Tepuk tangan meriah menghiasi aula dimana Yeonjun dan Soobin baru saja selesai mengucapkan sumpah janji pernikahan, tidak ada tamu yang datang karena itu adalah acara sakral yang hanya anggota keluarga inti saja yang hadir, Soobin sengaja melakukan itu supaya upacara penting nya tidak memakan waktu lama, mengingat kondisi Yeonjun yang saat ini tidak boleh terlalu lelah, tamu undangan pernikahan mereka akan datang pada saat acara resepsi saja yang akan di adakan di Hotel milik Kim NamJoon nanti malam.
Soobin dan Yeonjun berjalan bergandengan tangan menghampiri kedua orang tua mereka.
"Daddy terimakasih sudah menjadi Daddy yang baik untuk Soobin dan juga selalu mendukung apapun keputusan Soobin, Soobin sayang Daddy. " Soobin memeluk sang Ayah yang dibalas pelukan tidak kalah erat oleh Seokjin.
Dia bangga anaknya sudah menjadi seorang pria yang sesungguhnya yang mampu bertanggung jawab atas perbuatan yang dia lakukan.
"Daddy juga bangga padamu, ingat, ini belum seberapa, kau akan mulai memegang satu anak cabang perusahaan Daddy dan buktikan kau bisa menghidupi dan juga membahagiakan Yeonjun selamanya. " Soobin mengangguk kemudian dia beralih pada Jungkook.
"Papa juga, Soobin mau berterimakasih pada Papa karena Papa sudah menjadi pengganti Eomma juga sekaligus temannya Soobin, Papa merawat Soobin saat Sakit, dan Papa juga selalu mendengar cerita Soobin apapun itu, Soobin sayang Papa, Soobin beruntung punya Papa Kookie yang menjadi pengganti Eomma. " Ucapan Soobin membuat Jungkook berkaca-kaca terharu.
"Huweeee Soobin nya Papa udah gede!! " Jungkook memeluk Soobin kemudian menenggelamkan Kepala nya pada dada bidang sang anak yang tinggi nya sekarang melebihi Daddy nya.
"Sudah sayang jangan peluk Soobin terus, Daddy cemburu. " Seokjin menarik Jungkook kemudian mendekap nya agar tidak lari kepelukan Soobin lagi.
Soobin terkekeh kemudian dia pun menghampiri Taehyung dan Jimin mertua nya, sedangkan Yeonjun sekarang balik memeluk Seokjin dan Jungkook bersamaan.
"Yeonjunie jaga uri Soobin ya, dia itu sifatnya sama kayak Daddy nya, kalau sudah fokus ke kerjaan lupa semua, kalau sudah begitu Yeonjunie godain Soobin bobo diranjang biar berhenti kerja nya hihihi. " Ucap Jungkook membuat Seokjin mendengar nya hanya bisa menepuk dahi frustasi.
"Nde Papa, Junie akan ingat terus nasihatnya Papa. " Ucap Yeonjun kemudian memeluk kembali Jungkook dengan nyaman.
Sedangkan saat ini Soobin dan Taehyung tengah bertanding tatap mata siapa yang paling lama berarti paling disayang Yeonjun.
"Awas kalau kau buat anakku nangis kupotong burung kecil mu itu. " Ucap Taehyung dengan mata melotot seram pada Soobin.
"Appa juga awas saja kalau masih caper sama Njunie dan ganggu malam kami seperti biasanya, Soobin aduin Papa Jimin nanti biar Appa dikebiri. "
"Yak!! "
Plak!
Plak!
Dua pukulan mendarat dengan estetik di punggung keduanya.
Pelakunya adalah Jimin dan Yeonjun yang sekarang mengeluarkan asap hitam pekat di seluruh tubuh mereka.
"Masih mau bertengkar hm? " Ucap Jimin dengan senyum manis andalan nya, membuat Taehyung dan Soobin menelan ludah kasar.
"Heheh sayang I Love You. " Taehyung memberikan flying kiss pada Jimin kemudian bersembunyi dibelakang tubuh tinggi Soobin.
"Hehehe sayang maaf. " Ucap Soobin memberikan tanda peace pada Yeonjun, membuat si Uke muda itu menghela nafas maklum.
Seokjin dan Jungkook hanya mampu menggeleng kepala heran dengan kelakuan anak dan besan tersebut.
"Soobin-ah selamat sekarang kau sudah menjadi Suami, ingat jangan terus main game dan mengacuhkan Yeonjun, kau tahu Uke hamil itu lebih mengerikan jika marah, contohnya Papamu yang seperti bison terbang saking jeleknya kalau marah." Bisik Yoon-gi membuat Soobin tertawa mendengar nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Funny Family
HumorKeluarga Kim yang lucu melebihi pelawak Hanya sebagai selingan saat gak ada ide jadi update gak menentu. Tidak ada berkesinambungan antara chap 1 ke yang lain. Seperti one-shot tapi bukan. Paham kan hehehe 🤣🤣🤣
