Jungkook duduk santai sambil baca majalah di halaman belakang, sambil sesekali mata cantik nya memperhatikan ketiga bayi nya main di rumput halaman.
Sikecil Jena duduk sambil menghisap kepalan tangannya, mata bulat turunan sang papa terlihat memperhatikan para Oppa nya bermain bola.
Dengan cepat Jena merangkak menghampiri bola itu dan mengambil nya langsung dibawa kepelukan nya disertai cengiran imut, seolah bangga dirinya mampu mengambil mainan kedua kakaknya.
"Jena bola Oppa anang ambilll ciniii. " Jeha mencoba merebut bola di tangan Jena tapi bayi cantik itu malah menarik rambut Jeha.
"Naaaaa!! " Seru si bayi sambil terus menjambak rambut Jeha kemudian tangan mungil nya dengan mulus menampar pipi sang kakak kedua.
Plak!!
"HUWAAAAAAA PAPAAAA JENA NAKAL!! "
tangisan Jeha langsung terdengar karena sungguh meskipun masih bayi tapi jambakan dan tamparan Jena tidak main-main.
Jungkook mendengus mendengar pertengkaran anak balitanya, kemudian dia segera menghampiri mereka.
"Jena kenapa ambil mainan Oppa sayang, mainan Jena itu boneka baby, bukan bola, itu mainan anak lakik. " Ucap Jungkook dengan lembut mengambil bola ditangan Jena.
"Uhh Naaaaa!! Mama Naaaaa. " Jena menjerit-jerit memukul tangan Jungkook.
Jungkook merengut, bayi nya ini cuma bisa bilang mama saja, dan itu selalu saat bersama nya.
"Jena gak boleh gitu, sini kasih papa. " Jungkook sudah mulai habis kesabaran, karena Jena tidak mau memberikan bola nya, jadi nya saat ini Jungkook dan Jena rebutan bola dengan Jeha dan Hwan sebagai penonton gratis.
Ohh jangan lupa dengan sosok ahjussi rasa Oppa yang sedang berdiri di pintu masuk halaman belakang, bertolak pinggang menonton Suami bayi nya yang sedang rebutan Bola dengan darah daging yang dilahirkan nya sendiri.
"Ihhh Jenaaaa nakal ya sama Kookie! Sini bola nya punya Kookie!! " Keluar sudah bayi Kookie dalam diri Jungkook.
"Naaaa!! kikiii " Oceh sibayi menimpali.
"Ini punya Kookie tawukkk!! "
"Naaaa!! Kikiii. "
"Ihhhh Jena nakal huweeee Daddy Jena nya nakal. "
Seokjin tertawa melihat itu meskipun dalam hatinya membatin.
"Maafkan aku ya Tuhan sudah menikahi dan menghamili bayi suci polos yang suka bertengkar dengan anak nya sendiri. "
Seokjin pun dengan senyum ala sugar Daddy untuk menggoda bayi sugar nya kemudian dia pun menghampiri Jena.
"Jena kasih bola nya sama Daddy sayang, ini punya Oppa. " Ujar nya.
Jena dengan mata polos nya memberikan bola itu pada Daddy nya.
"Gumawo baby. "
Cup...
Seokjin mengecup pipi sang putri kemudian memeberikan bola nya pada Hwan.
Jena terkekeh malu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangan nya.
Baby Jena sudah centil sejak dini tau saja dia jika Daddy nya itu meskipun otw setengah abad umur nya tetap tampan rupawan seperti remaja jompo.
"Cahh boy kembali bermain sana, tapi jangan bertengkar oke! "
"Ndeee Didyyy. " Sikembar kembali bermain bola dengan di awasi oleh para suster mereka.
"Sekarang bayi gede ku, kenapa nangis rebutan bola sama Jena, Kookie ini papa nya Jena loh sayang bukan temannya Jena. " Ucapnya bilang gitu, tapi tangan nya dengan cekatan menggendong bayi gede sekaligus bayi kecilnya di kedua lengan kekar nya.
"Kookie kan tetap baby gula nya Daddy, dan Jena nakal rebut mainan kembar. "
"Naaa Kikiii!! Mwamwa! "
"Kan Jena gak ngaku kalau nakal, Daddy hukum Spankies bumbum Jena Daddy, dia nakal badboy! "
"Bad Gril sayang bukan Bad boy, kalau bad Boy itu untuk laki-laki." Seokjin tidak tahan langsung menyerang bibir tipis Jungkook.
Jungkook terkekeh malu kemudian menyembunyikan wajahnya di dada sang Suami.
