudah ada di situ lebih dulu.
Freen melihat Irin yang seakan ketakutan hanya menunduk, Rich yang melihat nya berkata.

"Sayang kau kenapa?

Freen pun menjawab
"Aku tidak mau duduk di sebelahnya" sambil menunjuk ke arah Irin

Pandangan Rich mengarah kepada Irin dan Becky.

"Becky tempat duduk mu tukar saja dengan temanmu itu biarkan dia di ujung dan kau di tengah bersama dengan Freen" ucap Rich

Mendengar hal itu Becky pun menuruti apa yang di perintahkan oleh kakaknya kini posisinya Freen dan Becky di tengah dan Rich di ujung kiri sedangkan Irin di ujung kanan sehingga posisi Freen dan Becky diapit oleh kedua orang itu.

Ruangan itu mulai di penuhi oleh banyak orang, Freen sdikit tidak nyaman dengan kerumunan yang tiba-tiba ada di hadapannya dan tangannya langsung di genggam oleh Becky, kemudian ia berbisik di telinga Freen

"Agar kau tidak panik lihat aku saja jangan lihat orang-orang itu dan pegang tanganku erat-erat"

Mendengar hal itu, Freen pun menuruti apa yang di katakan oleh Becky dan benar saja mereka bedua hanya berpandangan dan tatapan Becky kepada Freen sangat lekat dan seakan tidak mau berpaling.

Lampu bioskop mulai di matikan.

Freen semakin mengencangkan genggamannya dan Becky memegang tangan Freen untuk membuatnya tenang.
Becky justru lebih peka tentang apa yang di rasakan oleh Freen sedangkan Rich hanya terfokus kepada film yang mulai di putar.

Awal film di putar semuanya berjalan lancar sampai di tengah adegan film Freen masih memegang tangan Becky dan tidak melepasnya.
Sampailah dimana adegan Film itu saat hantu mulai muncul semua orang fokus terhadap film itu namun Freen merasakan ketakutan yang sangat dalam bahkan menjerit pun dia tidak mampu sampai wajahnya keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya.

Becky yang terus memegang tangan dari Freen mulai merasakan gejolak yang nakal dalam dirinya kemudian dia mengarahkan wajah Freen untuk mendekat dengan dirinya kini wajah mereka sangat dekat dan Becky berkata.

"Jika kau takut lihat lah ke arahku, jangan lihat kemanapun karena kau sangat indah di mataku"

Tanpa di duga Becky mencium bibir Freen persis di sebelah kakaknya.







Terim kasih
Tunggu cerita selanjutnya

Cinta Yang SalahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang