Nice reading
Setelah pertengkaran antara Becky dan Rich mereka berdua menjadi saling diam dan hanya berbicara seperlunya saja.
Becky berusaha menjauh dari Freen dan berusaha untuk tidak memikirkannya walaupun hatinya terasa sesak.
Dia menyiksa dirinya dengan bekerja lebih keras dari biasanya hingga dia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah orang tuanya ataupun ke rumah pribadinya.
Irin yang khawatir segera menyusul ke hotel dan di sana ia melihat Becky sedang meminum wine dengan jumlah banyak.
"Beck, hentikan! Ini sudah keterlalulan! Yang kau lakukan ini terlalu berlebihan!" Ucap Irin sambil merebut botol wine yang masih ada di genggaman sahabatnya itu.
"Jangan rebut minuman itu dariku!!! Aku sedang ingin menyiksa diriku!! Aku mencintainya namun aku di paksa merelakannya! Mereka semua tidak mengerti perasaanku!! Kau tahu Rin kalau rasanya sakit!!! Sakit!!! Dan sangat sakit!!! Mencintainya namun tidak dapat memilikinya adalah siksaan bagiku!!!"
Irin memeluk Becky dan mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Sudah Beck jangan terus terlarut dalam keterpurukan, aku ada kabar untukmu kalau temanku mengundang kita ke pestanya dan di sana kau bisa berkenalan dengan gadis-gadis cantik"
Mendengar hal itu Becky berkata.
"Apa kau bilang? Gadis cantik? Apa mereka bisa ku ajak tidur?"
Irin hanya mengangguk dan tersenyum seakan sudah tahu kelemahan sahabatnya itu..
Becky jika sedang mabuk dia sangat gila akan wanita apalagi jika hatinya sedang terluka maka semuanya bisa dia lakukan untuk membuat hatinya senang dan gairahnya sangat tinggi dalam hal sex.
Kemudian mereka bergegas menuju ke tempat yang di tuju dengan menggunakan sebuah mobil.
Mereka membutuhkan jarak tempuh hampir satu jam karena tempatnya yang agak jauh.
Selama perjalanan Becky melihat notif di ponselnya dan ibunya mengirim pesan soal fitting baju untuk pernikahan Freen dan Rich namun Becky hanya mengabaikannya.
Tibalah mereka di sebuah rumah mewah dan irin mengenalkan temannya kepada Becky.
"Becky ini kenalkan temanku bernama Cevi"
Becky berkenalan dengan Cevi, wajah asia yang sangat manis dan enak untuk di pandang serta cara dia berkomunikasi membuat Becky merasa nyaman mengobrol dengan dirinya hingga Irin pun menepuk lengan Becky dan memberikan kode agar mengajak Cevi untuk mengobrol lebih intens.
Mereka bedua menuju ke sebuah balkon yang menghadap ke taman menghindari suara berisik yang berada di lantai dasar.
Mereka saling berbincang dengan asyik hingga dengan meminum wine dan mulai bercerita tentang sesuatu yang sedikit pribadi.
Cevi
"Pernah kah kau merasa seperti excited sendirian?"
Becky
"Iya aku merasakan bahwa aku selalu menunggunya namun tidak dengan dirinya"
Cevi
"Yach dan itu rasanya sakit sekali kadang aku berpikir apakah cinta itu harus sesakit ini?"
Becky
"Cinta itu sangat menyiksa di saat kita tidak mendapatkannya dari orang yang kita kehendaki"
Cevi
"Kalau kita memutuskan untuk mengakhiri hidup apakah orang itu akan merasa kehilangan?"
Becky
"Kurasa tidak namun bodohnya kita selalu menunggu nya dan berharap dia juga merasakan apa yang kita rasakan sungguh hal yang bodoh! Tetapi hati ini tidak dapat di paksa apabila sudah ada orang yang tertanam di hati kita dan itu sangat dalam"
Cevi
"Hmm iya aku sangat paham, perasaan cinta yang begitu dalam hingga terasa seperti di tusuk oleh sebilah pedang yang sangat tajam dan menariknya pun akan terasa sakit jadi kita memilih untuk bertahan meskipun terluka"
Becky
"Ha ha ha apa aku harus mengakhiri hidupku supaya sakitnya akan hilang?"
Cevi
"Cih.. Setelah kau mati apa dia perduli? Jika dia mencintaimu maka dia akan mempertahankanmu"
Becky
"Kalau dia tidak tahu apa yang kita rasakan?"