"Hihi Bibir Kookie dicium Kakek tuwaaa. "
Seokjin menghela nafas, Suaminya ini suka sekali bilang dirinya kakek tua, padahal umur nya saja baru 39 Tahun.
"Sayang mana ada kakek tua segagah aku. " Komentar nya kemudian membawa kembali kedua bayi beda generasi itu duduk di pinggir taman.
"Adaaa tau, Daddy Jeon kakek tua masih bisa gendong Kookie, ihh Jena jangan duduk disitu itu punya Kookie. " Jungkook tiba-tiba langsung memindahkan Jena dari pangkuan suaminya ke tanah lalu si bayik gede pindah ke pangkuan sang suami.
"Naaaaa diiii. " Jena malah nangis karena dipisahkan oleh Daddy tampan nya.
Seokjin mendengus, jika dirinya ada diantara Jena dan Jungkook akan ada perdebatan dan perebutan dirinya, tapi jika si kembar yang ada diantara mereka, Seokjin yang nelangsa karena si kembar memonopoli si cantik.
"Ini Daddy nya Kookie, Jena gak boleh ambil wleee. "
Makin kencang lah tangisan Jena, sungguh Seokjin seketika tuli karena suara mereka yang bersahutan.
"Sudah, sayang mengalah sama Jena ya. " Seokjin ambil keputusan di letaknya kembali Jungkook ke kursinya kemudian mengambil Jena di dudukan ke pangkuan hangat kesukaan anak dan suaminya tersebut.
Jena pun akhirnya diam, tapi lidahnya menjulur mengejek Jungkook.
"Jena nakal! Awas Daddy kalau minta main Kookie gak mau. "
....
Setelah puas main, kini si kembar duduk di ruang bermain bersama Jungkook, mereka sedang menyusun lego raksasa yang dibelikan oleh Seokjin, oleh-oleh dari Jepang.
Saat sedang asik main, Tiba-tiba sebuah lengan kekar melingkar di perut rata nya.
"Sayang, Baby Jena sudah bobo sore, Baby ku ini gak mau bobo Sore juga hmm. " Bisik Seokjin sembari tangan nya menjalar di perut Jungkook.
Plak!!
"Daddy jangan ganggu Papa! Kami lagi main, syuh!. " Hwan tiba-tiba memukul belakang kepala Seokjin dengan pelan, meminta sang ayah untuk tidak mengganggu Papa nya bermain.
Seokjin mendengus, lihat kan sekarang Jungkook yang di monopoli oleh anak mereka, tadi Seokjin yang dimonopoli Jena, sampai bayi cantik itu bakal nangis saat melihat Jungkook mendekati mereka.
"Daddy sana main sama Jena saja, jangan ganggu kami main. " Jeha berceletuk sambil tetap fokus memasang lego nya.
"Daddy sana ihhh jangan ganggu Kookie terus, sana kerja kek cari uang untuk jajan Kookie, atau main sana sama Jena, tadi cuekin Kookie terus asik main sama Jena aja, sekarang datang ke Kookie, emang Kookie bayi murahan yang bisa luluh gitu aja, gak yaaa huhuhuhuhu. "
Seokjin tertawa mendengar ocehan suaminya, dijawil nya pipi gemuk itu kemudian di cium nya.
"Cute baby, kita buat bayi satu lagi ya, biar Kookie ada teman kalo Daddy sibuk sama Jena. "
Jungkook melepas pelukan Seokjin kemudian menatap tajam si Suami.
"Daddy gak malu? Sebentar lagi Daddy bakal punya Cucu tapi mau tambah anak terus, ingat umur Daddy, Kookie gak mau ya urus anak banyak sendirian pas Daddy mati nanti. "
"Sayang, Umur Daddy baru 39 loh, belum terlalu tua untuk punya anak.. "
Jungkook mendengus kemudian kembali fokus pada mainannya.
"Kalau gitu Daddy harus turuti keinginan Kookie, buatkan Kookie telur bebek emas sekarang. "
Seokjin terdiam, dari mana dimana dia dapat telur Bebek emas?
"Bisa tidak? Kalau gak telur Daddy kookie goreng mau!. " Jungkook nyosor dengan kepalanya menghadap burungnya, dengan gaya seperti hendak menerkam.
Refleks Seokjin melindungi burungnya dari terkaman kelinci buas menggunakan tangannya.
....
Tbc..
KAMU SEDANG MEMBACA
Funny Family
HumorKeluarga Kim yang lucu melebihi pelawak Hanya sebagai selingan saat gak ada ide jadi update gak menentu. Tidak ada berkesinambungan antara chap 1 ke yang lain. Seperti one-shot tapi bukan. Paham kan hehehe 🤣🤣🤣
