Happy reading
**
***
**
Disa segera melenggang pergi meninggalkan kamar Ariya, namun tentu ia tak langsung pergi meninggalkan mansion itu. Sebelum itu ia akan ke laboratorium milik Woni dulu. Jikalau hari ini ia tidak mendapatkan penawar, setidaknya ia dapatkan buku tadi
Ketiga kecoak yang tadi menggerayangi kaki Disa sudah ia masukkan ke dalam plastik agar aman, kini Disa sudah menjadi manusia sehingga ia tidak bisa berkomunikasi dengan ketiga temannya yang masih menjadi kecoak itu
Darimana Disa tahu bahwa kecoak itu temannya? Tentu hanya dari insting, Disa memang sedikit gila
Disa segera berada di depan kamar Woni, ia langsung memasukan pin sandi, tentu Disa masih ingat. Tapi sekarang masalah nya adalah, bagaimana caranya masuk ke ruang lab Woni. Karena ruang lab itu hanya terbuka jika memakai sidik jari Woni
Ia kelimpungan, sebenarnya ia kesini tanpa rencana apapun. Hanya mengandalkan ingatan-ingatannya yang berceceran
Tak lama terdengar derap langkah kaki dari ujung lorong, seperti nya langkah kaki itu kian mendekat. Hingga akhirnya Woni muncul dengan setelan jas labnya
Disa tentu sudah bersembunyi lebih dulu sebelum Woni datang, ia kini sedang berada di bawah kolong ranjang milik Woni
Woni meletakkan telapak tangannya pada tembok itu, dan seketika temboknya terbelah, iya, itu ruangan rahasia milik Woni
Mumpung tembok itu belum tertutup rapat Disa segera menyusul Woni ke dalam, ia tak membiarkan kesempatan sekecil apapun terlewatkan
Woni yang tidak menyadari keberadaan Disa, masih santay membuat ramuan-ramuan yang tentu tidak dimengerti oleh Disa
Di Balik tembok Rahasia
Disa menyelinap ke dalam ruangan rahasia, berhati-hati agar tidak terdengar oleh Woni. Ia melihat Woni sedang sibuk mencampurkan ramuan di atas meja laboratorium. Disa mengintip sekitar, mencari penawar atau buku
Disa mendekati rak buku dan mencari buku yang dicari, ia berharap setidaknya ada secercah harapan
Tiba-tiba saja Woni berteriak, "Aha! Akhirnya berhasil!"
Ia mengangkat sebuah botol kecil berisi cairan ungu. Disa mengenali itu sebagai penawar
Sebenarnya saat Disa tahu itu adalah penawar. Ia sangat ingin segera merebutnya, namun akal sehat kembali mengendalikan nya. Jika ia mengambil itu langsung tepat dihadapan Woni. Ia tidak akan bisa kabur, dikarenakan yang bisa membuka pintu keluar hanyalah sidik jari Woni. Jadi dengan bersabar Disa tetap menunggu Woni hingga selesai
Akhirnya setelah 2 jam menunggu kegiatan 😜Woni selesai. Disa bisa mencuri juga penawar itu. Ia melancarkan aksinya segera setelah Woni menempelkan tangan nya ke tembok seperti saat ia ingin masuk tadi
Sebelum tembok itu tertutup Disa segera berlari meninggalkan ruangan lab milik Woni, namun ternyata Woni masih ada di dalam kamar. Hingga ia melihat aksi Disa
Dengan kaget dan pikiran kacau Woni berlari sekuat tenaga. Ia berlari sangat kencang bahkan lupa caranya menge rem 'brukk' suara yang cukup keras, Woni berhasil menyusul Disa namun sayangnya ia juga menabrak keras punggung Disa
Saat melihat Disa hendak kembali kabur, Woni menarik kerah baju Disa. Membuatnya tak bisa berkutik, kini ia benar-benar telah ketangkap basah
"Jelasin ke gua ini semua? APAAA?" teriak Woni, yang masih setia menarik kerah baju Disa
Disa tak ambil pusing, ia langsung menghempaskan lengan Woni dari kerah bajunya sekuat tenaga. Tanpa bicara sepatah kata apapun Disa menendang kaki kiri Woni membuat woni meringis kesakitan
Bagu Disa, sekarang ia tak punya waktu untuk meladeni Woni. Lebih baik sekarang ia kabur, keburu para penjaga dan satpam berkumpul di sini dan mengeroyoknya
"Anjiiiiiiiiiiing" Woni berteriak sangat keras
Sebenarnya Disa tidak sadar, ini adalah wilayah Woni, tentu tak ada satupun penjaga ataupun satpam di sini, dikarenakan Woni bukanlah seseorang yang penting bagi ayah nya
Itu juga alasan yang membuat Disa beraksi dengan cukup mudah, bahkan mungkin bisa. Dibilang sangat mudah
Setelah berlari cukup lama tanpa melihat ke belakang sekalipun. Kini Disa sudah tidak bisa melanjutkan lagi, ia merebahkan tubuh nya asal pada trotoar pinggir jalan
Yang ia mau saat ini hanyalah istirahat, menstabilkan nafasnya, dan mengumpulkan energi. Ia sudah tidak peduli mau woni bisa menyusul nya atau tidak, yang pasti sekarang ia sangat capek. Sangat haus
Mana gak ada mamang penjual es lewat lagi, padahal Disa haus banget, mengenyahkan rasa hausnya Disa mengeluarkan 3 kecoak yang tadi ia masukan ke dalam tasnya dan di ikat oleh plastik. Membuka plastik itu dan meneteskan sedikit demi sedikit penawar hasil rampasannya tadi
Dengan nafas yang masih ngos-ngosan. Disa telaten menunggu. 1 menit, 2 menit, bahkan 5 menit. Tapi ke tiga kecoak itu belum juga menunjukkan tanda-tanda adanya keajaiban
Ia pun sudah pasrah. Bodo amat, mungkin ia salah mengenali, mungkin 3 kecoak itu bukan teman-teman nya
Namun saat mata Disa mulai terpejam, cahaya menyilaukan menerobos masuk ke netranya. Ternyata keajaiban telah datang. Kini didepannya adalah Ariya, Stereo dan Troy dalam wujud yang sudah berubah sepenuhnya menjadi manusia
Disa yang melihat Ariya refleks memeluknya erat, menangis sejadi-jadinya. Menumpahkan segala hal yang ia tahan selama ini
Dengan senyum lembut Ariya mengusap pucuk kepala Disa, membiarkan Disa seperti itu sebentar. Ia pun juga masih mengagumi keberanian yang Disa lakukan tadi
*****
****
****
See you Next time
KAMU SEDANG MEMBACA
KECOAK BERGOYANG
Genç Kurgu⚠️warning *18+ karena byk kata-kata kasar, harap bijak dalam membaca *Ini genre comedy but tergantung selera humor para pembaca "What? ada apa dengan badan gua, ko item-item kecoklatan? Perasaan badan gua putih, bening, mulus, udah ka...