Cevi
"Cinta tidak akan salah dalam memilih seseorang namun yang salah adalah ekspetasi dari diri kita terhadap orang tersebut, lebih baik sediakan satu ruang kosong di hatimu agar saat kau kehilangan dirinya sepenuhnya maka kau tidak akan merasakan sesak yang berkepanjangan serahkan semuanya kepada Tuhan"
Becky
"Ha ha ha seorang lesbian mengharapkan restu dari Tuhan?? Jangan bercanda"
Cevi
"Kau tidak tahu tentang rencana Tuhan terhadapmu, dunia punya norma, agama punya aturan namun cinta? Hanya cinta yang berani melawan takdir yang sudah di gariskan Tuhan namun dia sangat suci tetapi juga siksaan paling berat di dunia ini"
Becky
"Sangat berat yang kurasakan, aku harus mengalah untuk seseorang yang aku cintai, dia hanya menganggapku sebagai orang lain namun dia terus masuk ke dalam relung hatiku"
Cevi
"Bertahanlah dan jangan pernah menyerah akan cintamu temani dia sampai menemukan kebahagiaannya sekalipun kau harus tersakiti setidaknya kau bisa terus mendengar kabar tentangnya, melihat senyumnya, mendengar suaranya dan semua yang berhubungan dengan dirinya"
Becky
"Terima kasih karena telah mendengarkan keluh kesahku"
Becky mulai menangis sesenggukan merasakan sakit nya dan rasa pedih di hatinya yang membuatnya susah bernafas.
Cevi memeluknya dengan erat dan berkata.
"Keluarkan semuanya, supaya perasaanmu lebih baik"
Becky memeluk cevi beberapa saat dan setelah dia mulai membaik mereka kembali duduk berdua dan pandangannya teralihkan kepada sebuah foto keluarga yang terdiri dari 5 orang.
Cevi kemudian berkata
"Itu keluargaku, aku punya dua kakak laki-laki dan kakak ku yang pertama bernama bicho dan yang kedua bernama chio"
Mendengar hal itu Becky hanya menganggukan kepalanya dan kembali meminum wine yang masih tersisa.
Cevi meraih leher Becky dan mereka berciuman mesra di bawah sinar rembulan yang bersinar terang.
Mereka memasuki sebuah kamar dan Becky melepas baju Cevi sambil mencumbui lehernya dan membuat Cevi semakin bergairah di buatnya.
Cebi sudah telanjang bulat dan Becky menikmati tubuhnya dengan ganas, ia mulai memasukan jarinya ke arah vagina itu dan membuat gadis cantik itu bergelayut dalam nikmatnya birahi yang menggelitik di sekujur tubuhnya..
"Ahh. Becky... Ahh.. Aku akan keluar.... "...
Cevi mencapai klimaksnya dan Becky menatapnya dengan puas.
"Andaikan yang di hadapanku adalah Freen maka tidak akan aku hentikan aku hanya mau denganmu Freen" Ucap nya dalam hati.
Kemudian Becky keluar dari kamar itu sambil menyeka tangannya dengan beberapa lembar tisu.
Lalu dia melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 3 dini hari, ia lalu menemui Irin dan pergi meninggalkan tempat itu.
Irin dalam kondisi mabuk berat dan Becky hendak membawanya ke hotel pribadinya sambil mengambil sebuah permen dia menancapkan gas mobilnya dengan kencang.
Sesampainya mereka di hotel, ia langsunv merebahkan tubuh irin dan dirinya tertidur dengan pulas.
Pagi harinya..
Ponsel milik Becky berdering..
Sekitar ada 50 panggilan tak terjawab dari ibunya..
Kemudian Becky terbangun dan mengangkatnya.
"Ah... Mommy, ini masib pagi kenapa terus menelfonku?"
"Pagi?! Kau bilang?! Astaga nak, ini sudah jam 4 sore semuanya menunggu dirimu untuk melakukan fitting baju penggiring pengantin! Cepat kemari mommy tunggu segera!?"
Mendengar hal tersebut Becky langsung bergegas menuju ke tempat yang di tuju.
Terima kasih
Tunggu cerita selanjutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Salah
RomanceApakah aku harus menjadi laki-laki seutuhnya untuk bisa memilikimu?? tanpa harus berada dalam perkawinan kontrak?? Nb : akun yang lama gak bisa login
